Nutrisi Mengagumkan dalam Sebonggol Jagung Banyak nutrisi yang terkandung dalam jagung. (foto: pixabay/stevepb)

JAGUNG yang juga dikenal dengan nama maize pertama kali diolah warga Meksiko sekitar 7.000 tahun lalu. Columbus kemudian membawa tumbuhan itu ke Spanyol dari suku Indian di Amerika.

Di Indonesia, jagung bisa disajikan sebagai makanan ringan sehat. Jagung pipil juga dapat menjadi tambahan paduan sup, sayur tradisional, ataupun salad. Selain nikmat, jagung ternyata juga mengandung nutrisi penting, seperti thiamin, fosfor, folat, vitamin C, serat, dan magnesium.

BACA JUGA: Menu Makan Malam Lezat tanpa Bikin Gemuk, Nomor 5 Sangat Mengejutkan

Tak hanya biji jagung, beberapa bagian jagung juga bermanfaat.


1. Rambut jagung

corn
Mengandung nutrisi baik. (foto: pixabay/foto-rabe)

Rambut jagung merupakan serat-serat halus panjang yang terdapat pada ujung dan pangkal serta menyelubungi badan jagung. Rambut jagung ternyata mengandung karbohidrat, vitamin, protein, mineral, dan serat yang dapat menyerap cairan, meredakan peradangan, dan memengaruhi kadar gula darah.

Kandungan itu membuat rambut jagung dapat digunakan sebagai obat untuk menangani berbagai penyakit, seperti diabetes, hipertensi, kelelahan, kolesterol tinggi, peradangan prostat, batu ginjal, infeksi kantung kemih, peradangan saluran kencing, dan mengompol.
Meskipun demikian, efektivitas kegunaan rambut jagung untuk mengobati kondisi-kondisi tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut.


2. Tepung jagung

tepung jagung
Pilihan tepung bebas gluten. (foto: allrecipes)

Tepung jagung menjadi salah satu pilihan tepung bukan gandum yang bebas dari gluten. Tubuh orang yang menderita intoleransi gluten tidak dapat mengolah protein gluten sehingga menyebabkan reaksi atau gangguan kesehatan. Tepung jagung dapat menjadi bahan alternatif bagi mereka yang mengalami penyakit celiac yang juga harus menghindari gluten.

3. Sirup jagung

corn syrup
Rasanya lebih manis dan lebih mudah diolah. (foto: food and wine magazine)

Jagung juga dapat diolah menjadi sirup yang terbuat dari tepung jagung yang sudah diproses, sehingga menghasilkan glukosa alami ditambah air.

Dalam tubuh, glukosa merupakan sejenis gula dalam darah yang menyediakan energi untuk sel tubuh. Dalam proses pembuatan sirup jagung, enzim yang mengubah sebagian glukosa menjadi fruktosa ditambahkan.

Rasanya yang lebih manis dan lebih mudah diolah menjadikan sirup jagung tinggi fruktosa banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman seperti soda dan makanan ringan.

Meski demikian, belakangan muncul kontroversi yang menyebut bahwa sirup jagung tinggi fruktosa lebih berbahaya untuk kesehatan ketimbang pemanis lain seperti madu, sukrosa, ataupun konsentrat jus buah.

Ada kecenderungan bahwa orang yang banyak mengonsumsi sirup jagung tinggi fruktosa lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan dan obesitas. Jika dibandingkan dengan sukrosa yang lebih mudah dicerna, sirup jagung tidak memiliki bahan kimia pengikat, sehingga lebih lambat dicerna.

Namun, studi menemukan bahwa tidak ada perbedaan antara konsumsi sukrosa dan fruktosa. Konsumsi gula secara umum perlu dibatasi untuk menghindari risiko penyakit tertentu seperti diabetes tipe 2, trigliserida tinggi, dan tekanan darah tinggi. Konsumsi gula berlebih juga tidak baik bagi kesehatan gigi dan mulut.(*)

BACA JUGA: Milennial, Generasi dengan Tingkat Obesitas Tertinggi Sepanjang Sejarah



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH