Kisah Barista Asuh Nadyah Febriyanti yang Pertama Nge-Shift di Kopi Lima Detik Nadyah Febriyanti mendapat banyak ilmu dan pengalaman berharga saat menjadi barista asuh di Kopi Lima Detik (Foto: istimewa)

KOPI Lima Detik membuktikan enggak cengeng! Coffee shop milik Riri Mestika itu ikut gerakan Barista Asuh dan telah mengangkat satu barista untuk diasuhnya. Kopi Lima Detik memberikan satu shift kepada Nadyah Febriyanti. Barista yang dirumahkan akibat pandemi COVID-19.

Seperti diketahui, Gerakan Barista Asuh merupakan sebuah gerakan yang mengajak para pemilik coffee shop bergandengan tangan, untuk memberikan paling tidak satu shift seminggu pada teman-teman barista yang terpaksa dirumahkan akibat pandemi virus Corona.

Kepada MerahPutih.com, Nadyah mengaku sudah bekerja lebih dari setahun di salah satu coffee shop. Akibat pandemi, Barista berusia 20 tahun ini terpaksa dirumahkan oleh perusahaan. "Sudah sekitar 3 bulan saya dirumahkan. Pihak perusahaan enggak mau ngasih harapan lagi ke kami, karena belum tahu pandemi ini sampai kapan" tutur Nadya via telepon, Jumat (5/6).

Baca Juga:

Enggak Cengeng, Pebisnis Kopi Monika Zendrato Gaungkan Social Movement

Nadyah menceritakan, pemilik perusahaan pernah berkata padanya, "jika kamu sudah nemu perusahaan yang lebih baik ya silahkan boleh diambil." Sampai sekarang, lanjut Nadyah, belum ada kabar kapan coffee shop-nya akan aktif dan normal kembali seperti biasa."

Nadyah sangat rindu dengan mesin kopi setelah 3 bulan dirumahkan (Foto: istimewa)

Tiga bulan dirumahkan dari rutinitas sebagai barista membuat dirinya rindu akan suasana coffee shop dan mengoperasikan mesin kopi.

Hingga akhirnya suatu ketika Nadyah melihat instagram Barista Guild of Indonesia (BGI) yang menyampaikan informasi tentang gerakan barista asuh. Nadya tertarik. Dia berinisiatif mendaftarkan diri menjadi barista asuh setelah mendapat informasi detail dari BGI.

"Setelah saya tanya-tanya akhirnya saya di email oleh BGI. Langsung saya isi pendaftarannya. Terus saya kaget juga di whatsapp disuruh nge-shift dikasih tau feenya. Alhamdulillah banget," ucap Nadyah dengan antusias.

Setelah mendapat kabar berkesempatan nge-shift di Kopi Lima Detik, Nadyah merasa sangat senang. Karena Nadyah mengaku sudah sangat rindu dengan mesin kopi, setelah tiga bulan dirumahkan. "Seneng banget, soalnya saya lagi kangen nge-shift, Alhamdulilah bisa ketemu mesin lagi, bisa kalibrasi lagi. Kangen. Gerakan ini sangat membantu banget," jelas Nadyah.

Baca juga:

Masih Bingung Cara Ikut Gerakan Barista Asuh? Gampang Benget, Ini Panduannya!

Adapun pemilihan Kopi Lima Detik sebagai 'Rumah Asuh' Nadyah, hal itu karena jaraknya yang cukup dekat dari tempat tinggalnya. Nadyah mengungkapkan jika jarak tempuhnya sekitar 20 menit.

Saat berkesempatan mengisi shift di tempat yang baru, biasanya seseorang merasa canggung dan deg-degan. Namun Nadyah mengaku bisa menjalankannya dengan baik, karena mendapat respon positif dari orang-orang yang bekerja di Kopi Lima Detik.

"Di Kopi Lima Detik orang-orangnya sangat welcome, dari mulai owner-nya, baristanya, kitchen-nya, pada welcome," kata Nadyah.

Nadyah mendapat teman baru, wawasan baru dan bisa mengobati rindu dengan mesin kopi di Kopi Lima Detik (Foto: istimewa)

Nadyah mendapatkan satu shift di Kopi Lima Detik pada hari Rabu (4/6). Mulai pukul 12.00 sampai 20.00 Wib. Namun meski hanya mendapat satu shift, Nadya mengaku banyak mendapat hal-hal positif.

Dirinya mengaku dengan adanya kesempatan nge-shift di Kopi Lima Detik, dia mendapat teman baru, wawasan baru, dan bisa mengasah ilmu perkopian dan mengobati kerinduan dengan mesin kopi.

Selain mendaftarkan diri menjadi barista asuh, selama 3 bulan dirumahkan Nadyah tak lantas berdiam diri. Barista muda yang satu ini berjualan dessert box secara online dan menjadi reseller sejumlah barang demi menyambung hidup.

Sementara ini Nadyah tengah mencari-cari tempat baru untuk bekerja. Nadyah bercerita jika dia ingin tetap bekerja di dunia kopi yakni sebagai barista. Tapi jika ada kesempatan bekerja diluar dunia kopi, Nadyah ingin bekerja di bagian administrasi, karena sesuai dengan basic pendidikannya ketika di SMK.

Akhir kata Nadyah sangat merekomendasikan gerakan barista asuh ini untuk teman-teman barista di luar sana yang dirumahkan/di-PHK akibat pandemi. Karena selain mendapat ilmu dan pengalaman, para barista juga bisa mendapat pemasukan. "Terima kasih Barista Asuh, terima kasih Kopi Lima Detik,"(Ryn)

Baca juga:

Meski Kondisi Sulit, Riri Mestika Tetap Dukung Barista Asuh untuk Bangkitkan Semangat Para Barista

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala