PDIP Sebut Kunjungan Anies ke Eropa untuk Jalan-jalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

MerahPutih.com - Pada Selasa (10/5) kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bertolak dalam kunjungan ke negara Eropa, yakni Inggris, Perancis, dan Jerman.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut, perginya Anies ke negara-negara tersebut untuk berlibur atau jalan-jalan.

Sebab, lanjut dia, jika merujuk pada agenda kegiatan Anies ke Eropa untuk keperluan kerja sama terkait transportasi MRT, hal tersebut bukan pekerjaan yang mendesak. Pasalnya, saat ini MRT sudah berjalan maksimal dan proyek fase 2 tengah dikerjakan.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] KPK Geledah Anies karena Gelapkan Uang Formula E

“Kalau bicara soal MRT loh, menurut saya tidak ada yang urgent yang mesti dibahas untuk kerja sama baru,” ucap Gembong saat dihubungi awak media, Rabu (11/5).

Maka dari itu, ucap anggota Komisi A DPRD DKI ini, tidak masuk di akal bertolaknya Anies ke sejumlah negara itu untuk mengurusi pekerjaan.

"Itu loh maksud saya. Kedua, agenda berikutnya kita enggak tahu, karena tidak tahu agenda lain kecuali MRT kan kesimpulannya jalan-jalan saja,” cetusnya.

Baca Juga:

Jokowi ke AS, Anies Berangkat ke Eropa

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan bahwa Gubernur Anies pergi ke Eropa untuk memenuhi undangan forum, yang berkaitan dengan masalah transportasi hingga tindak lanjut kerja sama transportasi.

"Pertama, menindaklanjuti kerja sama transportasi termasuk pembiayaan MRT dan juga transportasi lainnya,” ucap Riza, Selasa (10/5).

Lalu memenuhi agenda dari komunitas di sana, terkait mobilitas dan transportasi. Terakhir, terkait agenda sister city, smart city, dan sebagainya. (Asp)

Baca Juga:

Soal Hepatitis Akut Misterius, NasDem Minta Jajaran Anies Pantau Seluruh Faskes di DKI

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Diminta Respons Penelitian Terkait Keampuhan Vaksin Pfizer untuk Anak-Anak
Indonesia
Pemerintah Diminta Respons Penelitian Terkait Keampuhan Vaksin Pfizer untuk Anak-Anak

Kementerian Kesehatan dan otoritas terkait memperhatikan hasil riset tersebut

Sektor Otomotif Indonesia Bisa Jadi Yang Terbaik di ASEAN
Indonesia
Sektor Otomotif Indonesia Bisa Jadi Yang Terbaik di ASEAN

Indonesia perlu meningkatkan ekspor otomotif sesuai yang ditargetkan tercapai pada tahun 2035.

Tiga Anggota TNI Jalani Rekonstruksi Tabrak dan Buang Tubuh Sejoli Nagreg
Indonesia
Tiga Anggota TNI Jalani Rekonstruksi Tabrak dan Buang Tubuh Sejoli Nagreg

Bersama dengan seorang saksi kunci, ketiga tersangka pembuangan jenazah sejoli, Handi dan Salsabila ke Sungai Serayu, Jateng, tersebut memperagakan detik-detik tabrakan maut.

Batu Candi Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit Ditemukan di Makam Sunan Ampel
Indonesia
Batu Candi Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit Ditemukan di Makam Sunan Ampel

Anggota Begandring, Tri Priyo Widjoyo menyebut, jika benda tersebut diduga menjadi peninggalan pra Kerajaan Majapahit.

Melantai di Bursa, Bukalapak Kembangkan Bisnis di Luar Kota Besar
Indonesia
Melantai di Bursa, Bukalapak Kembangkan Bisnis di Luar Kota Besar

Bukalapak menawarkan 25,76 miliar lembar saham dengan harga penawaran sebesar Rp 850 setiap sahamnya.

 Ratusan Bus Gratis Siaga Angkut Penonton MotoGP Mandalika
Indonesia
Ratusan Bus Gratis Siaga Angkut Penonton MotoGP Mandalika

Shuttle bus tersebut merupakan bantuan Kementerian Perhubungan, yang bersinergi untuk menyukseskan MotoGP Mandalika.

Keputusan Jenderal Andika Tunjuk Mayjen Maruli Jadi Pangkostrad Dinilai Tepat
Indonesia
Keputusan Jenderal Andika Tunjuk Mayjen Maruli Jadi Pangkostrad Dinilai Tepat

Menurut Nuning, sapaan karib Susaningtyas, penunjukan Mayjen Maruli Simanjuntak sebagai Pangkostrad sangat tepat.

Pakar Sebut Jaksa Tidak Bedakan Penyitaan dan Perampasan Aset di Kasus Asabri-Jiwasraya
Indonesia
Pakar Sebut Jaksa Tidak Bedakan Penyitaan dan Perampasan Aset di Kasus Asabri-Jiwasraya

"KUHAP membatasi bahwa yang dapat dirampas adalah terbatas pada barang yang dapat dibuktikan berasal atau terkait erat dengan kejahatan (korupsi)," ujar Eva.

Kedepankan Restorative Justice, 1.052 Polsek Tak Lagi Lakukan Penyidikan
Indonesia
Kedepankan Restorative Justice, 1.052 Polsek Tak Lagi Lakukan Penyidikan

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2021 hingga Maret 2022, Polri telah menyelesaikan 15.039 perkara dengan Restorative Justice. "Jumlah ini meningkat 28,3 persen dari tahun sebelumnya sebesar 9.199 kasus," kata Agus dalam kegiatan Talkshow bertajuk 'Restorative Justice Harapan Baru Pencarian Keadilan', Selasa (19/4). Agus memaparkan, terkait pendekatan Restorative Justice yang diterapkan oleh Polri saat ini, sebanyak 1.052 Polsek di 343 Polres sudah tidak lagi melakukan proses penyidikan.

Ogah Telusuri Harta Jenderal Andika, DPR Dinilai Abaikan Prinsip Demokrasi
Indonesia
Ogah Telusuri Harta Jenderal Andika, DPR Dinilai Abaikan Prinsip Demokrasi

"Adanya keengganan para anggota DPR tersebut merupakan bentuk pengabaian atas dua prinsip dasar dalam demokrasi itu," kata Wasisto kepada MerahPutih.com, Senin (8/11).