Otoped Listrik, Inovasi atau Masalah Baru? Otoped listrik, bentuk dari perkembangan zaman modern. (Foto: Nikkei Asian Review)

YA, zaman semakin lama semakin berkembang, mulai dari teknologi, gaya hidup, bahkan kendaraan sekalipun. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa setiap hal baru pasti memiliki dampak positif yang memudahkan kita dalam beraktivitas dan dampak negatif yang harus kita waspadai. Salah satu bentuk kemajuan teknologi yang bisa kita lihat saat ini adalah maraknya penggunaan otoped listrik oleh masyarakat.

Dilansir dari laman Ride Zoom, sekuter listrik pertama kali diproduksi oleh Peugeot pada 1996. Perangkat ini menampilkan motor DC bertenaga kuda yang ditenagai oleh baterai nikel-kadmium dengan total 18 Volt. Sekuter ini memilki berat sekitar 250 pound atau sekitar 113 kilogram dan memiliki jangkau kecepatan hanya 40 kilometer.

Baca juga:

GrabWheels Makan Korban Jiwa, Polisi Larang Skuter Listrik Masuk Jalan Raya DKI

Otoped atau sekuter dorong adalah sebuah kendaraan yang menggunakan roda dan digerakkan dengan cara mendorong tanah dengan kaki. Pengguna cukup berdiri dengan satu kaki di atas pelat dan kaki satu lagi digunakan untuk menggerakan otoped.

Otoped Listrik, Inovasi atau Masalah Baru?
Sekuter listrik buatan Peugeot pada 1996. (Foto: Ride Zoom)

Kini, sekuter tersebut tersedia dalam versi listrik dimana penggunanya hanya memutar tuas gas layaknya mengendarai sepeda motor agar sekuter tersebut bisa jalan. Sama seperti mengendarai sepeda motor, para pengguna otoped listrik juga harus mengutamakan keselamatan. Seperti wajib menggunakan helm, pelindung lutut dan sikut, serta sarung tangan yang berfungsi untuk mencegah cedera jika terjadi kecelakaan.

Belakangan ini, kita pasti sering melihat otoped listrik di sejumlah lokasi di Jakarta, terutama kawasan Sudirman dan Senayan. Lalu, mengapa ini menjadi tren? Hal ini dikarenakan otoped listrik merupakan besutan dari salah satu transportasi online, Grab, yang menyediakan layanan sewa untuk umum atau disebut dengan GrabWheels.

Otoped Listrik, Inovasi atau Masalah Baru?
GrabWheels merupakan layanan besutan Grab. (Foto: Grab)

Namun, keberadaan otoped listrik ini seringkali disalahgunakan oleh konsumen bahkan sampai merusak sejumlah lintas jalan. Seperti baru-baru ini beredar kabar bahwa pengguna GrabWheels merusak Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). Hal ini menyita banyak perhatian para netizen dan turut menyampaikan kritiknya lewat kolom komentar Twitter.

Baca juga:

GrabWheels Makan Korban Jiwa, Polisi dan Anies Diminta Bertanggung Jawab

Baru-baru ini juga beredar bahwa pengguna GrabWheels menyebabkan penggunanya meninggal dunia, yakni Ammar (18) dan Wisnu (18). Peristiwa ini terjadi di Jalan Pintu Satu Senayan yang terletak di antara FX Sudirman dan kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (10/11) dini hari. Tak hanya di Jakarta saja, beberapa kota di dunia, salah satunya New York, kehadiran otoped listrik ini juga sering mengganggu para pengguna jalan lainnya.

Banyak orang berpikir bahwa menggunakan otoped listrik ini lebih ramah lingkungan daripada transportasi lain. Otoped listrik tampaknya tidak mengeluarkan gas rumah kaca serta menjadi solusi mengatasi kemacetan.

“Menggunakan otoped listrik saat melewati lalu lintas akan mengurangi karbon monoksida di lingkungan,” ucap Bird, salah satu perusahaan skuter paling populer di Amerika Serikat yang dilansir dari laman The Guardian.

Otoped Listrik, Inovasi atau Masalah Baru?
Otoped listrik yang mempermudah aktivitas sehari-hari. (Foto: Mad Charge)

Namun, tahukah kamu bahwa otoped listrik ternyata tidak ramah lingkungan seperti kelihatannya? Dilansir dari laman The Guardian, para peneliti di North Carolina State University menemukan bahwa bepergian dengan sekuter listrik justru menghasilkan lebih banyak emisi gas rumah kaca daripada bepergian dengan bus, sepeda, moped, atau berjalan kaki.

Selain itu, bagian-bagian sekuter listrik juga tidak mudah untuk di daur ulang. Baterai lithium-ion pada sekuter listrik ini sering dikaitkan dengan risiko lingkungan. Inilah yang membuat masyarakat khawatir tentang seberapa ramah alat ini terhadap lingkungan.

Memang, otoped listrik ini membawa perubahan bagi kehidupan kita sekarang ini. Namun tetap diingat juga untuk tetap taat pada rambu lalu lintas dan tidak merugikan orang lain ya! (And)

Baca juga:

Penyewa GrabWheels Tewas, Grab Janji Tingkatkan Pengamanan



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH