Instagram@mas_fotokopi Ajak Pelaku Coffeshop Jalankan Tiga Inisiatif Keren Ini Ini gerakan para pebisnis coffeeshop terhadap pekerja yang di PHK. (Foto: instagram @mas_fotokopi)

DI tengah pandemi Corona, masyarakat diimbau untuk #dirumahaja, serta harus melakukan social distancing dan self-quarantine. Fenomena ini tentunya mengakibatkan kelumpuhan terhadap seluruh sektor industri, termasuk Food & Beverage. Menjadi salah satu jenis minuman yang mendominasi industri F&B di Indonesia, bisnis kopi pastinya juga merasakan pukulan yang keras akibat krisis kesehatan yang dialami oleh seluruh dunia ini.

Bukan semata-mata demi sebuah kenikmatan seduhan, tujuan orang mengunjungi kedai kopi juga untuk mempererat suatu hubungan dan merasakan hangatnya obrolan sembari menyeruput segelas kopi di tangan.

Baca Juga:

Penyedia Makanan Sehat Ikut Terlibat Lawan Virus Corona

Memiliki jumlah follower lebih dari 126 ribu, @mas_fotokopi merupakan sebuah akun Instagram dengan konten kopi yang mendukung penuh bisnis kopi Nusantara. Kali ini MerahPutih.com berkesempatan melakukan wawancara dengan akun Instagram@mas_fotokopi seputar kondisi industri kopi di Indonesia sehubungan dengan tersebarnya COVID-19.

Suasana juga menjadi alasan orang mendatangi tempat kopi.  (Foto: Instagram @mas_fotokopi)
Suasana juga menjadi alasan orang mendatangi tempat kopi. (Foto: Instagram @mas_fotokopi)

Ia mengungkapkan bahwa coffee shop merupakan bagian dari industri hospitality yang membutuhkan interaksi manusia dalam kegiatan berbisnis.

"Pandemi COVID-19 mengharuskan semua orang untuk meminimalisir interaksi, baik dengan cara menjaga jarak dan bekerja dari rumah. Seiring dengan semakin minimnya interaksi orang, semakin minim pula kegiatan berbisnis coffee shop," katanya prihatin.

Saat ini bisnis coffee shop sedang diuji ketahanannya. Ketahanan untuk melanjutkan bisnis sampai pandemi berakhir dan pasca pandemi. Hanya ada dua pilihan bagi para pebisnis kopi, tutup atau tetap buka ketika pandemi.

Baca Juga:

Bosan #DiRumahAja? Yuk Eksis Ikut Tantangan Lego Ini

"Semakin minimnya interaksi orang, semakin minim pula kegiatan berbisnis coffe shop. (Foto: instagram @mas_fotokopi)
"Semakin minimnya interaksi orang, semakin minim pula kegiatan berbisnis coffe shop. (Foto: instagram @mas_fotokopi)

"Bila pilihannya tutup, cash flow terhenti. Maka pebisnis coffee shop mulai melakukan exit strategy. Mulai dari melikuidasi aset, hingga pemutusan hubungan kerja bagi para pekerjanya. Bila pilihannya tetap buka, cash flow pastinya minim akibat rendahnya tingkat kunjungan. Maka itu pebisnis coffee shop wajib melakukan survival strategy. Mulai dari mengubah margin produk hingga berinovasi untuk meningkatkan cashflow yang sudah minim. Juga untuk meringankan beban operasional, mulai dari menurunkan kapasitas produksi hingga merumahkan sementara para pekerjanya," tuturnya tegas.

Bahwa ada beberapa campaign yang dilakukan oleh coffee shop secara bersama-sama, baik merupakan inisiatif bersama ataupun inisiatif lembaga terkait.

"Hanya ada dua pilihan bagi para pebisnis kopi,  tutup atau tetap buka ketika pandemi." (Foto: instagram @mas_fotokopi)
"Hanya ada dua pilihan bagi para pebisnis kopi, tutup atau tetap buka ketika pandemi." (Foto: instagram @mas_fotokopi)

Pertama, ada inisiatif antar beberapa coffee shop se-Jabodetabek yang menganjurkan para pengunjung untuk membeli secara take-away yang diberi nama #ToGoIsNotACrime.

"Inisiatif ini masih berjalan dan cukup menumbuhkan keinginan para pengunjung, apalagi pengunjung loyal, untuk tetap bangga akan coffee shop kesayangannya dan datang ke coffee shop yang bersangkutan untuk hanya sekedar take-away."

Baca Juga:

JHL Solitaire Tunjukan Cintanya Ke Pejuang Medis

Ada tiga inisiatif yang dibuat pebisnis F&B sehubungan dengan COVID-19. (Foto: instagram @mas_fotokopi)
Ada tiga inisiatif yang dibuat pebisnis F&B sehubungan dengan COVID-19. (Foto: instagram @mas_fotokopi)

Inisiatif kedua merupakan ide yang tercetus bersama pelaku bisnis yang lebih luas dalam industri F&B. Inisiatif ini diberi judul #DirumahAja dan #NgopiDirumah yang menganjurkan para pengunjung untuk membeli produk meskipun tetap berada di rumah.

Belanja dilakukan dengan cara aktivasi pengiriman produk baik melalui ojek online maupun pengiriman mandiri yang disiapkan oleh masing-masing pebisnis F&B.

"Inisiatif #DirumahAja dan #NgopiDirumah ini berhasil merumuskan sebuah petisi yang dialamatkan kepada pemerintah yang isinya bertujuan untuk meringankan beban retribusi kepemerintahan terutama dalam masa pemulihan pasca pandemi," tambahnya.

Para pengunjung untuk membeli secara take-away yang diberi nama #ToGoIsNotACrime. (Foto instagram @mas_fotokopi)

Para pengunjung untuk membeli secara take-away yang diberi nama #ToGoIsNotACrime. (Foto: instagram @mas_fotokopi)

Inisiatif ketiga datang dari Barista Guild Indonesia yang diberi judul #SolidDisaatSulit. Ide ini bertujuan untuk membantu para pekerja di coffee shop yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menyambung hidup mereka dikala masa sulit seperti sekarang ini.

"Saat ini inisiatif tersebut sedang dalam fase pengumpulan data, yang pada akhirnya data tersebut akan di tabulasi untuk dijadikan database pekerja bagi siapapun yang membutuhkan, terutama pada masa pemulihan pasca pandemi."

Singkatnya, inisiatif ketiga ini merupakan pengumpulan data para pekerja coffee shop yang di PHK. Mereka yang terdata akan mendapatkan informasi peluang untuk berkarya dan berusaha dalam rangka menyambung hidup di tengah pandemi COVID-19.

Jika kamu adalah barista, head barista, waiter, runner dan sebagainya, kamu bisa mendaftarkan diri pada formulir online yang tertera pada bio Instagram @idbaristaguild untuk mengetahui peluang apa yang bisa diambil untuk tetap bisa berpenghasilan. (shn)

Baca Juga:

Bobot Aman Selama #DiRumahAja

Kredit : shenna


Shenna

LAINNYA DARI MERAH PUTIH