Legislator PKS Sebut Kewajiban Tes PCR untuk Moda Transportasi Bebani Rakyat Suasana tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta. (AP II)

Merahputih.com - Harga tes PCR Rp 300 ribu dianggap masih terlalu mahal. Apalagi, ada wacana PCR akan diwajibkan untuk seluruh syarat menggunakan moda transportasi.

Jika program ini diterapkan, maka semua penumpang transportasi non-udara yang notabene dari kalangan menengah ke bawah wajib menggunakan PCR.

"Ini namanya membebani rakyat,” ungkap Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani kepada wartawan, Rabu (26/10).

Baca Juga

Alasan Ngotot Pemerintah Wajibkan Penumpang Pesawat Tes PCR

Ia mempertanyakan relevansi program vaksinasi dengan pengambilan kebijakan mewajibkan PCR.

“Jika di suatu daerah angka vaksinasi tinggi, kekebalan komunitas mulai terbentuk, tentu kebijakannya bukan lagi mewajibkan PCR yang berbiaya tinggi,” kata istri mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Herryawan ini.

Netty juga menyoroti soal mekanisme pelaksanaan PCR sebagai screening method. Seharusnya, dalam masa menunggu hasil tes PCR keluar, seorang harus karantina.

"Banyak kasus justru orang bebas berkeliaran dalam masa tunggu tersebut,” kritik Netty.

Ilustrasi - Salah satu warga menjalani swab PCR (polymerase chain reaction) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala
Warga menjalani swab PCR (polymerase chain reaction) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala

Dalam kondisi itu, ada peluang orang tersebut terpapar virus. “Jadi saat tes keluar dengan hasil negatif, padahal dia telah terinfeksi atau positif COVID-19;" jelas dia.

Netty mengingatkan pemerintah tentang keterbatasan kemampuan laboratorium dalam melakukan uji PCR dan kemungkinan pemalsuan surat PCR.

“Jangan sampai masyarakat lagi yang dirugikan. Misalnya, hasilnya tidak bisa keluar 1X24 jam. Belum lagi soal adanya pemalsuan surat PCR yang diperjualbelikan atau diakali karena situasi terdesak,” ujar Netty.

Baca Juga

Lebih Mahal Dibanding Tiket, Harga Tes PCR Didesak Hanya Rp 150 Ribu

Oleh karena itu, Netty mendorong pemerintah agar menjelaskan harga dasar PCR secara transparan.

“Pada awalnya test PCR sempat di atas Rp1 juta, lalu turun hingga Rp300 ribu. Apalagi pemerintah tidak menjelaskan mekanisme penurunannya; apakah ada subsidi dari pemerintah atau bagaimana?” jelas politikus PKS ini.

Ia juga berharap, pandemi COVID-19 ini tidak menjadi ruang bagi pihak-pihak yang memanfaatkannya demi kepentingan bisnis. "Pemerintah harus punya sikap yang tegas bahwa seluruh kebijakan penanganan murni demi keselamatan rakyat,” katanya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komjak Turun Tangan Periksa Jaksa Kasus Korban Penganiayaan di Tangerang
Indonesia
Komjak Turun Tangan Periksa Jaksa Kasus Korban Penganiayaan di Tangerang

Kalau ada pelanggaran sesuai tugas komisi tentu kami akan keluarkan rekomendasi

Kodim 0617 Majalengka Lakukan Vaksinasi Pada Santri
Indonesia
Kodim 0617 Majalengka Lakukan Vaksinasi Pada Santri

"Ini penting untuk memberikan pesan kepada publik bahwa vaksinasi Covid-19 tidak bertentangan dengan syariat," ujar KH Maman Imanulhaq

Pelaku Pinjol Ilegal Kerap Ancam Sebar Konten Pornografi ke Debitur
Indonesia
Pelaku Pinjol Ilegal Kerap Ancam Sebar Konten Pornografi ke Debitur

32 karyawan telah dibawa ke Polda Metro Jaya

Syarat Indonesia Keluar Dari Pandemi COVID-19
Indonesia
Syarat Indonesia Keluar Dari Pandemi COVID-19

Saat ini terlalu banyak informasi penting yang beredar, sehingga semua pihak harus terus belajar mengikuti perkembangan dari virus SARS-CoV-2.

Jadi Tersangka Terima Upeti, Harta Bupati Probolinggo Tercatat Rp 10,01 Miliar
Indonesia
Jadi Tersangka Terima Upeti, Harta Bupati Probolinggo Tercatat Rp 10,01 Miliar

Kini, Puput Tantriana Sari dan suaminya anggota DPR dari Fraksi Nasdem, Hasan Aminuddin, Selasa (31/8) dinihari ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka.

Pimpin G20, Indonesia Janji Utamakan Aspek Keberlanjutan Dalam Bisnis
Indonesia
Pimpin G20, Indonesia Janji Utamakan Aspek Keberlanjutan Dalam Bisnis

Indonesia akan resmi menjadi Presidensi G20 pada 1 Desember 2021 hingga November 2022 dengan tema Recover Together, Recover Stronger atau pulih bersama dan pulih lebih kuat.

Rudy Kenang saat Cium Tangan Tjahjo Kumolo sambil Menangis
Indonesia
Rudy Kenang saat Cium Tangan Tjahjo Kumolo sambil Menangis

Menpan RB Tjahjo Kumolo meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif sejak beberapa hari di RS Abdi Waluyo.

Bertambah 1.755 Kasus COVID-19, Kemenkes Klaim Terjadi Pelandaian
Indonesia
Bertambah 1.755 Kasus COVID-19, Kemenkes Klaim Terjadi Pelandaian

Penambahan kasus harian COVID-19 kini dibawah angka 2 ribuan. Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia pada Jumat (8/4) bertambah 1.755 kasus. Sehingga akumulasi positif COVID-19 saat ini sebanyak 6.030.168 kasus.

Banting Mahasiswa, Bripka NP Dibui 21 Hari dan Penundaan Kenaikan Pangkat
Indonesia
Banting Mahasiswa, Bripka NP Dibui 21 Hari dan Penundaan Kenaikan Pangkat

Brigadir Kepala (Bripka) NP, anggota polri yang membanting mahasiswa saat demo di Tangerang

Yenny Wahid Mengundurkan Diri sebagai Komisaris Garuda Indonesia
Indonesia
Yenny Wahid Mengundurkan Diri sebagai Komisaris Garuda Indonesia

Zannuba Ariffah Chafsoh atau akrab dipanggil Yenny Wahid mengundurkan diri dari jabatan komisaris independen PT Garuda Indonesia.