Kebakaran Kejagung, Pejabat Tinggi hingga Penjual Produk Pembersih Diperiksa Olah TKP kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung di Jakarta, Senin (24-8-2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.

MerahPutih.com - Tim penyidik Bareskrim Polri akan memeriksa empat orang saksi terkait kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung).

Salah satu yang diperiksa ialah pejabat Kejagung.

"Pejabat tinggi Kejagung, PNS Kejagung, PNS Kemendag, penjual Top Cleaner," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo kepada wartawan, Kamis (1/10).

Baca Juga:

Penyidik bakal Gelar Perkara Tetapkan Tersangka Kebakaran Kejagung

Pemeriksaan berlangsung hari ini pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, tim penyidik bersama jaksa peneliti akan melaksanakan gelar perkara.

"Rencana Jampidum dan tim jaksa. Selanjutnya melakukan ekspose gelar perkara dengan jaksa peneliti (P16)," ujarnya.

Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/foc)
Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/foc)

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyatakan tujuan dari gelar perkara itu adalah untuk menentukan seseorang menjadi tersangka dalam peristiwa amuk si jago merah itu.

"Sehingga Polri menyampaikan hasilnya dan berdialog apakah sudah cukup atau masih ada kekurangan dimana tujuan akhirnya adalah untuk menentukan tersangkanya," ujar Awi terpisah.

Baca Juga:

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Tiga Tersangka Korporasi

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menggelar ekspose terkait peristiwa kebakaran di Gedung Utama Kejaksaan Agung pada Agustus lalu. Hasilnya, diduga ada unsur pidana dalam insiden kebakaran Kejagung tersebut.

"Dari beberapa temuan di TKP dan olah TKP dan pemeriksaan 131 saksi yang beberapa sedang kita lakukan pendalaman, maka peristiwa yang terjadi sementara penyidik berkesimpulan terdapat dugaan peristiwa pidana," tutur Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Belum Simpulkan Adanya Unsur Kesengajaan di Kebakaran Gedung Kejagung

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Merapi Siaga, Obyek Wisata Kaliurang Ditutup Sementara
Indonesia
Merapi Siaga, Obyek Wisata Kaliurang Ditutup Sementara

Penutupan dilakukan pasca peningkatan status Gunung Merapi dari level waspada menjadi level siaga.

Menagih Janji Jokowi di Hari Ulang Tahun Penyair Wiji Thukul
Indonesia
Menagih Janji Jokowi di Hari Ulang Tahun Penyair Wiji Thukul

Jika masih hidup Wiji Thukul hari ini tepat berusia 57 tahun.

Polisi Cek Keamanan Makanan yang Dimakan Rizieq di Rutan Narkoba
Indonesia
Polisi Cek Keamanan Makanan yang Dimakan Rizieq di Rutan Narkoba

Polisi juga secara berkala melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Rizieq

Anak Buah Anies Endus Dugaan Prostitusi di Diskotek Top One
Indonesia
Anak Buah Anies Endus Dugaan Prostitusi di Diskotek Top One

Artinya sanksi penutupan bakal diberikan

Kebijakan Pelarangan Orang Keluar-Masuk Jabodetabek Picu Kontroversi
Indonesia
Kebijakan Pelarangan Orang Keluar-Masuk Jabodetabek Picu Kontroversi

Jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta terus meningkat.

Eks Anggota DPRD Sumut yang Dijebloskan ke Penjara Bertambah
Indonesia
Eks Anggota DPRD Sumut yang Dijebloskan ke Penjara Bertambah

Tersangka Nurhasanah, akan ditahan selama 20 hari pertama terhitung mulai 14 Oktober 2020

Penggunaan TNI dalam Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dinilai Represif
Indonesia
Penggunaan TNI dalam Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dinilai Represif

Instruksi yang menggunakan pendekatan represif alat keamanan seperti ini sangat tidak efektif

Pesepeda Ditemukan Tewas di Kali Sunter
Indonesia
Pesepeda Ditemukan Tewas di Kali Sunter

Beberapa saat sebelum melakukan joging, Ibrahim turun dari sepeda dan mengikat sepedanya menggunakan rantai.

Bantah Pernyataannya Bentuk Kepanikan, Ridwan Kamil: Ngomong Saja Santai
Indonesia
Bantah Pernyataannya Bentuk Kepanikan, Ridwan Kamil: Ngomong Saja Santai

Apa yang telah terjadi, bisa menjadi pengingat betapa bangsa Indonesia memerlukan hal-hal produktif

 Sekjen PAN Sarankan Pemerintah Subsidi Gaji untuk Cegah PHK Massal
Indonesia
Sekjen PAN Sarankan Pemerintah Subsidi Gaji untuk Cegah PHK Massal

"Merujuk apa yang dilakukan oleh negara-negara tetangga kita, untuk mencegah PHK itu kemudian mengusulkan pemberian subsidi gaji kepada para pemberi kerja yang tidak memPHK karyawannya," kata Eddy