Pangdam Jaya: Tabur Bunga Gatot Nurmantyo Cs Disusupi Deklarasi KAMI Tangkapan layar Purnawirawan TNI gelar aksi di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (20/9). Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Kasus kericuhan saat pembubaran deklarasi Koalisi Aksi Selamatkan Indonesia (KAMI) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, menuai kontroversi.

Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman menjelaskan, kedatangan para purnawirawan TNI, termasuk Gatot Nurmantyo, di TMP Kalibata memang untuk acara tabur bunga di makam para pahlawan.

Kegiatan itu, semestinya harus mengantongi izin Kementerian Sosial (Kemensos) selaku pengelola TMP Kalibata. Dudung menuturkan pihaknya akhirnya memperbolehkan, mengingat para purnawirawan pernah berbakti kepada bangsa dan negara.

Baca Juga

Kebakaran Kejagung, Pejabat Tinggi hingga Penjual Produk Pembersih Diperiksa

"Kami tetap izinkan untuk ziarah dengan protokol kesehatan dan diatur masing-masing 30 orang," kata Dudung kepada wartawan di Makodam Jaya, Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (1/10).

Saat beberapa orang diizinkan masuk berziarah, jelas Dudung, sebagian purnawirawan justru melakukan deklarasi mendukung gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Dudung menilai aksi tersebut melanggar protokol kesehatan karena menyebabkan kerumunan massa.

Dudung menyampaikan aksi tersebut kemudian mendapat teguran dari Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono. Kombes Budi meminta para peserta aksi tidak membuat kerumunan massa.

"Namun imbauan dari Kapolres tidak diindahkan, tetap melaksanakan kerumunan-kerumunan itu dan bahkan mendeklarasikan mendukung KAMI yang selama ini senantiasa selalu dideklarasikan di mana-mana," tutur Dudung.

Dandim Jakarta Selatan, Kolonel Inf Ucu Yustiana kemudian mencoba membuka dialog dengan peserta aksi. Kolonel Ucu, lanjut Dudung, beberapa kali menyampaikan permohonan maaf kepada para purnawirawan untuk tidak melakukan tindakan deklarasi yang mengakibatkan kerumunan massa.

"Permohonan itu beberapa kali disampaikan, namun tetap dilaksanakan (deklarasi) sehingga terjadilah sedikit keributan-keributan, namun bisa dikendalikan," jelas Dudung.

Ia menambahkan, kehadiran para purnawirawan jenderal ini mengundang kerumunan massa lainnya. Terlebih, mereka justru melakukan deklarasi organisasi KAMI setelah tabur bunga.

"Imbauan itu dari kapolres tidak diindahkan tetap melaksanakan kerumunan-kerumunan itu dan bahkan mendeklarasikan mendukung KAMI yang selama ini senantiasa selalu di deklarasikan di mana mana," kata dia.

Dudung meminta pengertian dari para purnawirawan untuk sama-sama mendukung upaya menekan penularan virus corona.

Terlebih mereka saat berada di kerumunan masuk dalam usia rentan tertular corona sehingga tindakan yang dilakukan aparat yang ada di lokasi semata untuk melindungi para purnawirawan dari corona.

Acara tabur bunga yang dihadiri Gatot Nurmantyo di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (30/9) sore, diwarnai keributan. Kericuhan di TMP Kalibata itu viral di media sosial. Saat itu, terlihat juga Gatot Nurmantyo memakai baret merah di lokasi.

Baca Juga

Suap 'Ketuk Palu', Pejabat hingga Eks Legislator Jambi Diperiksa KPK

Belakangan diketahui bahwa acara yang dihelat oleh purnawirawan yang tergabung dalam Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara (PPKN) itu tidak mengantongi izin dari pengelola TMP Kalibata. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mahasiswa UNS Surakarta Nilai UU Ciptaker Berpotensi Tingkatkan Jumlah Kemiskinan
Indonesia
Mahasiswa UNS Surakarta Nilai UU Ciptaker Berpotensi Tingkatkan Jumlah Kemiskinan

Ia menambahkan Omnibus Law diaggap dapat beresiko pada warga rentan miskin sehingga dapat membuat jumlah kemiskinan akan bertambah.

KAMI Dinilai Mirip Dengan Gerakan #2019GantiPresiden
Indonesia
KAMI Dinilai Mirip Dengan Gerakan #2019GantiPresiden

Jika tujuannya ingin mengadvokasi kepentingan bangsa demi perbaikan, maka tidak cukup hanya mengumpulkan tokoh-tokoh tua yang sudah tidak punya energi.

Diteriaki Pengungsi Banjir, Reaksi Anies: Sabar
Indonesia
Diteriaki Pengungsi Banjir, Reaksi Anies: Sabar

Respons Anies pun meminta warga sabar

DPRD DKI Tak Punya Alasan Tolak Usulan Anggaran DP 0 Persen Sebesar Rp8,24 Triliun
Indonesia
DPRD DKI Tak Punya Alasan Tolak Usulan Anggaran DP 0 Persen Sebesar Rp8,24 Triliun

Selama pengadaan anggaran itu realistis dan sesuai dengan prosedur, tak ada alasan untuk menolak.

FPI Harus Ikut Aturan Negara
Indonesia
FPI Harus Ikut Aturan Negara

FPI tidak ingin memperpanjang surat keterangan terdaftar (SKT) karena dianggap tidak bermanfaat.

Wisnu Tewas Disambar Camry Saat Kendarai Grabwheels, Mental 15 Meter
Indonesia
Wisnu Tewas Disambar Camry Saat Kendarai Grabwheels, Mental 15 Meter

Wisnu dan Ammar dibawa ke rumah sakit namun nyawa kedunya tidak tertolong

Wagub DKI: UU Cipta Kerja Urusan Pemerintah Pusat
Indonesia
Wagub DKI: UU Cipta Kerja Urusan Pemerintah Pusat

Ahmad Riza Patria menyampaikan tak mau berkomentar lebih jauh mengenai Undang-undang (UU) Omnibus Las Cipta Kerja yang kini ramai di masyarakat.

Kader Gerindra Ini Minta Ketumnya Perbanyak Armada di Perairan Indonesia
Indonesia
Kader Gerindra Ini Minta Ketumnya Perbanyak Armada di Perairan Indonesia

Kapal TNI harus didukung dengan penambahan anggaran

Kuasa Hukum Bantah Ada Rekayasa Akuntansi Jiwasraya
Indonesia
Kuasa Hukum Bantah Ada Rekayasa Akuntansi Jiwasraya

Dalam dakwaan JPU, semua membukukan untung secara semu

Penyelenggaran Haji Batal, Kemenag Pastikan Biaya Dikembalikan ke Calhaj
Indonesia
Penyelenggaran Haji Batal, Kemenag Pastikan Biaya Dikembalikan ke Calhaj

Jika jemaah haji dipaksakan berangkat, ada risiko amat besar yaitu menyangkut keselamatan jiwa dan kesulitan ibadah.