Merawat Ingat
Pangeran Diponegoro Ledakan Perang Jawa yang Hampir Bikin Bangkrut Belanda Lukisan karya Nicolaas Pieneman yang menggambarkan penangkapan Pangeran Diponegoro. (Foto: Wikipedia)

PERANG Jawa salah satu perang terbesar dalam masa kolonial Belanda. Perang ini dipimpin langsung oleh Pangeran Diponegoro dengan dukungan rakyat di bawahnya. Sayangnya Belanda dengan licik menangkapnya kemudian dibawa ke Batavia. Dari kota itu Diponegoro dibawa ke Manado sebelum diasingkan di Benteng Rotterdam di Makassar. Diponegoro menghabiskan waktu di benteng itu sampai wafat pada 8 Januari 1855.

Pangeran Diponegoro menjadi orang yang membuat pusing Belanda tepatnya VOC. Ulah Belanda yang mematok tanah leluhurnya di Tegalrejo membuatnya marah. Ditambah lagi Belanda selalu merugikan rakyat yang berada di tanahnya termasuk merendahkan adat istiadat yang dijunjungnya.

Baca Juga:

Tradisi Ekstrem Suku Dani Papua Ketika Bersedih

diponegoro
Pangeran Diponegoro yang membuat bangkrut VOC. (Foto: Wikipedia)

Oleh karena itu kemudian bersama para pendukungnya, seperti Pangeran Mangkubumi, Kyai Mojo, dan Sentot Ali Basya Prawirodirdjo, mengangkat senjata melawan Belanda. Metode perang gerilya menjadi pilihan untuk menyerang Belanda dengan markas yang diyakini berada di Desa Selarong. Strategi ini berhasil membuat Belanda kewalahan. Konon karena Perang Jawa yang berlangsung di tahun 1825-1830 membuat keuangan Batavia kedodoran.

Pangeran Diponegoro dilahirkan pada 11 November 1785 yang merupakan anak sulung dari Sultan Hamengku Buwono II. Seharusnya tahta keraton jatuh padanya. Namun dia harus merelakannya tahta itu diteruskan pada adiknya yang menjadi Sultan Hamengku III. Ini karena lebih pada politik kotor Belanda yang ingin tetap menancapkan kukunya di tanah Jawa. Kemudian dia lengser keprabon dengan mendekatkan diri pada dunia spiritual.

Sosok yang dipercaya sebagai Ratu Adil ini ditangkap dengan jebakan licik. Untuk mengakhiri peperangan yang panjang, Belanda menawarkan perdamaian dengan pahlawan nasional ini. Dipilihlah Magelang untuk titik pertemuan. Namun bukannya mengadakan perdamaian Belanda kemudian ditangkap, penggambaran situasi itu dituangkan oleh Raden Saleh dan Nicolaas Pieneman dalam lukisannya. Nama Diponegoro diabadikan menjadi jalan utama di berbagai kota di Indonesia. (dea)

Baca Juga:

Cap Negatif Penari Ronggeng dari Kolonialis

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Restoran Dragon Hot Pot dari Melbourne Hadir di Gading Serpong
Kuliner
Restoran Dragon Hot Pot dari Melbourne Hadir di Gading Serpong

Dragon Hot Pot merupakan salah satu restoran hotpot ternama di Melbourne, Australia, yang saat ini sudah hadir di Gading Serpong.

Kemenparekraf Kembangkan Wisata Halal di Indonesia
Travel
Kemenparekraf Kembangkan Wisata Halal di Indonesia

Indonesia sangat berpotensi memiliki destinasi wisata halal.

Unggahan, Cara Masyarakat Banyumas Sambut Ramadan
Tradisi
Unggahan, Cara Masyarakat Banyumas Sambut Ramadan

Tradisi unggahan adalah ritual yang unik dan sarat nuansa magis.

Kenalkan, Teman dan Musuh Gundala
Indonesiaku
Kenalkan, Teman dan Musuh Gundala

Mengenal Sosok pada Sirkel Gundala, Dari Mulai Teman Hingga Musuh

Ada Event Seru di Yogyakarta Selama Tahun 2022
Travel
Ada Event Seru di Yogyakarta Selama Tahun 2022

Tahun baru diawali dengan penyelenggaraan Pekan Budaya Tionghoa XVI yang digelar pada Februari 2022.

Pemda DIY Buka Lokasi Wisata Selama Libur Nataru 2022
Travel
Pemda DIY Buka Lokasi Wisata Selama Libur Nataru 2022

Pihaknya akan memberlakukan pengetatan jumlah pengunjung saat PPKM level 3 nanti.

Bakso, Memang Tidak Ada Matinya di Negeri Aing
Kuliner
Bakso, Memang Tidak Ada Matinya di Negeri Aing

Tak ada orang akan menolak makan bakso.

Tradisi Balimau, Mandi Jeruk Nipis Menyambut Ramadan
Tradisi
Tradisi Balimau, Mandi Jeruk Nipis Menyambut Ramadan

Tradisi menyambut Ramadan di Sumatera Barat.

Garpu 'Metal', Andalan Tukang Siomay Negeri Aing
Kuliner
Garpu 'Metal', Andalan Tukang Siomay Negeri Aing

PERNAH memperhatikan garpu yang digunakan tukang siomay? kamu bertanya-tanya mengapa bentuknya seperti simbol tangan musik metal?

Kolaborasi Bangun Engagement antara Kemenparekraf dan BPJS
Travel
Kolaborasi Bangun Engagement antara Kemenparekraf dan BPJS

Pandemi COVID-19 dapat dijadikan momentum untuk tetap membangun engagement dengan pelanggan hingga wisatawan.