Microsoft Gantikan Jurnalisnya dengan Robot Apakah profesi jurnalis terancam punah? (Foto: The August)

KECANGGIHAN teknologi tampaknya tidak selalu menjadi kabar baik bagi umat manusia. Robot yang semakin pintar memang mampu mempermudah pekerjaan manusia. Di lain sisi, kehadiran robot yang semakin canggih nyatanya membuat sebagian manusia tidak dibutuhkan lagi untuk bekerja.

Dilansir The Verge, Microsoft telah memberhentikan puluhan jurnalis dan editor pada bagian Microsoft News dan MSN. Hal itu disebabkan Microsoft kini bergantung pada kemampuan artificial intelligence (AI) untuk memilih berita dan konten yang akan ditampilkan pada MSN.com, Microsoft Edge Browser, dan Microsoft News. Karyawan yang diberhentikan sebagian besar ialah yang berada di divisi SANE (search, ads, news, dan edge).

Baca juga:

Bos Lama Peter Parker Kembali, J.K. Simmons Bakal Hadir di Film Spider-man Terbaru

"Sama halnya dengan perusahaan lainnya, kami mengevaluasi bisnis kami secara berkala," ungkap juru bicara Microsoft. Perusahaan teknologi multinasional yang berdiri sejak 1975 itu mengklaim keputusan tersebut tidak dipengaruhi pandemi COVID-19.

Jurnalis Microsoft di PHK dan digantikan robot. (Foto: The Guardian)
Jurnalis Microsoft terkena PHK dan digantikan robot. (Foto: The Guardian)

Microsoft sendiri telah berkecimpung dalam bisnis media selama lebih dari 25 tahun. Perusahaan yang ditemukan oleh Bill Gates dan Paul Allen ini merilis MSN pada 1995 dan Microsoft News pada 2018.

Baca juga:

Canggih! Kamera OnePlus 8 Pro Bisa Lihat Pakaian Tembus Pandang

Saat ini, laman The Guardian menyatakan ada 27 karyawan Microsoft yang kehilangan pekerjaannya. Di masa depan, angka itu pasti akan terus bertambah setelah penerapan AI semakin meluas.

"Aku menghabiskan seluruh waktuku membaca mengenai bagaimana otomatisasi dan AI akan mengambil alih pekerjaan kami. Lihatlah aku sekarang. AI telah mengambil pekerjaanku," ungkap salah seorang pekerja Microsoft yang di-PHK kepada The Guardian.

Kecanggihan teknologi mulai merugikan manusia. (Foto: Latestly)
Kecanggihan teknologi mulai merugikan manusia. (Foto: Latestly)

Telah banyak tercatat perusahaan-perusahaan teknologi yang menaruh harapan pada AI untuk bidang jurnalistik, salah satunya ialah Google. Dilansir dari Blog.google, Google telah berinvestasi dalam beberapa proyek yang mengembangkan penerapan AI dalam bidang jurnalistik. Meski begitu, sampai saat ini belum ada upaya untuk mengotomatiskan penulisan artikel.

Menurutmu, apakah jurnalis robot bisa menggantikan jurnalis manusia? (shn)

Baca juga:

Samsung Bakal Hadirkan Fitur Kamera 150 Megapixel untuk Model Galaxy S



Shenna

LAINNYA DARI MERAH PUTIH