Ladies, Ketahui Berbagai Gejala Kista Ovarium

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 20 Agustus 2023
Ladies, Ketahui Berbagai Gejala Kista Ovarium

CoverPerempuan wajib mengetahui gejala-gejala kista ovarium. (Foto: Pexels/Cottonbro Studio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LADIES, gejala-gejala kista ovarium harus kamu ketahui dan waspadai. Kista ovarium merupakan kantong berisi cairan yang tumbuh di indung telur (ovarium) perempuan. Kista ini biasanya muncul selama masa subur atau selama wanita mengalami menstruasi.

Dilansir Alodokter, gejala kista ovarium ternyata sangat bervariasi pada setiap orang. Sebagian ada yang merasakan nyeri yang sangat berat, sebagian lainnya tidak merasakan gejala apapun. Padahal jika dibiarkan, dampaknya sebagian kista bisa terus membesar dan menyebabkan puntiran ovarium, hingga pecahnya kista.

Kista ovarium umum dialami oleh para perempuan, terutama mereka yang belum menopause. Banyak perempuan yang tidak mengetahui gejala kista ovarium, sehingga meningkatkan risiko terlambatnya penanganan.

Baca juga:

Kista Ovarium, Berbahayakah?

Gejala kista ovarium bisa muncul seiring bertambahnya ukuran kista dan ada tidaknya komplikasi yang terjadi, termasuk risiko torsio ovarium atau pecahnya kista. Perlu kamu ketahui, berikut beberapa gejala kista ovarium yang wajib kamu waspadai.

Nyeri perut yang berkepanjangan saat haid wajib kamu waspadai. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Pertama, gejala umum terjadi adalah nyeri pinggang. Bila kista ovarium ukurannya cukup besar, gejala yang muncul adalah nyeri di sekitar panggul atau perut bagian bawah. Nyeri ini bisa terasa tajam dan lebih sering muncul sebelum atau selama periode menstruasi.

Kedua, kista ovarium biasanya disertai dengan perut kembung. Keluhan ini sebenarnya sangat umum terjadi saat haid atau mengalami gangguan pencernaan, tetapi pada kondisi kista ovarium perut yang kembung akan terasa jelas di bagian bawah.

Baca juga:

Sembuhkan Kista Ovarium dengan 5 Herbal Mujarab

Berikutnya, nyeri perut saat haid. Hal ini adalah keluhan yang wajar saat menstruasi. Namun jika terjadi dengan intensitas yang berat dan durasi yang lama hingga mengganggu aktivitas, maka hal ini bisa menjadi tanda adanya penyakit tertentu.

Nyeri saat berhubungan seks juga menjadi pertanda adanya gangguan pada ovarium. (Foto: Pexels/Alex Green)

Terakhir, nyeri saat berhubungan seksual. Nyeri saat berhubungan tidak hanya menjadi gejala dari kista ovarium, tetapi juga bisa menjadi pertanda gangguan kesehatan lain, seperti kanker serviks. Jika kamu mengalami nyeri saat berhubungan seksual, terlebih disertai dengan keluarnya darah dari vagina di luar siklus menstruasi, jangan segan untuk konsultasi ke dokter

Perlu kamu catat, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi ke penyakit lain. Karenanya gejala kista ovarium tidak boleh kamu sepelekan. Bila kamu mengalami gejala seperti yang sudah dijelaskan di atas, jangan ragu dan segan untuk konsultasi ke dokter. (zvw)

Baca juga:

Kini, Pap Smear juga dapat Deteksi Kanker Payudara dan Ovarium

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Lifestyle
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
Beredar informasi yang menyebut minum sambil berdiri dapat memicu penyakit batu ginjal. Cek faktanya dari ahli.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 08 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
Indonesia
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
BPJS Kesehatan bukan yang berwenang mengaktifkan atau menonaktifkan akun.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Bagikan