Kemenkes Ingatkan Pentingnya K3 Para Petugas Pemilu 2024

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 02 Februari 2024
Kemenkes Ingatkan Pentingnya K3 Para Petugas Pemilu 2024

Pelantikan anggota KPPS di Stadion Benteng Reborn, Kamis (25/1). ANTARA/HO-Kecamatan Tangerang.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan pentingnya kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja bagi para petugas Pemilu 2024 dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diperingati setiap 12 Januari hingga 12 Februari.

"Kesehatan dan keselamatan kerja harus kita jaga, mengingat saat ini kita juga akan menyelenggarakan Pemilu, sehingga kesehatan bagi para petugas Pemilu itu sangat penting untuk kita perhatikan," kata Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kemenkes Nida Rahmawati dikutip Antara.

Baca Juga:

Petugas KPPS Perlu Proteksi BPJS Ketenagakerjaan

Ia menjelaskan, peningkatan kesadaran K3 di setiap kegiatan mutlak diperlukan dalam mewujudkan pembudayaan K3 dengan mendorong partisipasi aktif semua pihak untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Pagi ini, secara serentak di seluruh Puskesmas di Indonesia menyelenggarakan senam bersama petugas Pemilu agar terjaga kesehatannya, karena mereka akan bekerja cukup berat di saat pemungutan dan penghitungan suara," kata Nida .

Baca Juga:

Fahri Kritik Pemilu 2019 Banyak Petugas KPPS Meninggal, Ini Jawaban KPU

Momentum Bulan K3 ini, menurutnya, penting untuk mewujudkan budaya kerja yang aman dan layak untuk menciptakan lingkungan kerja yang layak untuk menjamin keselamatan pekerja.

"Perlindungan kesehatan pekerja merupakan tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha dan swasta. Peringatan Bulan K3 merupakan momentum menjadikan K3 sebagai budaya kerja dan objek prioritas agar tercipta pekerjaan yang aman dan layak sehingga terjamin keselamatan jiwa dan kesehatan pekerja," tuturnya.

Baca Juga:

Diduga Janggal, Alumni UI Desak Penyelidikan Terhadap Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS

Selain itu, Nida juga menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja wanita dan pemahaman atau kesadaran pentingnya K3 bagi wanita.

"Pekerja, utamanya wanita sangat mendukung ekonomi bangsa ini, karena jumlah pekerja Indonesia itu, 60 persen laki-laki dan 40 persen wanita," katanya.

#Pemilu 2024 #Kemenkes
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Imbas Dokter Magang Meninggal, Tata Kelola Dokter Muda Bakal Diubah
Kemenkes akan menetapkan standar minimal remunerasi yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah dan wahana magang dokter guna mengurangi ketimpangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Imbas Dokter Magang Meninggal, Tata Kelola Dokter Muda Bakal Diubah
Indonesia
Imbas Kasus Kematian dr Myta, Menkes Rombak 4 Aturan Program Dokter Magang. Ini Detailnya!
Perubahan aturan program mencakup jam kerja, kesejahteraan, hak cuti, hingga evaluasi akhir periode magang dokter.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Imbas Kasus Kematian dr Myta, Menkes Rombak 4 Aturan Program Dokter Magang. Ini Detailnya!
Indonesia
Investigasi Kematian dr Myta: Dokter Pendamping Piket Malam IGD Lepas Tangan Malah Pergi Merokok
Hasil investigasi Kemenkes ungkap oknum dokter pendamping di IGD RSUD KH Daud Arif sering melepas tanggung jawab, bahkan merokok di kantin, saat dokter magang menangani pasien sendiri.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Investigasi Kematian dr Myta: Dokter Pendamping Piket Malam IGD Lepas Tangan Malah Pergi Merokok
Indonesia
Investigasi Kematian dr. Myta, Kemenkes Temukan Dokter Pendamping Manipulasi Laporan Jam Kerja Magang
Investigasi juga menemukan praktik tidak etis di stase IGD, terdapat oknum dokter pendamping lebih banyak menyerahkan penanganan pasien kepada dokter magang dengan alasan agar mereka belajar.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Investigasi Kematian dr. Myta, Kemenkes Temukan Dokter Pendamping Manipulasi Laporan Jam Kerja Magang
Indonesia
Dokter Magang Meninggal, Kemenkes Akui Jam Kerja Sampai 51,4 Jam Seminggu
Patut diduga pendamping melakukan manipulasi jadwal dan presensi peserta internship. Kemenkes menampilkan chat antara dr J dan seorang peserta magang, di mana dr J meminta peserta untuk mengedit jadwal.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
Dokter Magang Meninggal, Kemenkes Akui Jam Kerja Sampai 51,4 Jam Seminggu
Indonesia
100 Juta Warga Diklaim Sudah Dilayani Cek Kesehatan Gratis, Ini Kondisi Yang Ditemukan
Dari total peserta yang menjalani skrining, sekitar 16,8 juta orang membutuhkan tindak lanjut penanganan, dengan 1,4 juta di antaranya telah tercatat mendapatkan tata laksana lanjutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
100 Juta Warga Diklaim Sudah Dilayani Cek Kesehatan Gratis, Ini Kondisi Yang Ditemukan
Berita Foto
Raker Menkes dengan Komisi IX DPR Bahas Kuota Penerima Bantuan Iuran JKN
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR
Didik Setiawan - Rabu, 15 April 2026
Raker Menkes dengan Komisi IX DPR Bahas Kuota Penerima Bantuan Iuran JKN
Indonesia
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
RSHS siap menjalani evaluasi dari Kementerian Kesehatan terkait insiden salah kasih bayi.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Berita Foto
Kampanye Gerakan Batasi GGL Jelang Hari Obesitas Sedunia 2026
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam media brifieng jelang Hari Obesitas Sedunia 2026
Didik Setiawan - Selasa, 03 Maret 2026
Kampanye Gerakan Batasi GGL Jelang Hari Obesitas Sedunia 2026
Bagikan