Sains

Laba-Laba Kehilangan Penglihatan saat Lapar

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 22 April 2023
Laba-Laba Kehilangan Penglihatan saat Lapar

Laba-Laba kehilangan sel pada tubuhnya saat lapar. (Foto: Unsplash/Ed van duijn)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MANUSIA kalau kekurangan makan bisa lemas sampai-sampai pandangan menjadi berkunang dan pingsan. Ternyata, laba-laba juga mengalami hal yang sama, kalau terlalu kelaparan mereka bisa hilang pengelihatannya, lho.

Para ahli biologi di University of Cincinnati menemukan bahwa laba-laba yang kekurangan makanan kehilangan sel-sel di tubuhnya yang sensitif terhadap cahaya, yang memiliki peran sangat penting untuk penglihatan tajam mereka.

Baca Juga:

Spesies Baru Laba-Laba Trapdoor Terbesar di Dunia Ditemukan di Australia

Fakta ini ditemukan secara tidak sengaja saat para peneliti memeriksa mata laba-laba menggunakan ophthalmoscope yang dibuat khusus di laboratorium mereka. Mereka menemukan bintik-bintik gelap pada beberapa fotoreseptor laba-laba yang menunjukkan telah memburuk.

"Kamu dapat mengetahui hanya dengan melihatnya bahwa beberapa fotoreseptor telah mati," kata Profesor dari UC College of Arts and Sciences Elke Buschbeck.

Terdapat bintik-bintik gelap pada beberapa fotoreseptor laba-laba saat lapar. (Foto: Unsplash/Julian Schultz)

Namun, ada keraguan dari para peneliti apakah fotoreseptor benar-benar mati atau hanya memburuk sesaat. Shubham Rathore beralih ke mikroskop elektron untuk memastikan bahwa sel memang sedang sekarat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa laba-laba yang kurang makan kehilangan lebih banyak fotoreseptor, terutama di bagian retina yang memiliki kepadatan tertinggi. Bagian retina ini setara dengan fungsi makula di mata manusia. "Fotoreseptor sangat mahal. Sulit untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Jika kamu menghilangkan nutrisi mereka, sistemnya gagal," kata Buschbeck.

Baca Juga:

Laba-Laba Punya Manfaat, Jangan Dimatikan!

Selain itu, degenerasi makula, penyebab utama kehilangan penglihatan terkait usia pada manusia, juga memiliki hubungan dengan masalah metabolisme dan kesulitan pengiriman energi.

Fotoreseptor laba-laba memburuk ketika mereka kelaparan. (Foto: freepik/freepik)

Hal ini dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana nutrisi dapat mempengaruhi masalah penglihatan terkait usia seperti degenerasi makula. Temuan ini dapat meningkatkan pemahaman kita tentang kesehatan retina dan saraf serta memberikan model untuk penelitian di masa depan.

"Kekurangan nutrisi dapat memberikan efek kehilangan pengelihatan itu menunjukkan betapa pentingnya memperhatikan efek dari kekurangan nutrisi," kata rekan peneliti lainnya Anette Stowasser.

Penelitian selanjutnya para peneliti ingin melihat apakah degenerasi dimulai pada jaringan pendukung di sekitar fotoreseptor dan nutrisi apa yang secara khusus mendukung kesehatan visual yang baik. (kmp)

Baca Juga:

Pokemon Jadi Inspirasi Spesies Kecoa Baru di Singapura

#Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Penilaian dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menemukan 96 persen sistem terumbu karang air dangkal kritis dan dapat lenyap pada 2075.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
 Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Lifestyle
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Wahana penjelajah NASA, Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER), dijadwalkan untuk memulai misi ke wilayah kutub selatan bulan pada 2027.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Lifestyle
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Jika berhasil, ini akan menjadi kali pertama sampel dari Mars atau bulan-bulannya dikembalikan untuk dianalisis di laboratorium di Bumi.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Bagikan