Komnas HAM Umumkan Hasil Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan Siang Ini Bunga di Gate 13 sebagai wujud mengenang korban Tragedi Kanjuruhan. (BolaSkor.com/Bimaswara Dumugi)

MerahPutih.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan mengumumkan hasil penyelidikan Tragedi Kanjuruhan pada Rabu (2/11) siang. Lembaga yang didirikan pada 7 Juni 1993 itu akan menyampaikan apakah Tragedi Kanjuruhan merupakan pelanggaran HAM berat atau biasa.

"Akan jelas, (Tragedi) Kanjuruhan itu pelanggaran HAM berat, biasa atau tidak ada pelanggaran HAM. (Nanti) akan diumumkan oleh Komnas HAM," jelas Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md di Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Polri Segera Ungkap Tersangka Baru Tragedi Kanjuruhan

Menurut Mahfud, pihak yang berwenang menetapkan apakah suatu kasus merupakan pelanggaran HAM berat atau pelanggaran biasa hanyalah Komnas HAM.

Setelah Komnas HAM menetapkan suatu kasus merupakan pelanggaran HAM berat, selanjutnya pemerintah akan membawa perkara tersebut ke pengadilan.

"Pelanggaran HAM berat atau tidak ini ditetapkan oleh Komnas HAM nanti," ujar dia.

Baca Juga

6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Ditahan

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyimpulkan gas air mata jadi penyebab terjadinya Tragedi Kanjuruhan.

Dia menjelaskan keyakinan bahwa penyebab utama tragedi pascalaga Arema FC melawan Persebaya Surabaya itu adalah gas air mata didukung oleh sejumlah bukti yang dimiliki.

"Sampai saat ini, kesimpulan kami gas air mata adalah penyebab utama terjadinya Tragedi Kanjuruhan," ujar Choirul. (Knu)

Baca Juga

Korban Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan Bertambah lagi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dharma Wanita PAM Jaya Pecahkan Rekor MURI
Indonesia
Dharma Wanita PAM Jaya Pecahkan Rekor MURI

Dharma Wanita PAM Jaya pecahkan rekor MURI, untuk "Donor Darah Secara Seri oleh Perempuan Anggota Komunitas Terbanyak".

DPR RI Minta Kemenparekraf Kembangkan Industri Kreatif Seni Pertunjukan
Indonesia
DPR RI Minta Kemenparekraf Kembangkan Industri Kreatif Seni Pertunjukan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf menilai, pemerintah dinilai kurang mendukung industri kreatif seni pertunjukan.

Pertamina Buka Layanan 8 Lokasi Konsultasi Pendaftaran MyPertamina di Solo
Indonesia
Pertamina Buka Layanan 8 Lokasi Konsultasi Pendaftaran MyPertamina di Solo

"Kami menyediakan 7 booth di Kota Yogyakarta dan 8 booth di Kota Surakarta untuk memudahkan layanan," ujar Brasto.

Penyebab Ketua IPW Batalkan Diri Hadir di MKD DPR
Indonesia
Penyebab Ketua IPW Batalkan Diri Hadir di MKD DPR

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso batal hadir di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Heddy Lugito Terpilih sebagai Ketua DKPP Periode 2022-2027
Indonesia
Heddy Lugito Terpilih sebagai Ketua DKPP Periode 2022-2027

Rapat pleno pemilihan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI Periode 2022-2027 rampung dilakukan.

Dewa United FC Pinjamkan Desly Nur dan Randy May ke Karo United
Indonesia
Dewa United FC Pinjamkan Desly Nur dan Randy May ke Karo United

Dewa United FC meminjamkan dua pemainnya Desly Nur dan Randy May ke klub Liga 2 Karo United.

KPU Jabar Temukan Anggota TNI Dicatut Jadi Anggota Partai
Indonesia
KPU Jabar Temukan Anggota TNI Dicatut Jadi Anggota Partai

"Seperti kasus di Kota Cimahi, ada anggota TNI yang namanya ternyata masuk (dicatut) anggota partai, padahal ternyata bukan anggota parpol. Itu nanti kalau tidak dihapus mereka bisa kena sanksi," ujarnya.

KPK Bawa Bupati Mimika ke Jakarta
Indonesia
KPK Bawa Bupati Mimika ke Jakarta

"Saat ini pesawat yang ditumpangi Penyidik KPK dan Bupati Omaleng sudah terbang ke Jakarta dikawal anggota Brimob Polda Papua," kata Dirkrimum Polda Papua Kombes Pol. Faizal Rahmadani

Ratusan Nama Pengawas Pemilu Diduga Dicatut Parpol
Indonesia
Ratusan Nama Pengawas Pemilu Diduga Dicatut Parpol

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI membeberkan temuan terkini dari pengawasan proses pendaftaran Parpol peserta Pemilu 2024.

Prabowo Puncaki Elektabilitas Capres di Akhir 2022
Indonesia
Prabowo Puncaki Elektabilitas Capres di Akhir 2022

Peta persaingan bakal calon presiden (capres) pada Pemilu 2024 kembali terlihat jelang berakhirnya tahun 2022.