Keraton Kasepuhan Tetap Menjadi Favorit Para Pelancong Keraton Kasepuhan yang menjadi destinasi populer di Cirebon. (Foto: MP/Mauritz)

MOMEN liburan Natal tahun ini dimanfaatkan oleh orang-orang untuk mengisi waktu dengan mengunjungi tempat wisata. Salah satunya adalah tempat wisata bersejarah yang ada di Cirebon, yakni Keraton Kasepuhan Kota Cirebon. Bahkan bukan hanya momen-momen liburan saja, di hari-hari biasa juga keraton ini masih tetap ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Di musim liburan, tempat bersejarah ini kerap dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara. Mereka biasanya datang rombongan bis, maupun mobil-mobil.

Baca Juga:

Fobia-Fobia yang Diidap Pelancong

cirebon
Keraton Kasepuhan wisata sejarah budaya Cirebon. (Foto: MP/Mauritz)

Di sini terdapat beberapa bangunan yang sudah berusia ratusan tahun. Bangunan-bangunan ini masih terawat hingga sekarang, dan menjadi tempat tinggal Sultan dan keluarganya.

Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 15.000 saja, pengunjung bisa menikmati tiap-tiap bangunan bersejarah di dalamnya, sambil sesekali mengabadikan momen tersebut dengan kamera.

Di sini, para wisatawan bisa menyewa guide atau pemandu yang akan menjelaskan tiap detail sejarah dan penjelasan masing-masing bangunan, seperti arra Siti Inggil, Langgar Agung, Taman Dewandaru, Kitahara Wadasan, Bangsal Prabayaksa, dan lain-lain.

Kemudian, di dalam area keraton terdapat Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon. Di sini, wisatawan membayar tiket masuk sebesar Rp 25.000 untuk bisa menikmati ribuan koleksi benda bersejarah peninggalan Keraton Kasepuhan. Di museum ini, pengunjung bisa melihat Kereta Singa Barong, peralatan perang, bahkan ada lukisan Prabu Siliwangi.

Baca Juga:

Yuk, Rencanakan Liburan 2020 ke Destinasi Ini

cirebon
Terdapat Museum Pusaka di dalam keraton. (Foto: MP/Mauritz)

Lebih masuk lagi ke dalam, tepatnya di area Pakungwati, pengunjung akan mendapatkan sebuah area yang didominasi oleh bata merah. Ini adalah area Keraton Pakungwati, yakni Keraton pertama sebelum adanya Keraton Kasepuhan. Di sini, pengunjung bisa menikmati spot-spot bersejarah dan sakral dengan menambah tiket masuk sebesar Rp 10.000.

Uniknya, di dalam area Pakungwati tedapat salah satu tempat yang hanya diperbolehkan lelaki untuk masuk. Sedangkan untuk perempuan dilarang masuk.

Meskipun pengunjung bisa menikmati spot-spot di dalam area Keraton Kasepuhan, namun ada tempat yang memang dilarang dimasuki oleh para pengunjung, seperti tempat tinggal sultan. Karena, yang bisa masuk ke situ hanya keluarga Sultan, maupun tamu-tamu khusus.

Jika masih kurang, pengunjung bisa menikmati solat di salah satu masjid tertua di Cirebon, yakni Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang terletak di depan Keraton Kasepuhan. Di sinilah, para wali berkumpul untuk menyebarkan agama Islam. Bahkan, masjid ini merupakan masjid yang dibangun oleh para wali untuk menyebarkan agama Islam.

Keraton Kasepuhan ini sangat pas bagi yang menyukai sejarah-sejarah masa lalu, karena di tempat inilah merupakan saksi bisu perjuangan masyarakat Cirebon sejak zaman kerajaan, hingga pasca kemerdekaan. (*)

Baca Juga;

Melancong di Musim Liburan, Perhatikan Hal Ini

Tulisan dari Mauritz kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Kredit : mauritz


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH