Kesehatan

CRT dengan Teknologi Multipoint Pacing Perbaiki Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 02 April 2019
CRT dengan Teknologi Multipoint Pacing Perbaiki Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung

Alat CRT dengan teknologi Multipoint Pacing (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAH merasa sesak napas dan cepat lelah? Atau mungkin kamu juga pernah merasa nafsu makan berkurang. Ditambah kamu mengalami depresi. Jika kamu merasakan salah satu gejala ini. Bisa jadi kamu terkena penyakit gagal jantung.

Gagal jantung disebabkan banyak hal. Bisa dari penyakit jantung koroner, hipertensi, hingga penyakit katup. Intinya penyakit jantung sudah mengancam berbagai negara di dunia ini. "Gagal jantung sudah merupakan pandemi global yang diderita kurang lebih 26 juta penduduk dunia," ujar dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP(K) dalam sebuah temu pers di Rumah Sakit Columbia Asia Pulomas, Selasa (2/4).

Tingkat kematian pasien gagal jantung yang dirawat di RS cukup tinggi. Sebanyak 12% pasien meninggal dunia karena penyakit tersebut. Meskipun penyakit gagal jantung dapat menyebabkan kematian. Tapi ada solusi baru untuk meningkatkan kualitas hidup. Serta harapan hidup pasien gagal jantung

.

Saat temu pers di Rumah Sakit Columbia Asia (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Jika melalui terapi obat-obatan belum ada perubahan bagi pasien gagal jantung. Pasien gagal jantung dapat memiliki harapan hidup. Dengan menggunakan inovasi teknologi bernama Cardiac Resynchronization Therapy (CRT). "Ketika obat tidak dapat memberikan prinsip tersebut. Maka dilakukan tatalaksana CRT," ujar dr. Sunu Budhi Raharjo,PhD, SpSP(K).

CRT merupakan alat berukuran kecil yang dipasang untuk mengembalikan gerak dinding jantung agar lebih sinkron. Alat ini menggunakan baterai dan dibantu dengan generator untuk mengoperasikannya. Perawatannya juga mudah.

Baca juga:

Sering Diabaikan, Tiga Gejala Penting Serangan Jantung

Ambil Jatah Libur untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Perempuan Muda Rentan Terkena Serangan Jantung?

Baterai CRT dapat bertahan hingga 8-10 tahun. Ada tiga kabel pacu pada CRT. Yang dipasangkan pada serambi kanan jantung, dan bilik kiri maupun kanan jantung. "Nanti kalau sudah lama yang diganti generatornya, bukan baterainya," papar dr. Sunu.

dr. Sunu menambahkan, CRT memiliki inovasi terbaru. Dengan menggunakan teknologi Multipoint Pacing. Teknologi terbaru ini dirancang untuk mengirimkan beberapa electrical pulses pada left ventricular (LV). Sehingga dapat membantu menghasilkan denyut jantung yang normal.

Teknologi terbaru CRT ini dapat berfungsi terhadap setiap pasien gagal jantung. Berbeda dengan CRT konvensional yang terkadang enggak merespon ke pasien gagal jantung tertentu.

Meski enggak bisa memperbaiki fungsi jantung seperti semula, CRT dapat memperbaiki kerja jantung agar sinkron (Foto: Pexels/Pixabay)

Alat tersebut juga pertama kali hadir di Indonesia. Yang hanya dapat kamu temukan di Rumah Sakit Columbia Asia Pulomas, Jakarta Timur. "Ini adalah upaya kita untuk meningkatkan kualitas dan harapan hidup pasien," tambah dokter yang juga praktek di Rumah Sakit tersebut.

Sementara itu, dr. Dicky, mengatakan. Enggak semua pasien disarankan menggunakan CRT. Semua tergantung dengan jumlah fraksi ejeksi setiap pasien. Menurut dia pasien yang harus menggunakan CRT jika jumlah fraksi ejeksinya di bawah 35%. "Kalau masih antara 35-55% kita masih akan kasih obat-obatan," terang dr. Dicky.

Selain itu, kata Dr. Dicky. Pasien gagal jantung akan menjalani pemeriksaan terlebih dulu. Sebelum menggunakan CRT. Pemeriksaan tersebut termasuk melihat riwayat penyakit jantung pasien. Kemudian melakukan pemeriksaan menggunakan EKG. Setelahnya pasien juga akan melakukan pemeriksaan ECHO jantung. "Dalam satu sampai dua jam pemeriksaannya juga sudah selesai. Pasien hanya perlu menginap selama tiga malam setelah pemasangan CRT," imbuhnya.

Yang perlu kamu ketahui juga. CRT memang enggak memperbaiki fungsi jantung seperti semula. Tapi alat itu bisa mensinkronkan kerja jantung lebih efektif lagi. "Walau tidak bisa seperti semula. Tapi bisa diperbaiki," tukasnya. (ikh)

#Kesehatan #Info Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - 2 jam, 4 menit lalu
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - 2 jam, 36 menit lalu
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri
Abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih jika paparan berlangsung dalam waktu lama.
Yusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Bagikan