Kota Timbuktu di Komik Donal Bebek Ternyata Ada di Dunia Nyata Kota yang terkenal dengan sejarah Islamnya. (Foto: The Market Herald)

PARA penggemar dihebohkan dengan kabar bahwa Album Donal Bebek dikabarkan akan berhenti terbit mulai 29 Juni 2020 mendatang. Hal ini diketahui dari foto berisi pesan dari redaksi Album Donal Bebek. Donal Bebek sendiri sudah menemani pembacanya selaam 44 tahun terhitung sejak 5 Juni 1976.

Bagi penggemar komik Donal Bebek, pasti tidak asing dengan kota Timbuktu. Ya, Donal dan teman-temannnya sering menghayal ingin pergi ke Timbuktu yang digambarkan sebagai daerah antah berantah dan sangat jauh sekali.

Baca juga:

Keanu Reeves Lelang 15 Menit Video Call Zoom Dengannya untuk Donasi

Bahkan, kota Timbuktu seringkali disebut sebagai ujung dunia karena menggambarkan seseorang yang sedang mengalami masalah akan melarikan diri ke sana. Sering dianggap kota fiktif, Timbuktu ternyata ada di dunia nyata, lho.

Pernah menjadi pusat penyebaran Islam di Afrika pada abad ke-15 dan ke-16. (Foto: 1001 Inventions)
Pernah menjadi pusat penyebaran Islam di Afrika pada abad ke-15 dan ke-16. (Foto: 1001 Inventions)

Di beberapa episode Donal Bebek, Paman Gober sering menyebut ingin pergi ke Timbuktu. Seperti yang diketahui, Paman Gorber hanya akan pergi ke tempat yang menguntungkan dan penuh emas. Di dunia nyata, Timbuktu adalah kota yang terletak di Mali, Afrika Barat.

Kota tersebut dikenal sebagai kota dengan sejarah Islam yang sangat indah pada masa jayanya. Kata "Tim" berarti tempat dan "Buktu" berarti nama perempuan tua Mali yang tulus hatinya. Kota ini juga pernah menjadi pusat penyebaran Islam di Afrika pada abad ke-15 dan ke-16.

Baca juga:

Pencinta Film yang Dark dan Gothic? Tonton 4 Film Tim Burton Terbaik

Timbuktu menjadi tempat paling penting bagi penyebaran agam Islam di Benua Hitam. Kota ini menjadi tempat ditulisnya ratusan ribu manuskrip ilmu dan pengetahuan Islam, mulai dari astronomi, matematika, pengobatan, hingga hukum. Terdapat beberapa masjid bersejarah, seperti Djingareyber, Sankroe, dan Sidi Yahia.

Masjid Djingareyber. (Foto: Inspirock)
Masjid Djingareyber. (Foto: Inspirock)

Terletak di tepian Gunung Shara, kota Timbuktu ternyata masuk dalam situs warisan dunia UNSECO karena memiliki pesona pariwisata melalui bangunan bersejarahnya. Salah satunya adalah Mosques of Djingareyber yang terbuat dari lumpur.

Dulunya, Timbuktu digambarkan sebagai kota yang menjanjikan emas berlimpah. Kota ini menjadi tempat perdagangan Trans-Sahara yang menjual garam, emas, ternak, serta biji-bijian. Sayangnya, kondisi mencekam di Timbuktu membuat pariwisata di sana sepi, bahkan laman Time melaporkan orang yang datang ke Timbuktu biasanya hanya tentara dan jurnalis.

Selain dikenal dengan penyebaran ajaran Islam, kota Timbuktu juga memiliki panorama yang indah dan romantis. Romantis artinya terbangun dari keeksotisan dan keterpencilannya yang menyimpan rekam jejak bagi kehidupan manusia, termasuk umat Islam di penjuru Afrika. (and)

Baca juga:

Bintang 'Fast & Furious' Ini Enggak Cengeng Beradaptasi di Tengah Pandemi


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani