Top 10 Survivor of The Year
Melawan Arus, Lawless Survive dengan Unit Bisnis Baru di Tengah Pandemi board of director Lawless. (Foto Instagram/lawless.dogbar)

LAWLESS Burgerbar, Kemang, Jakarta Selatan, tampak lengang. Udara dari pendingin ruangan memantul sekat akrilik di meja menambah dingin ruangan. Beberapa pelanggan masih memasang masker menunggu antrean. Sisanya, sudah melahap cepat The Lemmy. Bicara seperlunya. Tak ada obrolan panjang. Selesai makan, langsung pergi.

Setiap pelanggan sudah mengerti aturan kenormalan baru di masa pandemi dari Lawless Burgerbar. Mereka harus mengikuti protokol kesehatan. Menjaga jarak. Harus cepat bergantian. Bahkan, banyak pelanggan memilihi take away.

Begitu pelanggan selesai makan di tempat, pramusaji sigap membersihkan meja, menyemport disinfektan, dan pelanggan baru diminta menggunakan hand sanitizer.

Tak lama berselang, di atas meja hadir The Lemmy, Mozpit mozzarella stick, dan Banana Brigade. Sajian tersebut tetap menggirukan. Namun, nuansa menyantapnya jadi jauh berbeda seperti di masa sebelum pandemi. Lawless Burgerbar tak sekadar tempat menjual burger, tetapi meramu atmofser musik, nongkrong, dan burger lezat pada satu kemasan saat makan di tempat.

Di tengah pandemi, perekonomian di seluruh dunia menurun drastis, termasuk di Indonesia. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani mengatakan ada sekitar 30 juta UMKM terpaksa harus menutup usahanya sementara karena pandemi.

Tidak bisa dipungkiri, Lawless Burgerbar juga mengalami dampaknya. Saat awal PSBB, menurut Sammy Bramantyo, salah satu Founder Lawless Jakarta, penjualan Lawless Burgerbar mengalami penurunan drastis, bahkan peluncuran Lawless Dogbar harus tertunda juga.

"(Dampak pandemi) sangat besar. Waktu PSBB 1 diberlakukan, angka penjualan kami sempat turun hingga 80 persen," jelasnya kepada MerahPutih.com ketika dihubungi via WhatsApp. "Untungnya kami bisa mengakalinya dengan strategi pemasaran dan promosi jitu," kata Sammy kepada merahputih.com.

Di masa pandemi terjadi perubahan pola konsumsi, seturut laporan BAYK Strategic Sustainability, sebanyak 59% masyarakat cenderung mengonsumsi makanan memiliki kandungan gizi cukup, praktis, dan higienis demi meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari COVID-19.

Melihat perkembangan masyarakat makin sadar terhadap kesehatan dan kebersihan, Lawless pun mengambil langkah tepat dengan cara terus berusaha menjaga kualitas sajian di tengah pengubahan beberapa aturan makan di tempat saat kenormalan baru diberlakukan imbas pandemi COVID-19.

BACA JUGA:

Usai Luncurkan Gerai Dogbar, Lawless Beranikan Diri Rambah Agroindustri

Lawless Burgerbar mengubah strategi dari menunggu pelanggan menjadi 'jemput bola' di awal masa pandemi dengan mendekatkan produk burger andalannya kepada pelanggan di beberapa titik tertentu dengan sistem pre-order.

Pelanggan telah memesan kemudian tinggal mengambil pesanannya ke titik temu nan sudah ditentukan. Beberapa lokasi jemput dipilih Lawless Burgerbar cenderung lebih terjangkau jaraknya dari pelanggan.

BACA JUGA:

Ingin Merasakan Brisket Sapi Lembut, Juicy, dan Affordable? LYMA Tempatnya

Selain itu, Lawless Burgerbar meluncurkan bahan-bahan siap saji dipasarkan secara online agar para pelanggan setia tetap bisa menikmati burger dari Lawless dari rumah sesuai aturan pemerintah. Menjual bahan mentah mulai dari patty, bun, hingga dressing khas restorannya, kemudian membiarkan pelanggan berkreasi dengan bahan-bahan tersebut.

Adaptasi di masa kenormalan baru, menurut Sammy, memang tidak mudah karena harus meriset ulang pasar dan mengatur teknis penjualan secara mendetail. Meski begitu, Lawless Burger tak pernah mundur.

Di saat banyak bisnis restoran ambruk di masa sulit pandemi, Lawless malah membuka satu unit bisnis baru khusus menjual hotdog, Lawless Dogbar.

"Kami melahirkan sebuah brand F&B baru setelah Lawless Burgerbar, Lawless Dogbar," ungkap Sammy. Gerai berlokasi di Jl. Melawai 5 Blok M/3 no. 67, Blok M, Jakarta tersebut baru saja diluncurkan pada 11 November lalu.

Sammy mengatakan gerai craft hot dog tersebut memang sudah direncanakan sejak lama, namun sempat terhenti karena pandemi.

Bukan hanya identik dengan restoran, lagu metal, dan clothing brand biasa, Lawless memang telah dianggap sebagai bagian dari lifestyle anak muda Jakarta. Didirikan Gofar Hilman, Arian, Sammy, dan Ucup pada 2011 menyusul kemudian Rony, Lawless terbentuk atas dasar ketertarikan mereka terhadap otomotif, musik, dan seni tato.

Pada awalnya, impian para pendiri Lawless sebatas menyalurkan kegemaran namun justru usahanya berkembang dan menelurkan banyak lini usaha. "Bisa hidup dari sebuah kegemaran, bisa terus berkarya, berkontribusi aktif kepada masyarakat, dan menginspirasi orang lain," ungkap Sammy. Saat sedang menjajal banyak peluang baru, pandemi COVID-19 menunda banyak rencananya.

Jatuh-bangun Lawless, terutama unit bisnis food and baverage, menjadi inspirasi anak-anak muda terutama penggemar musik cadas untuk bangkit di kondisi serbasulit.

"Tidak mudah untuk menjadi usaha bisa survive di 2020 ini. Terpaannya begitu hebat dan bertubi-tubi. Dari banjir awal tahun, pandemi COVID-19, aturan PSBB, anjuran stay at home, hingga penegakan protokol kesehatan yang sangat menyulitkan banyak usaha di kota besar," kata Sammy. MerahPutih.com, menganugerahkan Lawless pada jajaran Top 10 Survivor of The Year, selain mampu survive juga bangkit dan menginspirasi di tengah pandemi.

"Terima kasih kepada MerahPutih.com sudah memasukkan Lawless ke dalam daftar top 10-nya. Semoga kami bisa memberikan inspirasi dan semangat kepada para pengusaha dan pekerja yang terdampak, dan semoga 2021 akan menjadi tahun kebangkitan bagi kita semua," tutup Sammy. (SHN)

BACA JUGA:

Ingin Merasakan Brisket Sapi Lembut, Juicy, dan Affordable? LYMA Tempatnya

Penulis : shenna shenna
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gaya Hits Anak Perusahaan Rintisan Jakarta
Fashion
Gaya Hits Anak Perusahaan Rintisan Jakarta

Topi beanie dan celana cargo.

4 Alasan Hostel Menjadi Pilihan Terbaik bagi Travelers
Fun
4 Alasan Hostel Menjadi Pilihan Terbaik bagi Travelers

Menginap di hostel sering menjadi pilihan populer dikalangan travelers

Tom Holland dan Robert Pattinson Beradu Akting di Film 'The Devil All the Time'
ShowBiz
Tom Holland dan Robert Pattinson Beradu Akting di Film 'The Devil All the Time'

Tom Holland dan Robert Pattinson siap beraksi di film The Devil All the Time.

Permintaan Maaf Teraneh yang Pernah Dilontarkan Idola Kpop
ShowBiz
Permintaan Maaf Teraneh yang Pernah Dilontarkan Idola Kpop

Tidak jarang para idola mendapat kritikan dengan alasan yang aneh.

Unik, Museum ini Minta Pengunjung untuk Mencium Aroma Lukisan
Fun
Unik, Museum ini Minta Pengunjung untuk Mencium Aroma Lukisan

Pengunjung dapat menghirup aroma harum dan busuk dari abad ke-17.

Belum Ada Kabar dari Aprilia, Bradley Smith Membalap di ESBK
Fun
Belum Ada Kabar dari Aprilia, Bradley Smith Membalap di ESBK

Smith agaknya tak ikut balapan MotoGP musim 2021.

Pemilu Amerika Serikat akan jadi Sasaran Peretas Tiongkok?
Fun
Pemilu Amerika Serikat akan jadi Sasaran Peretas Tiongkok?

Peretas Tiongkok dikabarkan mengincar pemilu Amerika Serikat

Hias Rumah dengan 10 Ribu Piring Porselen, Pria Ini Jadi Viral
Fun
Sony Bantah akan Memangkas Produksi PS 5
Fun
Sony Bantah akan Memangkas Produksi PS 5

Memang ada masalah namun bukan berarti terjadi pengurangan produksi.

Hormati Mary W. Jackson, NASA Ganti Nama Markas Besarnya
Fun
Hormati Mary W. Jackson, NASA Ganti Nama Markas Besarnya

Bangunan markas besar NASA di Washington D.C. sekarang akan disebut sebagai Mary W. Jackson NASA Headquarters