Kuliner
Usai Luncurkan Gerai Dogbar,  Lawless Beranikan Diri Rambah Agroindustri Hot Dog di Lawless Dogbar. (Foto instagram/Lawless.dogbar)

BUKAN hanya sebagai restoran atau clothing brand biasa, Lawless telah menjadi gaya hidup bagi anak muda di bilangan Jakarta. Berangkat dari hobi otomotif, tato, dan musik, kini Lawless memberanikan diri untuk segera melebarkan sayapnya ke bidang bisnis pertanian.

BACA JUGA:

Ingin Merasakan Brisket Sapi Lembut, Juicy, dan Affordable? LYMA Tempatnya

Gofar Hilman, Arian, Sammy, Ucup, dan Roni sepakat untuk mendirikan Lawless atas dasar ketertarikan mereka terhadap otomotif, musik, dan seni tato. Didirikan sejak 2011 silam, kelahiran Lawless memang dilandasi moto 'bisa hidup dari hobi'.

Pada awalnya, impian Lawless adalah "untuk bisa hidup dari sebuah kegemaran, bisa terus berkarya, berkontribusi aktif kepada masyarakat, dan menginspirasi orang lain," ungkap Sammy Bramantyo kepada MerahPutih.com.

Dilansir dari Blackxperience, Lawless sendiri merupakan gabungan dari dua toko antara lain Pistone yang memodifikasi dan menjual motor klasik, serta Howling Wolf yang merupakan studio seni tato dan menjual merchandise band.

Sukses dengan motor-motoran, saat ini Lawless juga terkenal di kalangan remaja sebagai salah satu restoran Burger terenak di Jakarta. Daging yang gurih serta patty yang lembut menjadi poin andalan dari The Lemmy, menu burger favorit Lawless yang super juicy dan lezat.

BACA JUGA:

Pulau Pahawang, Snorkeling, Diving dan Bercanda Bersama Nemo

1. Baru saja membuka gerai khusus hot dog yang tertunda karena pandemi

Jika kamu sudah kepincut dengan great food dan great ambience dari Lawless Burgerbar yang berlokasi di Kemang dan Menteng, kini Lawless baru saja melebarkan sayapnya dalam bidang kuliner dan melahirkan Lawless Dogbar.

"Kami melahirkan sebuah brand F&B baru setelah Lawless Burgerbar, yaitu Lawless Dogbar," ungkap Sammy. Gerai yang berlokasi di Jl. Melawai 5 Blok M/3 no. 67, Blok M, Jakarta ini baru saja diluncurkan pada 11/11 2020 kemarin.

Sammy mengatakan bahwa gerai craft hot dog ini memang sudah direncanakan sejak lama, namun sempat terhenti karena pandemi.

Lawless Dogbar memiliki nuansa yang berbeda dengan Lawless Burgerbar. Sammy mengatakan bahwa Lawless Dogbar ini meminjam nuansa retro era 90-an untuk memanjakan para penggemarnya.

"(Lawless Dogbar) Mengedepankan menu-menu hot dog yang lezat dengan porsi besar, dan suasana restoran yang unik dengan tema 90-an ala Lawless," tambahnya.

2. Pandemi membuat penjualan Lawless turun hingga 80%

Selain menghambat peluncuran Lawless Dogbar, Sammy juga mengatakan bahwa pandemi sangat mempengaruhi tingkat penjualan Lawless.

"(Dampak pandemi) sangat besar. Waktu PSBB 1 diberlakukan, angka penjualan kami sempat turun hingga 80 persen," jelasnya kepada MerahPutih.com ketika dihubungi via WhatsApp.

View this post on Instagram

A post shared by Sammy Bramantyo (@sam_bram)

Meski begitu, Sammy menganggap bahwa hal tersebut masih "mending" ketimbang bisnis teman-temannya yang penjualannya bisa drop sampai 100 persen setiap harinya.

"Untungnya kami bisa mengakalinya dengan strategi pemasaran dan promosi yang jitu," ucap Sammy bersyukur. Cara yang dilakukan Lawless Burgerbar termasuk melakukan strategi 'jemput bola' di awal masa pandemi. Mendekatkan produk burger andalannya kepada pelanggan di beberapa titik tertentu dengan sistem pre-order.

Pelanggan yang sudah melakukan itu kemudian tinggal mengambil pesanannya ke titik temu yang sudah ditentukan (dengan waktu yang diumumkan lewat media sosial tentunya). Beberapa lokasi jemput yang dipilih Lawless Burgerbar cenderung lebih terjangkau jaraknya dari pelanggan.

Selain itu, untuk menyiasati pembatasan kunjungan ke tempat-tempat umum seperti restoran, Lawless Burgerbar meluncurkan bahan-bahan untuk produknya (buger) yang dipasarkan secara online. Menjual bahan mentah mulai dari patty, bun, hingga dressing khas restorannya, kemudian membiarkan pelanggan berkreasi dengan bahan-bahan itu.

Strategi baru ini Lawless Burgerbar lakukan agar dapur 'tetap ngebul', meski itu dilakukan di rumah masing-masing pelanggan setia mereka.

3. Ingin melebarkan sayap ke agroindustri

View this post on Instagram

A post shared by Sammy Bramantyo (@sam_bram)

Sukses dalam bidang otomotif, clothing, records, dan F&B, kini Lawless sedang merambah ke bidang agroindustri.

"Saat ini kami sedang merintis usaha pertanian mandiri. Masih kecil, dan masih panjang perjalanannya. Target kami minimal bisa memperoleh bahan-bahan baku untuk restoran-restoran kami dari perkebunan kami sendiri," ungkap Sammy.

Ketika ditanya soal tips sukses bagi para generasi Z dan milenial yang ingin berbisnis tetapi masih ragu, Sammy mengatakan kuncinya adalah "konsep yang unik, produk yang juara, strategi pemasaran yang gencar, rencana bisnis yang matang, serta perlahan bangunlah tim yang solid."

Hal ini bisa tercermin saat bagaimana Sammy dan tim mengelola beberapa cabang usahanya. Dari pengalamannya mengelola Lawless dan Duck Down Bar, Sammy melihat milenial sangat menginginkan suatu hal beda, unik, dan bersifat ekstrem.

Berani membuat konsep yang tidak umum dan berbeda untuk sebuah restoran burger adalah 'sesuatu' hal baru. Pengalaman ekstrem itu bisa ditemui ketika berkunjung ke Lawless Burgerbar dengan interior serbahitam, musik rock dan heavy metal diputar tanpa henti, dan poster-poster band dengan muka-muka monster.

Begitu juga dengan Duck Down Bar yang penuh dengan coretan tangan pengunjung, flyers dan poster ditempel rapat di dinding, kemudian akun Instagram pengunjung mengunggah perilaku aneh mereka di sana. "Dengan begitu tempat kami menjadi Instagrammable sebagai kriteria tempat kini wajib," kata Sammy. (SHN)

BACA JUGA:

Menikmati Olahan Kopi dari Barista Dunia, Mikael Jasin

Penulis : shenna shenna
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Akan Ada Kontrol Kesehatan Ketat di Konser NCT Dream
ShowBiz
Akan Ada Kontrol Kesehatan Ketat di Konser NCT Dream

Promotor akan menerapkan prosedur pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki arena konser.

Artificial Intelligence Digunakan di Dua Pasar di Sidoarjo
Hiburan & Gaya Hidup
Artificial Intelligence Digunakan di Dua Pasar di Sidoarjo

Pemkab Sidoarjo memanfaatkan teknologi Artificial Inteligence (AI) di Pasar Gedangan dan Pasar Taman Sidoarjo.

Mengintip Kecanggihan Ponsel Layar Lipat Baru Huawei Mate Xs
Fun
Mengintip Kecanggihan Ponsel Layar Lipat Baru Huawei Mate Xs

Mengintip Kecanggihan Ponsel Layar Lipat Baru Huawei Mate Xs

Rayakan Idul Fitri di Masa Pandemi, ini 5 Rekomendasi Hadiah Digital
Fun
Rayakan Idul Fitri di Masa Pandemi, ini 5 Rekomendasi Hadiah Digital

Urusan memberikan hadiah pun perlu sedikit diubah.

Komunitas Difabel Kritik ‘The Witches’
ShowBiz
Komunitas Difabel Kritik ‘The Witches’

Para penyihir digambarkan cuma punya beberapa jari.

Sadari dan Berhenti Melakukan Self-Harm
Hiburan & Gaya Hidup
Sadari dan Berhenti Melakukan Self-Harm

Di tengah pandemi ini, sebagian besar orang mengalami pergulatan secara emosional dan perilaku-perilaku yang menyakitkan, bahkan terpikir untuk menyakiti diri sendiri.

Perilisan 'No Time to Die' Dimajukan
ShowBiz
Menggemaskan! Begini Cara Kucing Menunjukkan Kasih Sayang
Fun
Menggemaskan! Begini Cara Kucing Menunjukkan Kasih Sayang

Bukan cuma manusia yang bisa menunjukkan rasa kasih sayang, termasuk kucing.

70 Desainer Indonesia Rilis Tren 2020/2021 dengan Konsep Sustainable Fashion
Fashion
70 Desainer Indonesia Rilis Tren 2020/2021 dengan Konsep Sustainable Fashion

70 Desainer Indonesia Rilis Tren 2020/2021 dengan Konsep Sustainable Fashion

Terdampak Pandemi COVID-19, SEGA Akihabara Resmi Tutup Agustus
Hiburan & Gaya Hidup
Terdampak Pandemi COVID-19, SEGA Akihabara Resmi Tutup Agustus

Padahal, ini spot terbaik bagi para turis.