Mengenal Deretan Duel Unik di Negeri Aing Negeri Aing memiliki sejumlah duel unik yang tidak ada negara lainnya (Foto: instagram @dedisiartawan)

NEGERI Aing memiliki sejumlah duel yang cukup menarik. Duel yang dimaksud bukanlah duel biasa seperti duel tinju, duel gulat atau duel senjata api layaknya di film koboy.

Duel khas Negeri Aing yakni sejumlah tradisi duel unik yang memiliki makna mendalam di baliknya. Bukan sekadar adu kuat dan adu hebat, tapi tersirat pesan positif di balik duel tradisional khas Negeri Aing.

Baca Juga:

Dangdut, Musik yang Disukai Semua Kalangan di Negeri Aing

1. Perang Pandan

Perang Pandan menggunakan pandan berduri sebagai alat atau senjata untuk berperang (Foto: instagram @matursukmadaribali)

Perang pandan merupakan salah satu tradisi yang ada di Desa Tenganan, Kecamatan Karangasem, Bali. Perang ini disebut juga dengna istilah makere-kere.

Perang pandan merupakan salah satu tradisi yang dilakukan untuk menghormati dewa Indra atau Dewa perang. Perang pandan adalah bagian dari ritual Sasihh Sembah, ritual terbesar yang ada di Desa Tenganan.

Tradisi perang pandan, dilakukan dengan menggunakan pandan berduri sebagai alat atau senjata untuk berperang. Pandan berduri yang dipakai adalah pandan yang sudah diikat sehingga berbentuk seperti gada.

Para peserta perang pandan pun menggunakan sebuah tameng, yang digunakan untuk melindungi diri dari serangan lawan. Tameng tersebut terbuat dari rotan yang dianyam.

Perang pandan diiringi dengan musik gamelan seloding. Yakni alat musik di daerah Tenganan, yang hanya bisa dimainkan oleh orang yang disucikan.

Alat musik tersebut tak sembarang dimainkan, khusus untuk acara tertentu saja. Alat tersebut memiliki pantangan yang tidak boleh dilanggar, yakni tidak boleh menyentuh tanah.

Peserta perang pandan dilakukan oleh pemuda desa Tenganan dan luar desa Tenganan. Aturan mainnya, pemuda dari dalam desa berperan sebagai peserta perang pandan, sedangkan pemuda dari luar desa sebagai peserta pendukung.

Anak-anak yang mulai beranjak dewasa pun sudah bisa ambil bagian dari upacara tersebut. Karena, upacara perang pandan itu bisa menjadi simbol seorang anak sudah beranjak dewasa.

Peserta perang pandan akan menari-nari kemudian sesekali menyabetkan pandan berduri pada peserta lainnya dalam satu menit, lalu bergantian dengan pasangan lain.

Meskipun tubuhnya berdarah, para peserta tetap terlihat senang, karena hal tersebut adalah salah satu ungkapan syukur mereka dan cara menghormati Dewa Indra. Setelah perang selesai peserta yang terluka diolesi ramuan tradisional yang terbuat dari kunyit.

Kendati peserta terluka, tetapi tidak ada dendam di antara peserta. Hal itu disimbolkan dengan megibung, makan bersama yang menunjukkan kebersamaan.

2. Sepakbola Api

Permainan bola a(Foto: instagram @yahcya.id)

Negeri Aing memiliki permainan sepakbola yang cukup ekstrem, yakni bola api. Permainan ini cukup populer di Pulau Jawa, biasanya dimainkan oleh murid-murid Pesantren. Bola dalam permainan ini terbuat dari kelapa tua, yang sebelumnya telah dibuang airnya.

Kemudian, bongkahan sabut yang berbentuk bundar direndam selama beberapa hari di dalam minyak tanah. Hal itu agar minyak tanah terserap oleh serat-seratnya, agar bisa terbakar.

Seperti permainan sepakbola pada umumnya, pemenang dalam permainan ini ditentukan lewat gol yang dihasilkan. Tapi, ada beberapa hal yang sedikit berbeda dari sepakbola biasa.

Perbedaan yang begitu kontras yakni pada jumlah pemain. Karena pemain yang turun ke lapangan hanya sekitar 5 orang. Menariknya para pemain juga tidak menggunakan alas kaki. Karena sifatnya hiburan, durasi permainan bola api juga fleksibel, tak ada aturan baku soal waktu permainan.

Namun ada sebuah larangan penting yang perlu diketahui, yakni larangan menyundul bola. Karena cipratan api bisa terkan wajah atau mata bila kamu menyundul bola.

Sebelum bermain bola api, para pemain biasanya melakukan ritual khusus. Kemudian, sebelum benar-benar turun ke lapangan, pemain umumnya memakaikan minyak kelapa pada tangan maupun kaki guna mengurangi potensi kulit yang terbakar.

Meski terbilang berbahaya, tapi permainan sepakbola api penuh dengan pesan moral. Keberanian dan keyakinan merupakan modal utama yang harus dimiliki untuk ikut bermain bola api. Seperti sepakbola biasa, permainan ini pun menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.

Selain itu, lantaran tingkat cedera yang cukup tinggi, para pemain dituntut untuk berkompetisi, namun tetap memperhatikan keselamatan teman atau lawan. Karena kemenangan bukanlah satu-satunya yang dikejar dalam permainan ini.

Baca Juga:

Cuma di Negeri Aing Pesta Pernikahan Sampai Menutup Jalan

3. Perang Ketupat

Perang Ketupat bertujuan untuk meminta keselamatan dan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Foto: instagram @ini.abp_logy)

Perang ketupat merupakan acara adat di mana para peserta perang saling melempar ketupat sebagai senjata dalam perang ketupat. Tradisi Perang Ketupat bertujuan untuk meminta keselamatan dan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa, guna terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Awal mula tradisi ini yaitu di Desa Tempilang banyak anak gadis yang diambil dan dimakan siluman buaya. Kondisi Desa Tempilang kala itu sangat mencekam, sebagian masyarakat merasa ketakutan.

Guna mengatasi masalah itu, beberapa dukun berinisiatif untuk mengadakan ritual bersama, untuk mencegah terjadinya musibah yang lebih besar. Seiring perkembangan zaman, ritual itu disebut masyarakat Desa Tempilang sebagai tradisi Perang Ketupat.

Acara Perang Ketupat diselenggarakan setiap masuk Tahun Baru Islam (1 Muharam) di Pantai Tempilang, Tempilang, Bangka Barat.

Biasanya, saat acara tersebut berlangsung, masyarakat sekitar Pantai Tempilang akan membuka pintu rumah sebesar-besarnya, untuk menyambut tamu yang berkunjung ke desa mereka .

Dalam Perang Ketupat, orang-orang saling melempar ketupat ke setiap orang yang mereka temui. Acara ini cukup digemari oleh anak muda di daerah Bangka. Bahkan banyak pemuda yang sengaja datang dari jauh, bahkan pulang dari perantauan untuk menghadiri acara ini.

Simbol ketupat dalam Perang Ketupat memiliki makna mendalam. Karena ketupat dinilai memiliki makna persatuan, kesatuan, kesadaran dan gotong-royong. Selain itu, ketupat juga mempunyai makna satu keluarga dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga terciptanya kehidupan bersama. (Ryn)

Baca Juga:

Cuma di Negeri Aing, Kaleng Biskuit Isi Rengginang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bosan dengan Sate Kambing? Yuk, Buat Tengkleng Kambing Khas Solo
Kuliner
Bosan dengan Sate Kambing? Yuk, Buat Tengkleng Kambing Khas Solo

Habiskan stok daging kurbanmu selagi masih segar

Meski Perang Jawa Libur Selama Puasa, Siasat Melumpuhkan Diponegoro Justru Gencar Dilakukan (1)
Indonesiaku
Meski Perang Jawa Libur Selama Puasa, Siasat Melumpuhkan Diponegoro Justru Gencar Dilakukan (1)

Diponegoro mengaku beroleh petunjuk ilahi (wangsit) di suatu malam bulan Agustus 1829

Bali Masih Melarang Pelancong Internasional Hingga 2021
Travel
Bali Masih Melarang Pelancong Internasional Hingga 2021

Awalnya berencana dibuka kembali pada bulan September.

5 Jajanan SD dengan Kombinasi Telur, Kuliner Khas Negeri Aing
Kuliner
5 Jajanan SD dengan Kombinasi Telur, Kuliner Khas Negeri Aing

Rasanya lezat dan bisa dibuat oleh siapa saja.

Ketika Semua Kasta Menyatu dalam Obrolan Santai di Angkringan
Kuliner
Ketika Semua Kasta Menyatu dalam Obrolan Santai di Angkringan

Saat makan di angkringan, jangan heran jika ada yang menyapa atau mengajak ngobrol kita seolah sudah mengenal lama.

Foto: Tanjung Binga, Surga Ikan Asin Ada di Sana
Tradisi
Foto: Tanjung Binga, Surga Ikan Asin Ada di Sana

Tampak Udara kapal bagan yang digunakan nelayan Desa Tanjung Binga untuk melaut pada 27 Juli 2020.

Surga Ikan Asin di Tanjung Binga
Tradisi
Surga Ikan Asin di Tanjung Binga

Tak tanggung-tanggung, ikan asin yang dihasilkan oleh desa di Belitung ini memiliki pamor tersendiri. Bahkan sampai dieksport ke mancanegara

Peringati Hari Lahir Pancasila, Ormas Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Tradisi
Peringati Hari Lahir Pancasila, Ormas Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Anggota organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila melakukan tabur bunga untuk memperingati Hari Lahir Pancasila di Taman Makam Pahlawan

Mengabadikan Pembuktian Penyandang Disabilitas
Tradisi
Mengabadikan Pembuktian Penyandang Disabilitas

Warnadi menyakini apa yang dialaminya saat lahir hingga sekarang adalah sebuah Anugerah dari Tuhan.

Solo Batik Fashion 2020 akan Digelar Secara Virtual
Tradisi
Solo Batik Fashion 2020 akan Digelar Secara Virtual

Di tahun ke-12 ini SBF para penggemar hanya bisa mengikuti acara melalui live sreaming di kanal resmi YouTube milik Solo Batik Fashion 2020 dan Pariwisata Solo.