Namanya Gantikan Jalan Senen Raya, Kenal Lebih Dalam Sosok Bang Pi`ie Bang Pi`ie jagoan Senen. (Foto: MP/Fikri)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil satu per satu plang jalan lalu menancapkannya erat. Plang tersebut berisi nama tokoh-tokoh Betawi. Penancapan plang tersebut menandai peresmian 22 nama baru bagi jalan, gedung, dan zona khusus pada enam kabupaten dan kota di Jakarta.

"Kita berharap generasi sekarang, pada saat melihat nama sebuah jalan, maka mereka terinspirasi, belajar tentang sejarah hidupnya (tokoh-tokoh Betawi)," kata Anies di Kantor Unit Pengelola Perkampungan Budaya Betawi, Jakarta Selatan, (20/6).

Baca juga:

Masa Kecil 'Raja Copet Senen' Bang Pi`ie

Di antara nama-nama tokoh Betawi tersebut, terpampang nama H Imam Sapi`ie menjadi nama jalan menggantikan Jalan Senen Raya. Lantas, siapa dan apa hubungannya dengan daerah Senen?

H Imam Sapi`ie acap dipangil Bang Pi`ie. Sosoknya justru sangat lekat dengan kawasan Senen, Jakarta Pusat, bahkan disebut sebagai 'Buaya Senen'.

bang pi`ie
Keramaian Pasar Senen dibelah jalur rel kereta api. (KITLV)

Lelaki kelahiran Kampung Bangka, Kebayoran Baru, 27 Agustus 1918, tersebut mulai punya nama meski masih terhitung bocah di Senen ketika berhasil mengalahkan Muhayar.

Keramaian pasar Senen terhenti lantaran ada pertarungan sengit antara Pi`ie dengan Muhayar. Pi`ie berperawakan kecil tak gentar menerima serangan Muhayar. Mereka mengeluarkan jurus andalan masing-masing. Dengan tusukan pisau, menurut Jerome Tadie pada Wilayah Kekerasan di Jakarta, Pi`ie berhasil membunuh Muhayar. Alih kekuasaan pun terjadi.

Baca juga:

Bang Pi`ie Kecil-Kecil Buaya Pasar Senen

Sejak tak ada lagi tandingan di wilayah Senen, seluruh pelaku 'dunia bawah tanah' daerah di masa lalu bernama Vinckepasser lantas berkhidmat kepada Pi`ie.

Sejak saat itu, nama Pi'ie kesohor sebagai 'Buaya Senen'. Sebutan Buaya bermakna lihai, pandai, ahli, maestro, seperti Buaya Keroncong bermakna masetro keroncong. Pi`ie melesat sebagai tokoh sentral di 'dunia bawah' Jakarta.

Bang Pi`ie membuat kelompok Kumpulan 4 Sen, seturut Abdul Haris Nasution, dalam bukunya Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 4 (Masa Pancaroba Kedua), mengorganisasi pedagang sayur, asongan, kaki lima, hingga tukang kuli untuk mengumpulkan iuran empat sen bagi begundal Pasar Senen. Tujuannya sebagai 'bayaran' untuk meredam keonaran para bandit.

bang pi`ie
Bang Pi`ie Buaya Senen. (Foto: Kolase Foto Dokumen Keluarga Imam Sjafei)

"Orang tua-tua Senen menyebut Pasukan Sebenggol," kata Wenri Wanhar, penulis Gedoran Depok: Revolusi Sosial di Tepi Jakarta 1945-1955, kepada Merahputih.com.

Di Senen, posisi Bang Pi`ie semakin kuat, lanjut Wenri Wanhar, lantaran disokong sekondannya, Bang Amat Bey atau tersohor berasama Mat Bendot. Keduanya saling mengisi, lalu bergabung dalam Oesaha Pemuda Indonesia (OPI). Bang Pi'ie tercatat sebagai ketua OPI.

"Bang Pi`ie dan Mat Bendot hampir selalu berdua. Waktu menikah dan sudah punya anak, keduanya punya rumah bersebelahan di wilayah Bungur, Senen," kata Wenri.

Persentuhan Pi`ie dengan politik, lanjut Wenri, tak terlepas dari peran Rachman Zakir, mahasiswa Ika Daigaku (Sekolah Kedokteran Tinggi di masa Pendudukan Jepang) pimpinan Angkatan Pemuda Indonesia (API) daerah Senen.

bang pi`ie
Situasi Pasar Senen di zaman revolusi. (Foto: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen)

Para jago, sambung Wenri, bisa beroleh bekal tentang situasi politik nasional termasuk koordinasi di antara badan-badan perjuangan kelaskaran berkat orang-orang 'bawah tanah' para pemuda 'nakal' berhimpun pada API.

"Kebencian para jago terhadap aparat keamanan di masa Belanda dan Jepang disulut para pemuda revolusioner sehingga mereka siap berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan," kata jurnalis sejarah berkumis baplang tersebut.

Di masa merebut hingga mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, sepak terjang pasukan berisi copet, gelandangan, rampok, bahkan pelacur Senen pimpinan Bang Pi`ie acap membuat tentara NICA kerepotan.

Setelah Indonesia merdeka, Bang Pi`ie membentuk Corps Bambu Runcing (Cobra) pada 1949. Anggotanya merupakan bagian pejuang revolusi nan tak terserap program Rekonstruksi Rasionalisasi (RERA) Mohammad Hatta, sehingga kandas bergabung ke dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sebagai organisasi, Cobra punya aturan baku kepada setiap anggota. Jika ada anggotanya melakukan tindak pencurian, maka Cobra akan menyerahkan kepada polisi. Selain itu, apabila ada anggotanya dianggap kurang baik atau tidak disiplin, misalnya mengambil atau mencuri milik anggota lain maka akan dipukul dengan ekor ikan pari sebanyak dua sampai tiga kali atau lebih.

bang pi`ie
Seorang nenek sedang membeli makanan di Pasar Senen. (KITLV)

Selain jasa keamanan, Cobra juga membuka tempat perjudian di Jakarta, meliputi Glodok, Tanah Tinggi, dan Jatinegara. Tempat perjudian mereka bahkan dapat berpindah di lain lokasi, semisal Tugu, Puncak, Jawa Barat.

Sepak terjang Cobra kemudian menyurut seiring pergantian politik di tingkat Nasional, terutama imbas Gerakan 30 September 1965. Bang Pi`ie sebagai loyalis dan Menteri Keamanan Urusan Keamanan Rakyat ikut dijebloskan Orde Baru masuk bui.

Cobra kehilangan bukan cuma ketua, melainkan sosok kharimastik. Seturut pula, setelah persitiwa G 30 S, anggota Cobra khawatir dicap komunis. Mereka bahkan membakar semua dokumen terkait Cobra untuk menghilangkan bukti.

Bang Pi`ie tutup usia pada 9 September 1982 di rumahnya Jalan Wijaya 9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, lantas dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan nisan tertera Letkol Imam Sjafeei, terdaftar sebagai anggota Angkatan Darat bernomor registrasi AD 14157. (*)

Baca juga:

Aksi Bang Pi`ie Jago Revolusi

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Siapa Si Buta Dari Gua Hantu?
Indonesiaku
Siapa Si Buta Dari Gua Hantu?

Si Buta Dari Gua Hantu garapan Ganesh TH. "Inilah perbuatan Si Raja Gagak bersarang di air terjun 'Gua Hantu' di atas gunung sana"

Yang Harus Diperhatikan Dunia Pariwisata di Tahun 2022
Travel
Yang Harus Diperhatikan Dunia Pariwisata di Tahun 2022

Dunia perlu lebih adaptif dengan perubahan yang terjadi pasca-pandemi.

Pembinaan Tepat akan Dongkrak Sektor Pariwisata
Travel
Pembinaan Tepat akan Dongkrak Sektor Pariwisata

Usaha untuk memulihkan sektor wisata yang terdampak pandemi.

Taman Mini Indonesia Indah, Kemolekan Nusantara yang Rusuh di Awal Pembangunan
Travel
Taman Mini Indonesia Indah, Kemolekan Nusantara yang Rusuh di Awal Pembangunan

Gerakan menentang pembangunan TMII kala itu berasal dari mahasiswa, intelektual dan tokoh masyarakat lainnya.

Wisatawan ke Malioboro Dibatasi Waktunya Maksimal 2 Jam
Travel
Wisatawan ke Malioboro Dibatasi Waktunya Maksimal 2 Jam

Wisatawan diberi waktu maksimal dua jam untuk jalan-jalan dan berbelanja di kawasan legendaris ini.

 Menyingkap Misteri Muasal Inspirasi Tokoh Si Buta Dari Gua Hantu
Indonesiaku
Menyingkap Misteri Muasal Inspirasi Tokoh Si Buta Dari Gua Hantu

Terkhusus sosok koboi buta bersama seekor anjing di film tersebut barkait erat dengan mendiang ayahnya.

Coffee Shop Kekinian Selaraskan Budaya WFA
Kuliner
Coffee Shop Kekinian Selaraskan Budaya WFA

Tawarkan beragam specialty coffee.

Satta, Anggota Termuda dalam Rombongan Seba Baduy
Tradisi
Satta, Anggota Termuda dalam Rombongan Seba Baduy

Seba Baduy kali ini hanya dilaksanakan 140 orang saja.

Apa Saja Perbedaan Gundala Versi Klasik Versus Film Joko Anwar?
Indonesiaku
Menelusuri Vila Otentik di Bali, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun
Travel
Menelusuri Vila Otentik di Bali, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

Beberapa orang berencana liburan akhir tahun ke Bali.