Mengenal Pesona Ikan Cupang dari Komunitas Cupang Sahabat Tangsel Ikan cupang saat ini sedang tren di budidayakan atau dijual. (Foto: Pixabay/ivabalk)

CUPANG belakangan kembali digemari oleh banyak masyrakat sebagai ikan hias yang indah. Hal apa yang membuatnya lebih menarik dari ikan lainnya? Ikan cupang (betta fish) merupakan ikan air tawar yang memiliki bentuk sirip dan ekor dengan beragam warna yang menarik.

Habitat asli ikan cupang berada di Asia Tenggara, seperti Brunei Darussalam, Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Vietnam. Ikan ini hidup bisa di selokan atau sawah-sawah yang dialiri air.

Baca juga:

Tidak Hanya Estetis, Tanaman Hias Indoor Baik untuk Kesehatan

Jenis ikan cupang terbagi menjadi tiga, yaitu cupang hias, liar, dan aduan. Cupang hias yang paling sering ditemui juga memiliki banyak jenisnya. Tidak semua ikan cupang memiliki ekor yang mekar besar, ada pula yang mekarnya tidak terlalu besar.

Mengenal Pesona Ikan Cupang dari Komunitas Cupang Sahabat Tangsel
Ikan Cupang dengan jenis crown tail. (Foto: pixabay/ivabalk)

Cupang hias yang umumnya memiliki ekor yang mekarnya besar seperti halfmoon, crown tail, big ear, double tail, dan paradise.

Untuk ikan cupang aduan, ekor mereka lebih kecil, contohnya plakat, coccina, belicca, dan tasyaee. Selain itu, cupang aduan juga memiliki mulut yang lebih besar dengan gerakan yang gesit.

Sedangkan ikan cupang liar merupakan cupang yang murni belum ada persilangan, jenis ini yang biasa banyak ditemukan di persawahan.

Sekarang budidaya untuk ikan cupang sudah banyak digeluti. Salah satu peternak ikan cupang adalah Andreawan Prasetya, salah satu moderator dari Komunitas Cupang Sahabat Tangsel di Facebook. Ia membudidayakan beragam jenis ikan cupang, bahkan ada yang diikutsertakan untuk lomba.

Mengenal Pesona Ikan Cupang dari Komunitas Cupang Sahabat Tangsel
Salah satu ikan cupang berekor pendek. (Foto: Pixabay/nicefishes)

"Rawatnya gampang. Gak perlu water pump, tapi gak enaknya cuma single tank. Gak bisa dicampur. (Rawatnya) pakai daun ketapang sama garam ikan aja udah cukup," ungkap Andreawan.

Jika kamu sering melihat banyak toples berisikan air yang disusun begitu banyak. Kemungkinan besar, pemilik toples tersebut sedang membudidayakan ikan cupang.

Tidak hanya cupang aduan yang sering bertengkar, tetapi semua ikan cupang memang sebenarnya lumayan agresif. Mereka tidak suka hidup bebarengan, tetapi lebih suka membuat wilayah sendiri. Karena itu, kalau mereka saling menyerang artinya mereka sedang mempertahankan wilayahnya.

Ikan cupang memiliki dua cara dalam berkembang biak, seperti mouth breeder yang mengerami telurnya di dalam mulutnya.

Ada juga yang menggunakan busa (bubble nest) sebagai sarangnya. Salah satu cupang asli Indonesia, jenis betta channoides yang hidup di Kalimantan merupakan salah satu yang berkembang biak dengan cara mouth breeder.

Mengenal Pesona Ikan Cupang dari Komunitas Cupang Sahabat Tangsel
Bubble nest (busa) yang dilakukan oleh ikan cupang sebagai salah satu berkembang biak. (Foto: nippyfish.net)

Tidak semua ikan cupang memiliki beragam warna di tubuhnya. Ada dari mereka yang hanya memiliki satu warna. Jadi, jangan heran kalau melihat ikan cupang tidak memiliki warna meriah, karena memang ada yang hanya memiliki satu warna dari mulut hingga ekor.

Selain itu, ikan yang memiliki nama latin betta sp. ini pada saat lahir cenderung tidak memiliki warna atau masih putih pucat. Di usia satu bulan, akan muncul satu warna dan akan 'matang' pada umur empat bulan.

Namun, untuk ikan yang hanya memiliki satu warna, dari umur satu bulan warnanya memang sudah muncul dan penuh. Mereka yang memiliki beragam warna hanya akan terlihat sedikit coraknya bulan awal.

Hal menarik lainnya dari ikan cupang adalah ternyata ikan cupang alam memiliki warna yang lebih pekat daripada ikan cupang hias.

Baca juga:

Nih Bedanya Brompton Tipe S, M, P, dan H

Salah satu peternak ikan cupang alam asal Thailand, Dellas Ranau Eka Putra menjelaskan ikan cupang alam merupakan ikan dengan ekor pendek dan tidak ada versi ekor panjangnya.

"Di Indonesia pemainnya masih sedikit. Terus, pangsa pasar ekspor ke luar tuh permintaan banyak, sedangkan di Indonesia masih sedikit yang main. Peluang bisnisnya bagus," ungkap Dellas.

Ikan cupang alam yang dibudidaya oleh Dellas paling murahnya seharga 50 ribu rupiah, sedangkan paling mahal seharga Rp2,5 juta sepasang.

Cupang hias yang terawat dan memiliki ekor panjang paling murah dijual dengan harga Rp150 ribu sepasang. Harga penjualan akan lebih mahal jika pernah ikut lomba kecantikan. Selain itu, ikan dengan warna lebih dari satu juga akan lebih mahal harganya karena lebih banyak peminatnya.

Mengenal Pesona Ikan Cupang dari Komunitas Cupang Sahabat Tangsel
Membedakan ikan cupang betina dan jantan. (Foto: nippyfish.net)

Tahukah kamu, ikan cupang yang dijual biasanya yang berjenis kelamin jantan? Para penjual menjual ikan cupang jantan lebih banyak daripada yang betina.

Menurut Dellas, ikan cupang betina sudah seperti pabriknya mereka untuk berternak. Kalau pun ada yang menjual ikan cupang betina, harganya akan lebih mahal dua hingga tiga kali lipat daripada yang jantan. Wah, gak nyangka ya.

Lalu, bagaimana cara membedakan yang jantan dan betina? Dilansir dari thesprucepets, warna ikan cupang betina umumnya lebih pucat, adanya garis vertikal di tubuh saat siap untuk dikawinkan, tubuhnya lebih pendek dan lebar, dan adanya tempat untuk bertelur.

Warna dari ikan cupang jantan pun lebih keluar dan pekat sehingga lebih banyak dijual. Warna dari ikan cupang biasanya semakin tua akan semakin tebal.

Untuk makanannya, ikan cupang bisa memakan segala jenis makanan untuk ikan kecil. Dellas sendiri memberi makan ikan cupang alamnya dengan udang yang telah di blender.

Berbeda dengan Andreawan yang memberi makan ikannya dengan pakan hidup seperti jentik nyamuk dan cacing. Jika tidak ingin terlalu ribet, bisa menggantinya dengan cacing kering atau pelet ikan biasa. (may)

Baca juga:

Menuai Berbagai Manfaat dari Bercocok Tanam


Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH