Menurut Dokter, ini Penyebab Durasi Pendek Haid

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 16 November 2023
Menurut Dokter, ini Penyebab Durasi Pendek Haid

Faktor strtes turut mempengaruhi durasi haid. (Pexels/Sora Shimazaki)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEREMPUAN terkadang mengalami dursi pendek saat datang bulan. Tentunya membuat seorang perempuan panik. Pastinya ada penyebabnya.

Apakah sebenarnya penyebab dari durasi waktu menstruasi kamu yang mendadak pendek? Ini penjelasannya.

Baca Juga:
Kiat Atasi Sakit Perut Haid Hari Pertama

haid
Ada berbagai faktor yang mempenbgaruhi durasi haid pendek. (Pexels/Sora Shimazaki)

Stres

Stres merupakan salah satu masalah kronis yang sering dialami perempuan. Tidak hanya mengacaukan suasana hati tetapi juga dapat mengacaukan jadwal kerja dari menstruasi. "Stres dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, yang menyebabkan periode menstruasi yang lebih pendek," kata dokter kandungan Stephanie Hack, MD/MPH, FACOG, pada byrdie.

Usia

Tidak hanya stres, tetapi faktor usia memainkan peran dalam durasi menstruasi yang mendadak pendek ini. "Seiring bertambahnya usia seorang wanita, siklus menstruasinya mungkin menjadi lebih pendek. Hal ini sering terlihat pada usia 40-an, terutama pada tahun-tahun menjelang menopause," jelas Hack.

Menurutnya hal ini normal jika aliran menstruasi bervariasi dari bulan ke bulan dan berubah dari waktu ke waktu.

Berat badan

Jika kamu mengalami penurunan berat badan dan kenaikan berat badan dan waktu datang bulan kamu menjadi pendek berarti hal tersebut merupakan faktornya. "Penurunan atau kenaikan berat badan yang cepat dapat memengaruhi kadar hormon dan menyebabkan periode menstruasi yang lebih pendek,” jelas Hack.

Kemungkinan tubuh kamu memproduksi lebih banyak atau lebih sedikit estrogen, sehingga sulit untuk menyeimbangkan siklus normal kamu.

Baca Juga:

Darah Haid Berwarna Hitam? Berbahayakah?

haid
kemungkinan karena terjadi peradangan, endometriosis, atau penyakit menular seksual . (freepik/freepik)

Jaringan parut dan rahim

Bagi kamu yang tidak selalu sering mengalami keterlambatan, kemungkinan disebabkan oleh prosedur media, seperti jaringan parut rahim atau lapisan rahim yang trauma. Penyebab dari hal ini kemungkinan karena terjadi peradangan, endometriosis, atau penyakit menular seksual seperti klamidia yang dapat menyebabkan durasi waktu datang bulan kamu menjadi singkat. Salah satu dampaknya adalah kemandulan yang dikarenakan suplai darah ke rahim tidak ideal.

Olahraga

Jika kamu sering menghabiskan banyak waktu untuk berolahraga, dapat pula membuat durasi datang bulan yang singkat apalagi olahraga kamu yang intens dari hari ke hari. "Olahraga yang teratur dan intens juga dapat memengaruhi hormon dan menyebabkan periode menstruasi yang lebih pendek," kata Hack. "Jika seseorang menjalani latihan berat, menstruasi mereka bisa hilang sama sekali."

Dinukil dari laman Halodoc, bahwa sangatlah penting untuk mengetahui batas telat haid. Sehingga tahu kapan harus pergi ke rumah sakit. Jangan dibiarkan berlarut, sebab bisa jadi hal ini merupakan tanda penyakit. Pemeriksaan ke dokter harus dilakukan jika telat haid terjadi dalam waktu yang tidak wajar, misalnya lebih dari 90 hari. Selain itu, segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika siklus haid terjadi dengan tidak normal, pendarahan berlebihan, atau haid yang tiba-tiba berhenti.

Maka, yang perlu kamu lakukan adalah dengan menerapkan hidup sehat dalam rutinitas kamu sehari-hari. Jika kamu sudah menghindari beberapa penyebab di atas dan masih terlambat juga, sebaiknya kamu menanyakan kepada dokter spesialis kebidanan kandungan. (nda)

Baca Juga:

Penyebab Diare saat Haid dan Cara Mengatasinya

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan