5 Mitos Membentuk Otot Ternyata pernyataan ini sifatnya keliru. (Foto Pixabay/Lukaszdylka)

MEMILIKI otot yang ideal menjadi idaman banyak orang, terutama pria. Sayangnya, membentuk otot bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, banyak orang yang mencoba berbagai cara untuk dapat membentuk otot dengan hasil maksimal.

Tahukah kamu bahwa ada beberapa mitos seputar pembentukan otot yang dianggap salah? Laman Hellosehat membuka mitos pembentukan otot.

Baca Juga:

Mengenal Olahraga Kontroversial Finch Sitting

1. Protein x lemak

otot
Mengonsumsi protein sesuai takaran. (Foto: Unsplash/Kelly Sikkema)


Protein menjadi salah satu gizi penting untuk pertumbuhan massa otot. Namun, jumlah protein yang dibutuhkan tubuh sebenarnya tidak sama seperti yang dibayangkan. Strength athletes dianjurkan untuk memenuhi asupan protein sebanyak 1,7 gram per kilogram berat badan per hati, yang tentunya mudah dicapai melalui diet yang sehat. Dalam beberapa kasus, jumlah itu cukup untuk mengoptimalkan sintesis protein dan pertumbuhan otot dalam tubuh. Jika protein dikonsumsi secara berlebihan, maka hal itu malah menyebabkan peningkatan lemak.

2. Angkat beban

otot
Beban berat tidak selamanya menjamin pembentukan otot yang cepat. (Foto: Unsplash/Jonathan Borba)

Mengangkat beban dengan perlahan hanya akan menghasilkan latihan yang lebih lama. Peneliti dari University of Alabama baru-baru ini meneliti dua kelompok orang yang suka mengangkat beban dalam durasi latihan selama 29 menit. Satu kelompok melakukan latihan dengan menggunakan fase lima detik naik dan 10 detik turun. Dan sisanya melakukan latihan dengan cara tradisional, yaitu satu detik naik dan satu detik turun. Kelompok yang lebih cepat membakar 71 persen kalori lebih banyak dan mengangkat 250 persen beban lebih berat dibandingkan dengan angkat beban secara perlahan.

3. Karbohidrat

otot
Karbohidrat juga berpengaruh terhadap pembentukan massa otot. (Foto: Unsplash/Pille-Riin Priske)

Banyak yang mengira protein adalah nutrisi yang paling penting dan karbohidrat tidak memainkan bagian dalam sintesis otot. Faktanya, karbohidrat masih menjadi bahan bakar utama untuk otot. Asupan karbohidrat yang cukup dapat meningkatkan kemampuan untuk melakukan latihan kekuatan dan ketahanan dengan memberikan otot energi yang dibutuhkan. Asupan protein sebelum dan setelah latihan, karbohidrat sebelum dan selama latihan, serta cairan yang cukup tampaknya menjadi metode yang paling efektif untuk membangun otot.

Baca Juga:

Kylian Mbappe Jadi Cover untuk FIFA 21

4. Konsumsi protein setelah 3 jam latihan

otot
Jumlah protein tidak ada kaitannya dengan setelah latihan. (Foto: Unsplash/LYFE Fuel)

Pernyataan ini memang benar, bahwa mengonsumsi protein berkualitas baik setelah sesi latihan kekuatan dapat meningkatkan pertumbuhan otot. Namun tidak ada kaitan antara jumlah protein dalam periode tiga jam setelah latihan. Protein yang cukup sepanjang hari secara berkala merupakan hal yang paling efektif untuk pembentukan otot.

5. Repetisi

otot
Tidak perlu melakukan tiga set latihan. (Foto: Unsplash/Anastase Maragos)

Meskipun tampaknya melakukan banyak repitisi akan lebih efektif. Namun hal ini tidak memiliki efek dalam ukuran otot. Para ahli percaya bahwa aktivasi serat otot adalah kunci untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot, inilah yang lebih penting dibandingkan melakukan banyak jumlah sesi latihan. (and)

Baca juga:

Bersepeda Layaknya Atlet Bersama Komunitas Mozia Loop


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo