GrabWheels Makan Korban Jiwa, Polisi dan Anies Diminta Bertanggung Jawab Ilustrasi GrabWheels. (Shutterstock/tss) Ilustrasi GrabWheels. (Shutterstock/tss)

MerahPutih.com - Masyarakat DKI Jakarta tengah menggandrungi GrabWheels atau skuter listrik yang disewa dari aplikasi Grab Indonesia. Namun, tragedi berdarah terjadi pada Minggu (10/11) dini hari WIB.

Dua pengguna GrabWheels tewas setelah menjadi korban tabrak lari di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Kejadian ini mengundang reaksi dari Indonesia Traffic Watch (ITW)

Baca Juga

Dua Orang Tewas, Dishub DKI Batasi Waktu Skuter Listrik di Jakarta

Ketua Presidium ITW Edison Siahaan meminta kepada aparat kepolisian dan Pemerintah Provinsi DKI yang dipimpin Anies Baswedan untuk bertanggungjawab atas kecelakaan tersebut. Sebab, kedua instansi ini membiarkan kendaraan yang tidak layak berada di jalan raya ini berkeliaran.

"Saya tanya itu sepeda atau motor? Kalau bukan keduanya tidak boleh digunakan di jalan raya," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/11)

Menurut dia, setiap kendaraan yang berada di jalan raya harus sesuai dengan undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan sudah dijelaskan setiap kendaraan bermotor harus tereigstrasi dan sudah lolos dalam uji kelayakan.

GrabWheels
GrabWheels

"Kalau buat jalur khusus untuk itu. Tapi kan kalau kita lihat ini tidak signifikan jalur khusus sepeda saja banyak digunakan oleh sepeda motor," tegas dia.

Baca Juga

Tersangka Penabrak Dua Pengguna Grabwheels hingga Tewas Diketahui Tengah Mabuk

Oleh karena itu, ia mempertanyakan ke mana Polisi dan Dinas Perhubungan beberapa waktu belakangan ini. Sebab, tidak ada tindakan yang dilakukan oleh kedua instansi tersebut.

"Jangan jangan mereka pada tidur lagi. Karena kan peran mereka sangat penting mana boleh mana tidak boleh dilintasi oleh kendaraan seperti itu," jelas Edison.

Polisi menyebut pengemudi mobil Toyota Camry berinisial DH yang menghantam enam pengguna skuter listrik Grabwheels hingga membuat dua diantaranya meregang nyawa tidak melarikan diri pasca kejadian.

Maka dari itu dia mengatakan kejadian ini tidak bisa dikatakan sebagai tabrak lari. Sehingga polisi mengenakan pelaku dengan Pasal 310 juncto Pasal 311 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sementara, kalau dia pelaku tabrak lari harusnya dikenakan Pasal 312 UU LLAJ. Hal ini diketahui dari pemeriksaan beberapa saksi yaitu, rekan DH didalam mobil L dan dua petugas keamanan Stadion Utama Gelora Bung Karno yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca Juga

Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pengguna Skuter Tak Berani Naik JPO Siang Hari

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan melibatkan pengguna skuter listrik terjadi di kawasan Senayan. Akibat dari kecelakaan ini, dua orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka.

Menurut Alan Darmasaputra, kakak dari salah satu korban meninggal, Ammar Nawar Tridarma, peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu malam. Adiknya, bersama sejumlah temannya memang sengaja datang ke kawasan Gelora Bung Karno untuk bermain GrabWheels. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Senpi Ilegal, Kivlan Zen Dituntut 7 Bulan Penjara
Indonesia
Kasus Senpi Ilegal, Kivlan Zen Dituntut 7 Bulan Penjara

Mayjen (Purn) Kivlan Zen dituntut tujuh bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

PAN Yakin Mayoritas Fraksi di Parlemen Dukung Revisi UU ITE
Indonesia
PAN Yakin Mayoritas Fraksi di Parlemen Dukung Revisi UU ITE

Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partaonan Daulay mendukung rencana Presiden Joko Widodo yang ingin merevisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Ketua DPC Minta Anies Mundur, Fraksi Gerindra: Bukan Suara Partai
Indonesia
Ketua DPC Minta Anies Mundur, Fraksi Gerindra: Bukan Suara Partai

Pernyataan Anies dimaksudkan agar pemerintah pusat tidak berpangku tangan terhadap persoalan pandemi jika sudah menyangkut lintas batas seperti di Jabodetabek.

Kapolri Terbitkan Telegram Pencegah Kekerasan Berlebihan oleh Anggota Polisi
Indonesia
Kapolri Terbitkan Telegram Pencegah Kekerasan Berlebihan oleh Anggota Polisi

Listyo menerbitkan surat telegram bernomor ST/2162/X/HUK.2.8./2021 per tanggal (18/10), tentang mitigasi dan pencegahan kasus kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh anggota Polri tidak kembali terulang.

Ditemui Komjen Listyo, AHY Minta Polri Bertindak Adil
Indonesia
Ditemui Komjen Listyo, AHY Minta Polri Bertindak Adil

Calon tunggal Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo menemui Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yuhdoyono (AHY).

KPK Cegah Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Bepergian ke Luar Negeri
Indonesia
KPK Cegah Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Bepergian ke Luar Negeri

Pencegahan terkait dengan penyidikan kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Ingat! Daftar CPNS dan PPPK, Berkas Harus Dimasukan ke Map Biru, Merah, atau Kuning
Indonesia
Ingat! Daftar CPNS dan PPPK, Berkas Harus Dimasukan ke Map Biru, Merah, atau Kuning

Khusus untuk alokasi formasi CPNS pada jabatan tenaga kesehatan harus melampirkan Surat Tanda Registrasi (STR) yang sesuai dengan jabatan yang dilamar.

Bantah Pernyataannya Bentuk Kepanikan, Ridwan Kamil: Ngomong Saja Santai
Indonesia
Bantah Pernyataannya Bentuk Kepanikan, Ridwan Kamil: Ngomong Saja Santai

Apa yang telah terjadi, bisa menjadi pengingat betapa bangsa Indonesia memerlukan hal-hal produktif

6,7 Juta Warga Jakarta Telah Disuntik Vaksin, Remaja Baru 36 Persen
Indonesia
6,7 Juta Warga Jakarta Telah Disuntik Vaksin, Remaja Baru 36 Persen

Adapun target vaksinasi di Jakarta yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar dipenuhi pada akhir Agustus sebanuak 7,5 juta penduduk termasuk usia 12 tahun ke atas.

Komnas HAM Desak Investigasi Kebakaran Lapas Tangerang Dilakukan Secara Transparan
Indonesia
Komnas HAM Desak Investigasi Kebakaran Lapas Tangerang Dilakukan Secara Transparan

Jika ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan harus ada pihak yang bertanggung jawab untuk dituntut serta pemerintah untuk melakukan evaluasi penjara secara menyeluruh.