5 Tradisi Ramadan Unik dari Seluruh Dunia Memasang fanous tradisi Ramadan di Mesir. (Foto: instagram.com/hoormonir)

SELAMA Ramadan, umat Islam seluruh dunia puasa selama 30 hari, setiap harinya dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Ramadan berarti juga kebahagiaan, berkumpul dengan keluarga, dan mensucikan diri dari hal-hal tidak baik.

Ramadan juga waktunya berbagai tradisi dijalankan, baik tradisi berdasarkan agama atau percampuran dengan tradisi lokal. Dikutip Gulf News, berikut lima tradisi unik Ramadan dari seluruh dunia.

1. Mesaharaty

Mesaharaty tradisi membangunkan sahur di Mesir. (Foto: instagram.com/beitshoukri)
Mesaharaty tradisi membangunkan sahur di Mesir. (Foto: instagram.com/beitshoukri)

Makan suhur adalah waktu yang sangat sulit bagi sebagian orang. Tetapi, bagamana jika kamu dibangunkan secara khusus? Di sejumlah negara Arab, seorang Mesaharaty atau "penyeru malam" berkeliling di jalan-jalan desa, sambil memukuli drum kecil dan memberitahu orang-orang untuk bangun suhur.

Di negara-negara seperti Arab Saudi, Yaman, dan Mesir, tradisi ini masih umum dilakukan di desa-desa. Al-Tabbeil atau petugas Mesaharaty memanggil nama-nama keluarga saat ia berjalan. Mereka tidak menuntut bayaran, tetapi orang-orang biasanya memberikan hadiah kecil di akhir Ramadan.

Baca juga berita lainnya dalam artikel:

Menu Buka Puasa Khas Negara-Negara Arab, Mana yang Paling Bikin Ngiler?


2. Midfa Al-Iftar

Midfa Al-Iftar tradisi Ramadan di Mesir. (Foto: instagram.com/badaroar)
Midfa Al-Iftar tradisi Ramadan di Mesir. (Foto: instagram.com/badaroar)

Tradisi ini dimulai saat tidak ada dering telepon untuk menandai magrib telah tiba. Ledakan meriam pertama diyakini telah dimulai di Mesir. Saat ini, meriam penanda buka puasa mengingatkan kita pada tradisi dan lebih simbolis daripada keharusan.

Di UEA, ada berbagai lokasi tempat meriam ditembakkan untuk menandai akhir hari. Tradisi unik tersebut pertama kali ditemukan di UEA tepatnya di Sharjah, sebelum tahun 1950-an, dan kemudian datang ke Dubai pada tahun 1960-an.


3. Fanous

Fanous populer di Mesir ketika Ramadan.(Foto: instagram.com/maghrebi.sf)
Fanous populer di Mesir ketika Ramadan.(Foto: instagram.com/maghrebi.sf)

Tradisi Ramadhan lain yang tak kalah indah, diyakini berasal dari Mesir, yaitu lampu atau lentera Ramadan berwarna cerah dan unik. Lentera, yang disebut fanous atau fawanees, telah menjadi simbol Ramadan.

Fanous terbuat dari logam dan kaca. Lentera ini memiliki banyak bentuk dan ukuran. Hingga hari ini, ketika gang-gang di pasar dan toko-toko dipenuhi fanous penuh warna, hal itu berarti Ramadan tinggal beberapa hari lagi.

Baca juga berita lainnya dalam artikel:

Ngabuburit sambil Berburu Kuliner Buka Puasa di Pantai Tanjungkalian


4. Padusan

Padusan tradisi unik jelang Ramadan di Jawa. (Foto: Pixabay/instagram.com/dhaneeeeee)
Padusan tradisi unik jelang Ramadan di Jawa. (Foto: Pixabay/instagram.com/dhaneeeeee)

Padusan dilakukan oleh umat Muslim Indonesia di wilayah Jawa. Padusan adalah ritual di mana umat Islam mandi di kolam-kolam alami. Hal itu dimaksudkan dalam rangka pemurnian tubuh dan jiwa. Padusan dilakukansebelum Ramadan dimulai, sebagai persiapan untuk bulan doa dan puasa.


5. Nyekar

Nyekar tradisi Ramadan muslim di Indonesia. (Foto: instagram.com/jabangbayi)
Nyekar tradisi Ramadan muslim di Indonesia. (Foto: instagram.com/jabangbayi)

Nyekar juga merupakan tradisi Ramadan yang dilakukan di Indonesia. Nyekar merupakan tradisi penghormatan kepada leluhur dan anggota keluarga yang pergi, dilakukan sebelum Ramadan dimulai. Ritual ini didasarkan pada kepercayaan muslim Jawa bahwa Ramadan menandai akhir dari satu siklus kehidupan dan awal yang lain.

Di beberapa daerah pedesaan, tindakan ini disertai dengan persembahan untuk leluhur mereka. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel:

Buka Puasa dengan Gorengan Bahaya, Berikut Tips Mengurangi Dampak Buruknya

Kredit : zulfikar


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH