Cap Negatif Penari Ronggeng dari Kolonialis 'Sang Penari' yang menguak dunia penari ronggeng. (Foto: Rini Yuliati-Gurusiana)

PENARI ronggeng dicitrakan negatif pada masyarakat. Citra miring pada penari ronggeng ini tak lepas dari kolonialisme di bumi Indonesia. Sebelum kolonialisme, penari ronggeng dipandang sebagai sosok terhormat.

Guru Besar Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Endang Caturwati menuturkan, di Tatar Sunda, tumbuh kepercayaan bahwa penari ronggeng jauh dari kesan negatif.

Baca Juga:

Lebih dari 9000 Orang Berpartisipasi pada Indonesia Menari Virtual 2021

budaya
Guru Besar ISBI Bandung, Endang Caturwati. (Foto: dok.Unpad)

Menurutnya, ronggeng di daerah Sunda pada masa lalu merupakan sosok perempuan terhormat. Ia merupakan seorang syaman (dukun) dalam berbagai upacara ritual, penasihat bagi masyarakat, menyembuhkan berbagai penyakit, serta peran yang bersifat positif.

“Pada cerita naskah-naskah kuno, ronggeng di daerah Sunda pada masa lalu merupakan sosok terhormat,” kata Prof. Endang saat menjadi pembicara pada Keurseus Budaya Sunda Kabeungharan Seni Tari Sunda yang digelar Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda Universitas Padjadjaran, pertengahan minggu lalu.

Kemuliaan kedudukan ronggeng dalam konteks ritual bahkan masih melekat hingga saat ini. Beberapa upacara adat yang berkaitan dengan pertanian hingga seni pertunjukan yang berkaitan dengan ronggeng sebagai Dewi Kehidupan. Di antaranya Upacara Sérén Taun di Kuningan dan Sukabumi, Upacara Ngarot di Indramayu, dan Upacara Ngalaksa di Sumedang.

Endang mengatakan, pergeseran makna ronggeng terjadi ketika masa kolonialisme Belanda. Pada 1700-an, pemerintah kolonial melalui VOC membuka hutan-hutan di Jawa Barat untuk dijadikan perkebunan. VOC juga merekrut banyak tenaga kuli kontrak maupun perempuan buruh pribumi untuk dipekerjakan di perkebunan.

Sosok ronggeng kemudian muncul sebagai penari hiburan. Memiliki peran sebagai penari penghibur, ronggeng menjadi ajang pelampiasan penat para pekerja setelah seharian bekerja. Alhasil, penampilan tari ronggeng melalui pertunjukan Tayuban saat itu kerap diisi dengan aktivitas mabuk-mabukan hingga pelacuran.

Baca Juga:

Festival Air 2021 Kota Cimahi Tentang Kelestarian Air dan Budaya

budaya
Film 'Sang Penari' yang mengangkat kehidupan penari ronggeng. (Foto: bersatoe)

“Ronggeng telah menjadi hiburan primadona, khususnya bagi para buruh kuli di area perkebunan,” kata Endang.

Hal ini menjadi peluang bagi VOC untuk menambah pundi-pundi dengan menerapkan “Pajak Ronggeng”, atau pajak yang dibebankan kepada penyelenggara yang menggelar hajatan ronggeng. Pada 1706, pajak ini mulai diterapkan dan ronggeng telah menjadi salah satu komoditi dari pemerintah kolonial.

Tak jarang pula, pertunjukan ronggeng memicu keonaran. Para pekerja yang terlibat keributan juga diwajibkan membayar denda kepada pemerintah.

“Adanya hiburan pesta ronggeng, kendatipun para kuli kontrak telah bekerja keras, uangnya selalu habis. Selain untuk menyawer, juga melacur, minum, judi, dan mengisap candu,” ujar Endang mengutip sejarawan Sartono Kartodirjo.

Kesan negatif tersebut diperkuat dari berbagai tulisan. Letnan Gubernur Hindia Belanda Thomas Stanford Rafles dalam laporannya juga menuliskan bahwa ronggeng dipandang memiliki konotasi negatif dan dekat dengan pelacuran. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Panduan Memahami Sebutan Kain Nusantara Kala Lampau

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Berwisata Alam di Sekitar Jakarta
Travel
Berwisata Alam di Sekitar Jakarta

Simak yuk 8 tempat rekomendasi yang telah MerahPutih rangkum!

Pemerintah Apresiasi Gelaran Cup of Excellence di Indonesia dan Pertama di Asia
Kuliner
Pemerintah Apresiasi Gelaran Cup of Excellence di Indonesia dan Pertama di Asia

Indonesia memliki potensi kopi yang mampu bersaing di pasar global.

Mengapa Tidak Ada Unsur Yogyakarta Pada Film Gundala Garapan Joko Anwar?
Indonesiaku
Mengapa Tidak Ada Unsur Yogyakarta Pada Film Gundala Garapan Joko Anwar?

Yogyakarta sebagai tempat maupun aspek kultural sangat tak mungkin dipisahkan saat menyelami Gundala Putra Petir.

Prokes Masih Menjadi Dasar Wisata 2022
Travel
Prokes Masih Menjadi Dasar Wisata 2022

Industri pariwisata sudah menunjukan geliatnya.

Pemda DIY Buka Lokasi Wisata Selama Libur Nataru 2022
Travel
Pemda DIY Buka Lokasi Wisata Selama Libur Nataru 2022

Pihaknya akan memberlakukan pengetatan jumlah pengunjung saat PPKM level 3 nanti.

Tradisi Ekstrem Suku Dani Papua Ketika Bersedih
Tradisi
Tradisi Ekstrem Suku Dani Papua Ketika Bersedih

Iki Palek, sebuah bentuk hormat dan cinta akan saudara yang sudah meninggal.

Orang Indonesia Ajarkan Warga Inggris Buat Lemper di Rice and Spice Festival
Kuliner
Orang Indonesia Ajarkan Warga Inggris Buat Lemper di Rice and Spice Festival

Lemper mencuri perhatian di Rice and Spice Festival.

Dukung Wisata Sumatera dengan Mengunjungi Destinasi Ini
Travel
Dukung Wisata Sumatera dengan Mengunjungi Destinasi Ini

Sumatera memiliki banyak destinasi wisata menarik.

Aksi Bang Pi`ie Jago Revolusi
Indonesiaku
Aksi Bang Pi`ie Jago Revolusi

Serang kilat pasukan Bang Pi`ie membuat pasukan NICA mundur.

Berawal dari AADC, Selamat Ultah 'Ratu Soundtrack Indonesia'
Tradisi
Berawal dari AADC, Selamat Ultah 'Ratu Soundtrack Indonesia'

AADC membawa Melly Goeslaw menyabet penghargaan Penata Musik terbaik Festival Film Indonesia 2004