Lewat Tangan Dingin Don Rosa Donal Bebek Tercipta, Bagaimana Kisahnya? Mengenal sosok Don Rosa pencipta komik Donal Bebek (Foto Instagram@thecomiccongr)
KOMIK ikonik Donal Bebek mengumumkan berhenti terbit. Bila ada semacam farewell dan ucapan terima kasih, tentu Donal akan berterima kasih kepada penggubahnya. Ya, Don RosaGioachino "Keno" Don Hugo Rosa atau lumrah dikenal sebagai Don Rosa.
Don Rosa, penulis sekaligus ilustrator dengan karya selama ini bisa dinikmati dalam bentuk cerita bergambar Donal Bebek dan kawan-kawan.

Baca juga: Paman Gober Hanya Ada di Indonesia


Meski komiknya harus pamit undur diri di Indonesia, keseruan Donal cs akan selalu melekat dalam ingatan. Semua berkat goresan gambar karya Don Rosa. Dalam rangka mengenang puluhan tahun album Donal Bebek di Indonesia, yuk kenalan lebih dekat dengan sang kreator.


1. Melanjutkan Warisan Carl Barks

Donal Bebek
Carl Barks dan Don Rosa, kedua pencipta komik Paman Gober dan Donal Bebek (Foto Movie Alliance, Instagram@emil2daheel).

Sebenarnya pencipta asli dari tokoh Paman Gober dan Donal Bebek bukanlah Don Rosa. Melansir Lexington Herald Leader, kredit itu diberikan kepada Carl Barks yang menggambar komik bebek tersebut pada 1942 hingga 1966. Bahkan Banks menciptakan tokoh ikonik Paman Gober, si kaya super pelit.

Pada masa itu nama kreator tidak dicantumkan, namun pembaca tetap mengetahui siapa penggambarnya. Hal ini membuat Barks dijuluki sebagai 'The Duck Man' dan 'The Good Duck Artist'.


Carl Barks menjadi inspirasi Don Rosa dalam membuat komik Donal dan Paman Gober. Hampir semua cerita, karakter, dan lokasi dibuat Rosa berdasarkan karyanya Barks. Beberapa di antaranya bahkan merupakan sekuel dari cerita Barks.

Hal ini dimulai pada 1986 silam ketika Rosa sedang melihat-lihat komik. Saat itu, ia melihat ada komik Donal Bebek kembali dirilis. Ternyata perusahaan penerbit Gladstone mencampurkan cetakan klasik milik Barks dengan komikus lainnya untuk melanjutkan kisah sang bebek. Rosa melihat terbitan baru tersebut hanyalah lelucon serta digambar secara amatiran.

Baca juga: Paman Gober, Bebek Paling Kaya dan Pelit

Merasa bisa membuatnya dengan lebih baik, Rosa yang kala itu berumur 35 tahun langsung menghubungi editor Gladstone dan mengatakan dirinya orang paling memenuhi syarat untuk menghormati warisan Barks.

Sang editor menantangnya dan menyuruh Rosa untuk mengirim sampel. Tanpa berlama-lama, Rosa segera menggambar komik 26 halaman diberi judul The Son of the Sun.

Bercerita tentang Paman Gober dan rivalnya Flintheart Glomgold bersaing menemukan harta karun di kuil Inca sekitar gunung berapi. Karyanya itu langsung dicetak dan masuk dalam 'Uncle Srooge' edisi 219. Lewat komik ini, Rosa buktikan dirinya memang pantas untuk melanjutkan karyanya Barks. Komik buatannya itu langsung populer dan menjadi titik awal namanya dikenal sebagai kreator karakter bebek paling terkenal dari Disney.



2. Suka Komik Sejak Belia

Donal Bebek
Mengoleksi dan membuat komik sejak muda (Foto Bud Kamenish)

Walaupun merupakan mahasiswa teknik sipil, Rosa memang senang dengan dunia komik. Melansir buku Don Rosa Classic: The Complete Pertwillaby Papers, komikus kelahiran 1951 itu pernah membuat komik strip berjudul The Pertwillaby Papers, dirilis pada 1971 di koran mahasiswa Universitas Kentucky bernama ‘The Kentucky Kernel’.

Plot dalam komik ini nantinya menjadi cikal bakal dari cerita pertama Donal Bebek buatan Rosa The Son of the Sun. Ada pula The Adventures of Captain Kentucky, terbit setiap hari Sabtu di koran ‘Louisville Times’.

Tidak hanya menciptakan, sedari kecil ia memang selalu dikelilingi buku komik. Soalnya kakak perempuannya seorang kolektor dan kabarnya memiliki ribuan koleksi komik.

Bahkan menurut Joe Ward, staf penulis 'Courier Journal', Rosa memiliki 9.549 komik tersusun rapih dalam lemari di rumahnya di Woodhill Valley Road. Tidak boleh menyentuh koleksi komiknya itu kecuali satu atau dua sahabat terdekatnya.



3. Menciptakan 90 Cerita Donal Bebek

Donal Bebek
Don Rosa menciptakan hampir 90 cerita komik Donal Bebek dan kawan-kawan (Foto Instagram@donrosa).

Sejak tahun 1987 hingga 2006, Don Rosa sudah membuat hampir 90 cerita Donal Bebek cs demikian dilansir dari laman 'Fampeople'.

Setelah sukses dengan The Son of the Sun, Rosa mulai menggambar The Life and Times of Scrooge McDuck, berisi 12 bab mengenai Paman Gober. Lagi-lagi karyanya ini sukses di pasaran hingga membuatnya memenangkan penghargaan 'Best Continuing Series' dalam ajang Eisner Award pada tahun 1995.

Setelah serinya selesai, Rosa tetap sering menggambar beberapa bab baru kemudian diterbitkan majalah Picsou asal Prancis. Semua ceritanya itu dikompilasikan menjadi buku komik 'The Life and Times of Scrooge McDuck Companion'.

Semua karyanya itu membuat komikus kelahiran di Kentucky ini mendapat pengakuan baik dari industri komik.

Kabarnya pada tahun 1980an, komik buatannya bisa terjual 100 ribu kopi setiap bulannya. Rosa juga masuk menjadi nominasi dalam Comics’ Buyer’s Guide Award untuk kategori 'Favorite Writer' selama tiga tahun berturut-turut. Heidi Macdonald dari Comics Buyer's Guide bahkan menyebut komik buatan Rosa bertajuk 'Guardians of the Lost Library sebagai "komik terhebat sepanjang masa".

Sampai saat ini Rosa sudah menghasilkan puluhan dunia Paman Gober dan Donal Bebek seperti, 'The Don Rosa Library of Uncle Scrooge Adventures in Color Vol. 1-8', 'The Life and Times of Scrooge McDuck', 'The Life and Times of Scrooge McDuck Companion', 'Barks/Rosa Collection Vol. 1-3', serta 'Walt Disney Treasury: Donald Duck Vol. 1, 2'.



4. Hubungan Buruk Walt Disney

Donal Bebek
Bentrok dengan Disney karena masalah royalti (Foto Instagram@donrosa)

Setelah dua dekade menjalankan pekerjaan impiannya, Rosa tidak merasa bahagia lagi. Bukan karena komiknya tidak sukses namun karena adanya bentrokan dengan pihak Walt Disney.

Sejak awal, Rosa menegaskan bahwa karakter ini bukanlah Donal Bebek milik Disney melainkan Donal Bebeknya Carl Barks. Bersama Disney, Donal tidak punya latar belakang, sejarah, dan kepribadian yang konsisten. Apalagi ketika menggambar karakter berlisensi Disney, kreator jadi tidak punya hak untuk karyanya tersebut. Jika Disney menjual komik dengan harga mahal, meski nama yang tertera adalah Don Rosa, tetap saja dirinya tidak mendapatkan uang sepeserpun. Royaltinya hanya diberikan satu kali untuk setiap komiknya yang rampung.

"Saya tahu bahwa saya tidak akan pernah kaya dari komik-komik ini, tidak peduli seberapa populernya," kata Rosa. Hal ini disampaikannya setelah pergi tur ke Eropa. Di sana, salah seorang reporter mengatakan bahwa Rosa sangat beruntung bisa berkeliling dunia karena sudah kaya. Padahal dia bukan miliuner. Walau semua orang membeli komik yang bertuliskan namanya, dia tidak mendapatkan uang tambahan dari Disney.

"Itu mulai menggangu saya dan membuat saya membenci pekerjaan ini. Saya mulai merasa seperti orang bodoh karena membiarkan Disney dan begitu banyak penerbit di seluruh dunia menghasilkan uang dari saya, sementara saya tidak mendapatkan apapun," terangnya.

Ditambah dengan penglihatan yang memburuk serta perjuangan melawan depresi, Rosa akhirnya memutuskan untuk berhenti menggambar. Sejak 2008 dia sudah berhenti memproduksi komik. Banyak orang yang menyarankannya untuk membuat karakter baru yang bisa dimilikinya sendiri. Namun Rosa tidak tertarik. "Bebek milik Barks sangat berarti bagi saya. Karakter apapun yang saya buat berikutnya tidak tumbuh bersama saya. Mereka tidak akan berarti apa-apa," ungkap Rosa mengenai alasannya tidak ingin menciptakan karakter baru.

Walaupun harus berhenti berkarya, Don Rosa masih tetap berkeliling dunia karena dinanti-nantikan oleh para penggemarnya. Sebab pada akhirnya dia lah orang yang berjasa menghadirkan karakter bebek fenomenal ini. (Sam)

Baca juga: Donald Bebek, Si Temperamen nan Jenaka


Tags Artikel Ini

Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH