Kesehatan Mental
Pandemi Mengubah Kepribadian Ekstraversi, keramahan, dan kehati-hatian semuanya menurun pada populasi AS pada tahun-tahun setelah dimulainya pandemi. (Foto: freepik/master1305)

PANDEMI COVID-19 mengubah banyak hal. Mulai dari cara kita bersosialisasi, ke mana kita pergi, dan bahkan seperti apa pekerjaan yang dapat kita lakukan. Selain itu, sebuah studi baru menunjukkan pandemi ternyata telah mengubah kepribadian kita.

Psikolog telah lama percaya bahwa sifat seseorang tetap sama, bahkan setelah peristiwa yang membuat stres. Namun, penelitian terbaru, dengan melihat tingkat neurotisisme, ekstraversi, keterbukaan, keramahan, dan kesadaran sebelum pandemi dan membandingkannya dengan data yang dikumpulkan pada 2021 dan 2022, menemukan adanya perubahan kepribadian yang mencolok di antara populasi warga AS.

“Pandemi merupakan kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melihat bagaimana peristiwa stres kolektif dapat memengaruhi kepribadian,” kata penulis utama studi itu profesor kedokteran Angelina Sutin di Florida State University, AS.

BACA JUGA:

Sultan HB X Sebut Masyarakat Sudah Capek dengan Pandemi dan Sulit Dilarang Bepergian

Ekstraversi, keramahan, dan kehati-hatian semuanya menurun pada populasi AS pada tahun-tahun setelah dimulainya pandemi, terutama pada orang dewasa muda. Demikian disebutka penelitian yang diterbitkan pada Rabu (28/9) di jurnal PLOS One.

pandemi
Studi itu merupakan tren populasi, jadi tidak mengherankan jika kamu tidak melihat perubahan pada diri. (Foto: freepik/freepik)

Mengapa orang dewasa yang lebih muda lebih terpengaruh? Para peneliti belum bisa memastikan, kata Sutin, tapi ada teorinya. “Kepribadian kurang stabil pada orang dewasa muda,” kata Sutin. “Kemudian pada saat yang sama, pandemi mengganggu apa yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa muda. Mereka seharusnya berada di sekolah atau memulai karier mereka atau transisi karier. Mereka seharusnya berkencan dan menjalin hubungan,” ujarnya seperti diberitakan CNN (28/9).

Hasil tersebut tidak berlaku untuk setiap orang. Studi itu merupakan tren populasi, jadi tidak mengherankan jika kamu tidak melihat perubahan yang sama pada diri sendiri atau orang-orang terdekatmu.

Menurut profesor psikologi Brent Roberts di University of Illinois di Urbana-Champaign, ada beberapa peringatan untuk data juga. Roberts yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut mengingatkan tidak adanya kelompok kontrol dan penjelasan lain tidak diperiksa.

Menurutnya, sulit untuk mengatakan dengan pasti apakah pandemi yang menyebabkan perubahan itu.

BACA JUGA:

Pandemi Pengaruhi 3 Aspek Penting dalam Proses Tumbuh Kembang Anak

Di balik temuan

pandemi
Ada perubahan baik di masyarakat maupun cara individu berfungsi, jelas pandemi itu sulit bagi semua orang. (Foto: freepik/freepik)

Para peneliti mengumpulkan data dari lebih dari 7.000 orang berusia 18 hingga 109 tahun yang berpartisipasi secara daring dalam Understanding America Study, membandingkan bagaimana mereka menanggapi pertanyaan sebelum Februari 2020 versus akhir tahun yang sama dan kemudian lagi pada 2021 atau 2022, menurut penelitian tersebut.

Mereka memeriksa data melalui model lima faktor, yang berhipotesis bahwa berbagai ciri kepribadian dapat dikaitkan dengan salah satu dari lima kualitas menyeluruh: neurotisisme, ekstraversi, keterbukaan, keramahan, dan kesadaran.

Dari seluruh populasi yang mereka teliti, para peneliti menemukan tren penurunan neurotisisme pada tahun 2020, tetapi perubahannya kecil, menurut Sutin.

Begitu mereka mempertimbangkan data tahun 2021 dan 2022, para peneliti melihat penurunan yang lebih signifikan dalam hal ekstraversi, keterbukaan, keramahan, dan kehati-hatian. Perubahan itu cukup besar untuk menyamai sekitar satu dekade perubahan, menurut penelitian tersebut.

Neurotisisme juga meningkat selama jangka waktu tersebut. Hal itu sangat penting mengingat betapa pentingnya sifat-sifat tersebut, kata Sutin. Kesadaran penting untuk hasil akademik dan pekerjaan, serta hubungan dan kesehatan fisik, tambahnya.

"Meningkatnya neurotisisme dan penurunan kesadaran berarti bahwa kelompok ini akan lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental dan fisik," kata Roberts.

“Meskipun, mengingat ukuran efek yang sederhana, efek ini akan terlalu halus untuk dilihat pada tingkat individu dan kemungkinan besar hanya akan terlihat secara agregat, analisis tingkat populasi seperti yang dilakukan oleh ahli epidemiologi,” dia menjelaskan.

Kesimpulannya, kata Roberts, adalah bahwa kepribadian, meskipun lebih konsisten daripada perubahan, bentuknya tidak tetap dan dapat merespons perubahan di lingkungan.

Dan karena ada perubahan baik di masyarakat maupun cara individu berfungsi, jelas pandemi itu sulit bagi semua orang, tambahnya.

“Dengan kata lain, (orang) tidak gila, sudah beberapa tahun yang sulit bagi kita semua. Sedemikian rupa sehingga bahkan ada efek kecil pada kepribadian kita,” ujar Roberts.(aru)

BACA JUGA:

Empat Indikator untuk Ubah Pandemi Jadi Endemi COVID-19

Berkah Menjadi Seorang Introver
Fun
Kenali Anak dengan Gangguan Membaca
Fun
Berkah Menjadi Seorang Introver
Fun
Kenali Anak dengan Gangguan Membaca
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Segera Ada Iklan di Netflix
Fun
Segera Ada Iklan di Netflix

Nonton Netflix akan disertai dengan iklan.

Bertabur Bintang, Drakor 'Alchemy of Souls' Curi Perhatian Penonton
ShowBiz
Bertabur Bintang, Drakor 'Alchemy of Souls' Curi Perhatian Penonton

Alchemy of Souls ditulis oleh duo penulis terkenal yakni Hong Sisters.

Para Pemain Death on the Nile Berkumpul di Pameran Mesir
ShowBiz
Dewan Pengawas Minta Facebook Perhatikan Kasus Doxing
Fun
Dewan Pengawas Minta Facebook Perhatikan Kasus Doxing

Dewan pengawas meminta Meta Platform, perusahaan induk Facebook

Prediksi Tren Wisata dan Akomodasi di 2022, Domestik jadi Primadona
Travel
Prediksi Tren Wisata dan Akomodasi di 2022, Domestik jadi Primadona

Tren wisata dan akomodasi di 2022 membuat orang lebih berani untuk liburan.

Peretas Berhasil Buat Lalu Lintas Kendaraan di Moskow Makin Macet
Fun
Peretas Berhasil Buat Lalu Lintas Kendaraan di Moskow Makin Macet

Seorang peretas sukses mengacaukan sistem dari aplikasi Yandex Taxi.

Pasangan yang Punya Hewan Peliharaan Lebih Bahagia
Fun
Pasangan yang Punya Hewan Peliharaan Lebih Bahagia

Pasangan yang pelihara hewan merupakan pasangan paling bahagia.

Demi Pacar, YouTuber Potong 115 Jam Adegan Tak Penting Anime Naruto
ShowBiz
Demi Pacar, YouTuber Potong 115 Jam Adegan Tak Penting Anime Naruto

Penghapusan adegan tersebut sudah termasuk sebagian arc yang dilakukan oleh komikus agar terlihat ramai.

Mencegah Gigi Berlubang pada Anak
Fun
Mencegah Gigi Berlubang pada Anak

Agar sehat dan kuat, gigi harus disikat setiap hari.

Jadi Duta World Expo 2030, BTS Bakal Gelar Konser Gratis
Fun
Jadi Duta World Expo 2030, BTS Bakal Gelar Konser Gratis

Sebagai visi untuk mempromosikan budaya Korea Selatan.