Kulit Ayam Enak sih, Tapi... Meski nikmat, kulit ayam bisa buruk buat kesehatan.(Foto Insider)

AYO ngaku, apa kamu pasti penganut aliran pencinta kulit ayam? Kamu enggak sendirian kok. Banyak yang menyukai bagian ayam ini. Kerenyahan dan rasa asin gurih kullit ayam memang bikin nagih. Namun, tahukah kamu, di balik rasanya yang lezat, kulit ayam ternyata menyimpan bahaya bagi kesehatan?

Tekstur yang renyah dan rasanya yang gurih menjadi alasan kulit ayam begitu digemari banyak orang. Namun, ternyata sering makan kulit ayam bisa membahayakan kesehatan dan menimbulkan beragam penyakit. Penyebabnya, kulit ayam mengandung banyak kolestrol, apalagi jika diolah dengan cara digoreng.

BACA JUGA:

5 Mitos Membentuk Otot

Mengutip laman Alodokter, dalam 100 gram kulit ayam yang dipanggang, terkandung sekitar 130 mg kolestrol dengan lemak total sektiar 45 gram. Bila kulit ayam digoreng, tentunya kandungan lemak dan kolestrol di dalamnya akan jadi lebih banyak. Itulah mengapa konsumsi kulit ayam perlu dibatasi.

kulit ayam
Kulit ayam goreng mengandung banyak kolestrol. (Foto Unsplash/Tim Bish)

Dengan banyaknya kandungan lemak dan kolesterol, beberapa bahaya dapat mengintai, seperti berat badan berlebih. Kulit ayam mengandung banyak kalori apalagi jika digoreng dengan tepung. Jadi jangan heran kalau kamu mudah mengalami kenaikan berat badan bila sering makan kulit ayam goreng.

Bahaya lain kulit ayam untuk kesehatan ialah meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Hal itu disebabkan kelebihan kolestrol dalam darah dapat mengendap pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak.

kulit ayam
Dapat meningkatkan risiko terkena stroke. (Foto Fine Cooking)

Mengonsumsi kulit ayam juga dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke. Prosesnya sama dengan penyakit jantung, tetapi pada stroke penyempitannya terjadi di pembuluh darah otak. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan darah ke otak berkurang sehingga sebagian jaringan otak tidak mendapatkan suplai darah yang cukup dan akhirnya terjadilah stroke.

Terakhir, kamu juga bisa terkena Campylobacteriosis, terutama bila pengolahan kulit ayam tidak benar. Gejala penyait itu biasanya muncul dua sampai lima hari setelah bakteri C jejuni masuk ke tubuh. Gejalanya bisa berupa diare, kram, dan demam.

kulit ayam
Boleh dimakan, tapi jangan terlalu sering. (Foto Betty Crocker)

Meskipun demikian, tidak selamanya mengonsumsi kulit ayam berdampak buruk bagi kesehatan. Ternyata makanan ini juga memiliki beberapa manfaat kesehatan. Kulit ayam mengandung omega 6 yang berfungsi menormalkan gula darah dan meningkatkan stamina tubuh. Menurut ahli gizi di Singapura, menyajikan dan memasak kulit ayam dengan cara mengukus dan merebusnya merupakan salah satu cara memasak yang tepat.

Kulit ayam juga mengandung zat besi, vitamin B kompleks, dan kandungan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh.(and)

BACA JUGA:

Mukbang Membawa Kebiasaan Pola Makan yang Buruk


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini