Sains

Setelah 40 Tahun, NASA Punya Seragam Baru

Andrew FrancoisAndrew Francois - Kamis, 06 April 2023
Setelah 40 Tahun, NASA Punya Seragam Baru

Bakal dikenakan empat astronot NASA ke Bulan. (Foto: Axiom Space Inc.)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PAKAIAN antariksa pertama, yang dirancang pada akhir 1950-an untuk misi perdana manusia di luar angkasa Amerika Serikat, berwarna perak mengilap. Pada akhir dekade berikutnya, mereka menjadi putih bengkak dan dipasangkan dengan sepatu bot untuk berjalan di bulan.

Pada 1980-an, pakaian ruang angkasa 'rekreasi' oranye terang yang dibuat untuk di dalam pesawat ruang angkasa tiba. Kemudian, dekade ini muncul berbagai miliarder yang memulai perjalanan ke batas luar atmosfer, mulai dari SpaceX milik Elon Musk, Blue Origin dari Jeff Bezos, dan Virgin Galactic garapan Richard Branson.

Mereka semua membuat jenis dan warna pakaian mereka sendiri. Di sisi lain, NASA telah mengungkapkan prototipe kerja untuk pakaian antariksa rancangan baru yang akan dikenakan astronaut mereka selama misi Artemis III yang bakal berlangsung pada 2025. Demikian dikabarkan Yahoo!.

Baca juga:

Bagaimana Astronot Muslim Berpuasa di Ruang Angkasa?

Lapisan terluar akan tetap berwarna putih. (Foto: Axiom Space Inc.)

Misi itu akan menjadi pendaratan Bulan pertama yang dipimpin manusia oleh badan tersebut sejak penerbangan Apollo terakhir pada tahun 1972 silam. Adapun desain pakaian astronot NASA lebih ramping dari setelan SpaceX dan tidak seperti setelan Blue Origin.

Prototipe seragam astronot yang dirancang oleh perusahaan kedirgantaraan yang berbasis di Houston Axiom Space itu, menampilkan kain hitam pekat dengan detail oranye terang dan biru langit di bahu, lutut, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.

Selain itu, ada pula logo Axiom besar yang tercetak overlay berbentu V di tengah dada. Desain ini, bagaimanapun, lebih merupakan penutup debu. Sementara, setelan yang sebenarnya akan memiliki lapisan luar berwarna putih untuk memantulkan panasdari matahari.

Baca juga:

Astronot NASA Mark Vande Hei Pecahkan Rekor Terlama di Luar Angkasa

Axiom berkolaborasi pada dengan desainer kostum Esther Marquis dari serial fiksi ilmiah Apple TV+ 'For All Mankind', sebuah cerita sejarah alternatif tentang bagaimana eksplorasi ruang angkasa mungkin terjadi jika Soviet telah mendarat di Bulan sebelum orang Amerika pada 1969.

Tentu saja, setelan baru NASA lebih dari sekadar keterlibatan perancang kostum. Seperti Nicholas de Monchaux, kepala arsitektur di MIT dan penulis buku tentang pakaian antariksa Apollo, menjelaskan bahwa setelan itu benar-benar bukan sekadar pakaian ruang angkasa, itu punya banyak fungsi kritis.

Adapun pakaian bulan Artemis II yang asli, desainnya yang fleksibel dimaksudkan untuk mengakomodasi berbagai anggota awak; itu juga pakaian luar angkasa NASA pertama yang dirancang khusus agar sesuai dengan wanita. (waf)

Baca juga:

Sejarah Baru! Astronot Berhasil Membuat Biskuit Cokelat di Luar Angkasa

#Sains #NASA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Gunung Es A-81 Lepas dari Lapisan Utama dan Pecah di Antartika, Terancam Hancur di Atlantik Selatan
Ikuti perjalanan epik Gunung Es A-81 yang lepas dari Antartika dan kini mengarungi Samudra Atlantik Selatan. Temukan fakta mengejutkan di balik fenomena ini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Oktober 2026
Gunung Es A-81 Lepas dari Lapisan Utama dan Pecah di Antartika, Terancam Hancur di Atlantik Selatan
Dunia
Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Penilaian dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menemukan 96 persen sistem terumbu karang air dangkal kritis dan dapat lenyap pada 2075.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
 Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Lifestyle
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Wahana penjelajah NASA, Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER), dijadwalkan untuk memulai misi ke wilayah kutub selatan bulan pada 2027.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Lifestyle
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Jika berhasil, ini akan menjadi kali pertama sampel dari Mars atau bulan-bulannya dikembalikan untuk dianalisis di laboratorium di Bumi.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Dunia
Rekor Gila! Misi SpaceX Crew-13 NASA Tembus ISS Cuma 7 Jam, Tercepat Sepanjang Sejarah AS
Misi SpaceX Crew-13 NASA baru saja memecahkan rekor penerbangan tercepat Amerika Serikat ke ISS hanya dalam 7 jam 55 menit. Cek fakta di balik rekor kecepatan ini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Rekor Gila! Misi SpaceX Crew-13 NASA Tembus ISS Cuma 7 Jam, Tercepat Sepanjang Sejarah AS
Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Indonesia
Temuan Praktisi Indonesia di Sistem NASA Berpotensi Paparkan Lebih dari 5.000 Kredensial
Praktisi keamanan siber Indonesia Stephanus Sunarto Purnomo menemukan celah pada sistem NASA yang berpotensi memaparkan lebih dari 5.000 credential records.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Temuan Praktisi Indonesia di Sistem NASA Berpotensi Paparkan Lebih dari 5.000 Kredensial
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Bagikan