Top 10 Survivor of The Year
Kisah Inspiratif Survivor Kasus 01 COVID-19 Sita Tyasutami Menghadapi Perundungan Sosok inspiratif Survivor COVID-19, Sita Tyasutami (Foto: instagram/@sitatyasutami)

NOMOR telepon tak dikenal masuk ke ponsel Sita Tyasutami. Memanggil-manggil. Tombol hijau digeser. Belum selesai menyapa hallo, kontan ocehan menyambar di seberang sambungan. Nadanya tinggi. Membentak-bentak. Tak karuan. Tombol merah ponsel cepat-cepat ditekan. Ia mengira mungkin orang salah sambung.

Sejurus kemudian nomor serupa memanggil lewat video call. Ia tak gubris. Panggilan selesai tak berbalas, lalu muncul lagi berkali-kali. Tak beroleh respon, sang penelepon anonim tersebut mengirim teks via Whatsapp. Begitu dibuka benar saja namanya disebut-sebut sebagai penyebar virus.

Merasa tak seperti dituduhkan, Sita meladeni dengan santai. Meski berkali-kali kata kasar muncul dari lawan bicara. Belum selesai dengan satu nomor anonim, muncul lagi dari nomor tak dikenal lain. "Aku gatau darimana orang-orang dapet nomor aku. Akhirnya aku blokir aja nomornya," ucap Sita kepada merahputih.com.

Baca Juga:

Kisah Survive Bayu Fajri, Bos Sound System Banting Setir Jadi Penjual Sayur

'Telepon kaleng' tersebut muncul setelah pesan berantai menyua identitas lengkap berikut alamat rumah dan fotonya beredar di pelbagai grup Whatsapp. Begitu pula di grup terdapat Sita di dalamnya.

"Aku syok banget kok bisa data pribadi aku dan keluarga ada di grup-grup WhatsApp. Aku awalnya diem aja, terus ada tiba-tiba ngirim foto aku di grup komunitas dansa (campuran se-Jakarta). aku juga masih diem," ucap Sita berusaha sabar namun di sisi lain jarinya tak sabar mengklarifikasi. Ia pun membenarkan informasi berisi identitas dan fotonya. Kepada seluruh anggota grup, Sita meminta agar tidak menyebarluaskan ulang informasi tersebut dan meminta dukungan serta doa.

Belum selesai masalah di Whatsapp, ia makin kaget setelah membuka media sosial. Pengikutnya di Instagram meningkat seturut hujan komentar membanjiri. Isi komentar sebagian kecil memberikan semangat, sebagian besar menghujat. Sita langsung mengunci akun. Membisukan komentar.

Sita merasa syok saat mengetahui dirinya positif COVID-19 01 Indonesia (Foto: instagram/@Sitatyasutami)

Sita merupakan orang pertama di Indonesia terjangkit COVID-19. Ia sering disebut 'Kasus 01'. Penari profesional lulusan Sastra Perancis FIB UI tersebut terpapar virus SARS-Cov-2 dari seorang teman kebangsaan Jepang tinggal di Malaysia.

"Waktu pertama kali 'COVID-19' banget, sejujurnya lebih ke telat emosinya, seharian diem aja, bener-bener gabisa baca Whatsapp, gabisa ngapa-ngapain, syok banget," jelas Sita merasa panik dan depresi.

Di titik terendah tersebut, Sita sering dikuatkan sang ibu, Maria Darmaningsih, nan sama-sama diisolasi begitu tersemat status 'Kasus 02' juga kakaknya, Ratri Anindya, 'Kasus 03'. Namun, perlahan Sita mulai kuat menghadapi keadaan sulit berkat dukungan sepenuh hati keluarga, teman-teman, dan tim medis.

Meski kondisinya sempat dibuat drop karena banyaknya hujatan dari netizen, Sita menanggapinya dengan santai (Foto: instagram/@Sitatyasutami)

Setelah benar-benar dinyatakan sembuh, Sita pulang lebih dulu bersama sang kakak. Sementara Ibunya pulang tiga hari lebih lama. Kabar kesembuhan tiga pasien klaster pertama COVID-19 disampaikan secara resmi. Kabar baik tersebut tak lantas menggagalkan orang mencaci Sita sekeluarga.

Sita sengaja membuka media sosial setelah beroleh nasihat sang kakak agar platform tersebut dijadikan media positif kepada para survivor dan informasi seputar COVID-19. Begitu ia mengunggah, lanjutnya, muncul komentar miring menyebut keluarganya antek propaganda Jokowi.

"Besokannya aku bangun tidur udah ada 1000 komentar semuanya menghujat aku. Pagi itu aku jantungan dan gabisa napas gitu," tutur Sita.

Sita memang tak sendirian mengelola media sosial. Ia dibantu sang kakak. Ratri, kakaknya, mengurus editorial dan unggahan.

Baca Juga:

KamiBijak.com Jadi Media Arus Utama Kaum Disabilitas Akses Informasi COVID-19

Bagi Sita, hujatan dilayangkan kepadanya masih bisa diterima dengan lapang dada. Namun, lanjutnya, bila sudah menyangkut soal orang tuanya tidak bisa diterima begitu saja.

"Yang bikin aku sakit hati banget, ketika ibu dikatain (cela) segala macem. Mereka bukan hanya ngatain aku pelacur, tapi ngatain ibu aku juga. Siapa sih anak yang enggak sakit hati ibunya digituin. Ya aku marah lah," ujar Sita naik pitam atas ulah perundungan warganet.

Sita tidak betul-betul diam. Ia gusar jika komentar atau pesan personal langsung sudah mengarah ke arah ancaman.

"Kalau dibilang pengen nuntut soal pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan pengen banget, tapi energi aku akan habis buat ngurusin itu. Yang penting aku sudah ngumpulin bukti-bukti screenshot di komentar dan DM Instagram, Facebook Twitter, mungkin nanti aku urus," tutur Sita.

Media sosial Sita memang tak melulu berisi makian. Ia juga sering menerima dukungan dari orang dikenal maupun tak dikenal. Dari situ, Sita semakin yakin fungsi positif campaign terus dijalankan. Komentar negatif, Sita healing dengan olahraga ringan, yoga, dan dress up serta memasak.

Support dari keluarga merupakan semangat terbesar Sita Tyasutami (Foto: Instagram/@SitaTyasutami)

Selain perundungan, Sita juga merasa bosan berbulan-bulan di rumah. Ia ingin bertemu teman tapi sangat terbatas karena masih pemberlakuan PSBB.

"Stres juga enggak kemana-mana. Untungnya di rumah banyak tempat untuk punya privasi masing-masing. Kita main piano, ngelukis, menari, karena berkesenian itu mengurangi stres kita," jelasnya.

Setelah kondisi mulai kondusif, Sita mulai memberanikan diri berinteraksi dengan orang-orang di luar rumah melakukan kegiatan positif, dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Waktu awal-awal keluar rumah, kita bagi-bagi masker di jalan, bagi-bagi sembako. Sempat buka donasi umum juga bagi-bagi sembako, dan ngasih paket kesehatan seperti vitamin untuk Rumah Sakit," kata Sita.

Setelah lima bulan melepas status 'kasus 01', Sita mulai melakukan aktivitas kembali, seperti bekerja di bagian manajerial sebuah restoran. Di awal kerjanya, Sita hanya 2-3 kali seminggu ke restoran, sisanya Work From Home (WFH).

Setelah kondisi membaik, Sita mulai melakukan sejumlah kegiatan, seperti yoga, melukis, bekerja, hingga kuliah S2 (Foto: instagram/@SitaTyasutami)

Selain mengurus restoran, Sita juga mengajar tari, namun secara online, karena situasi pandemi. Biasanya Sita mengajar tari modern di sekolah internasional. Sita juga menjadi manajer grup band. Di tengah kesibukan bekerja, Sita masih harus membagi waktu kuliah daring pendidikan S2 di IPMI, jurusan Bisnis Administrasi. Semua kerjaan tersebut dilakukan pada masa kenormalan baru.

Hingga kini, Sita masih aktif memberikan konten positif di media sosial agar benih kebaikan bisa menyebar. Ia selalu memberi semangat kepada para pasien dan tenaga medis. Bagi pasien, menurut Sita, terpenting membenahi mental selagi fokus mengurus masalah kesehatan.

Bagi masyarakat luas, Sita berpesan agar terus tersenyum, berdoa, dan melakukan kegiatan apa pun agar tidak stres.

"intinya kita harus tau apa yang bikin bahagia untuk tetep sehat, tentunya harus makan-makanan bergizi dan menerapkan protokol kesehatan," tutupnya. (ryn)

Baca Juga:

Melawan Arus, Lawless Survive dengan Unit Bisnis Baru di Tengah Pandemi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenpora Dukung 2 Juta Atlet Esports di Turnamen Free Fire Fall Season 2020
Fun
Kemenpora Dukung 2 Juta Atlet Esports di Turnamen Free Fire Fall Season 2020

Kemenpora Dukung 2 Juta Atlet Esports di Turnamen Free Fire Fall Season 2020

Foo Fighters Hingga Lana Del Rey Bakal Meriahkan Festival Bonnaroo 2021
ShowBiz
Foo Fighters Hingga Lana Del Rey Bakal Meriahkan Festival Bonnaroo 2021

Festival Bonnaroo sempat mengalami penundaan hingga September 2020 karena wabah COVID-19.

Xbox Wireless Headset, Main Game Makin Seru
Fun
Xbox Wireless Headset, Main Game Makin Seru

Gawai yang langsung terhubung dengan konsol game.

Takut Disuntik? Lakukan Ini untuk Mengatasinya
Fun
Takut Disuntik? Lakukan Ini untuk Mengatasinya

Berawal dari melawan rasa takut itu sendiri.

Menggunakan Ponsel Aman Sambil Berjalan dengan Teknologi 'Mata Ketiga'
Fun
Menggunakan Ponsel Aman Sambil Berjalan dengan Teknologi 'Mata Ketiga'

Seorang mahasiswa membuat teknologi 'mata ketiga' yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kecelakaan bagi orang yang kerap menggunakan ponsel sambil berjalan

Dari Terpaksa Jual Alat Musik, Gibson Putra Menuju Kesuksesan
Hiburan & Gaya Hidup
Dari Terpaksa Jual Alat Musik, Gibson Putra Menuju Kesuksesan

Untuk sukses, ada perjalanan yang harus dilalui.

Atasi Nyeri Pinggang dengan 5 Gerakan Yoga Sederhana
Fun
Atasi Nyeri Pinggang dengan 5 Gerakan Yoga Sederhana

Nyeri pinggang langsung hilang dengan gerakan yoga.

Sengit, Epic Games Tak Memperbolehkan Apple Gunakan Unreal Engine
Fun
Sengit, Epic Games Tak Memperbolehkan Apple Gunakan Unreal Engine

Epic Games lanjut menyerang, Apple tak diperbolehkan memakai Unreal Engine.

Tips Berkendara Aman saat Banjir
Fun
Tips Berkendara Aman saat Banjir

Berikut ini beberapa tips agar tetap aman jika terpaksa harus menerobos jalur banjir:

Air Kelapa Masuk Golongan Superfood, Ini Manfaatnya
Fun
Air Kelapa Masuk Golongan Superfood, Ini Manfaatnya

Ternyata minuman ini memang sarat manfaat kesehatan yang sebenarnya.