Mengunyah Es Batu? Buruk Bagi tumbuh Kembang Anak Jangan pernah mengunyah es batu! (Foto: Pexels/Pixabay)

MENAMBAHKAN es batu ke dalam minuman sungguh sangat menyegarkan, apalagi di saat udara panas. Tidak jarang es batu dikonsumsi secara langsung. Kebiasaan ini sering dilakukan saat minuman habis. Padahal, terdapat efek yang kurang baik bagi kesehatan tubuh. Kandungan yang tidak diketahui serta kontaminasi dengan udara menjadi penyebabnya.

Dilansir dari laman alodokter, terdapat beberapa alasan kesehatan mengkonsumsi es batu secara langsung. Salah satunya bisa menjadi sumber penyakit berbahaya bagi ibu hamil.

Baca Juga:

Dapatkan Tidur Malam Berkualitas dengan Melakukan 5 Cara Ini

1. Tanda permulaan penyakit

penyakit
Mengunyah es batu bisa menunjukan adanya penyakit dalam tubuh. (Foto: Pexels/rawpixel.com)


Sering memakan es batu bisa jadi kebiasaan atau tanda penderita penyakit tertentu. Salah satunya menderita anemia defisiensi besi. Penderita anemia mengalami kekurangan asupan zat besi sehingga produksi sel darah merah menurun. Sementara pasokan darah merah memiliki peran penting untuk memompa oksigen yang disebarkan ke seluruh tubuh.

Maka dari itu, banyak penderita yang mengonsumsi es batu untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Untuk mengenal tanda awal anemia, biasanya penderita akan mengalami bibir kering, pucat, kuku mudah rapuh, pembengkakan lidah. Meski begitu, penderita anemia yang mengonsumsi es batu berlebihan bisa berdampak buruk.


2. Menghambat tumbuh kembang

anak
Kebiasaaan anak-anak mengunyah es batu dapat berpengaruh pada tumbuh kembangnya. (Foto: Pexels/Oleksandr Pidvalnyi)


Mengunyah es batu secara berlebihan bisa memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan seseorang, terutama pada anak-anak. Mengunyah es batu bisa mengikis, mematahkan hingga merusak gigi anak. Terburuknya, bisa merusak saraf gigi hingga memerlukan perawatan Root Canal Treatment (RCT) dengan biaya mahal. Tak hanya itu, mengunyah es batu juga bisa membakar kalori dan menghambat aliran peredaran darah. Kalau berlebihan, anak akan mengalami penurunaan berat badan secara terus menerus hingga terjadi penurunan metabolisme tubuh.


Baca Juga:

Jutaan Plastik Mikro Bisa Jadi Ada dalam Tehmu


3. Mengancam kesehatan ibu hamil

hamil
Berdampak mengganggu kesehatan ibu hamil. (Foto: Pixabay/pedroserapio)


Data dari laman alodokter, sekitar 41,8 persen ibu hamil di dunia dan 37,1 persennya di Indonesia yang mengalami anemia. Bahayanya, anemia bisa memengaruhi tumbuh kembang janin. Ibu hamil berstatus penderita anemia defisiensi besi berisiko terjadi kelahiran prematur dengan berat badan bayi yang rendah. Penting untuk selalu memeriksakan kandungan secara rutin, guna memastikan asupan besi tercukupi.

Alasan ibu hamil yang gemar makan es batu, mungkin saja dikarenakan mengalami masalah psikologis. Biasa dikenal dengan istilah pica, keadaan seseorang yang konsumsi sesuatu secara berlebihan dan tak wajar. Di antaranya kertas, puntung rokok, kapur, uang logam, es batu dan lainnya.


4. Mengganggu sistem kerja jantung

sakit
Jantung akan memompa darah lebih cepat karena kekurangan oksigen. (Foto: Pexels/Pixabay)


Penderita anemia defisiensi besi yang mengunyah es batu berlebihan juga bisa menggangu sistem kerja jantung. Menurunnya pasokan oksigen karena kekurangan sel darah merah merangsang jantung untuk memompa darah lebih cepat. Guna memenuhi asupan oksigen dalam tubuh secara menyeluruh. Kerja jantung yang lebih keras bisa mengakibatkan pembesaran atau pembengkakan jantung. Bahayanya, berujung pada gagal jantung hingga kematian. (Dys)

Baca Juga:

Jangan Salah, Begini Cara Menyikat Gigi yang Benar



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH