Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kembalinya Pelajaran Menulis Huruf Sambung di Sekolah-Sekolah AS

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Senin, 29 Januari 2024
Kembalinya Pelajaran Menulis Huruf Sambung di Sekolah-Sekolah AS

(Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Era digital membawa anak-anak ke cara baru dalam belajar di sekolah. Mereka tak menulis pakai tangan di atas kertas lagi, melainkan di atas layar digital.

Namun, ternyata cara baru ini menurunkan kemampuan kognitif dan motorik anak-anak. Karena itulah, siswa sekolah dasar di California, AS, kini wajib kembali belajar menulis sambung (kursif) di atas kertas.

"Generasi anak-anak yang belajar menulis di layar kini sudah ketinggalan zaman. Mulai tahun ini, siswa sekolah dasar California diharuskan belajar tulisan tangan kursif, setelah keterampilan tersebut tidak lagi populer pada era komputer," ungkap reuters.com (28/1).

Kewajiban ini tertuang dalam Undang-Undang No. 446 yang disponsori oleh mantan guru sekolah dasar Sharon Quirk-Silva dan ditandatangani pada Oktober 2023.

Baca juga:

Menulis Ternyata Efektif Mengatasi Trauma Layaknya Terapi Biasa

Sasaran undang-undang ini adalah 2,6 juta warga California di kelas satu hingga enam, kira-kira berusia 6 hingga 12 tahun. Pelajaran menulis huruf sambung diberikan sesuai level.

"Para ahli mengatakan belajar kursif meningkatkan perkembangan kognitif, pemahaman membaca dan keterampilan motorik halus, serta manfaat lainnya," tambah reuters.com.

Beberapa pendidik juga merasakan manfaat dalam mengajar anak-anak membaca dokumen bersejarah dan surat keluarga dari generasi sebelumnya.

Di Sekolah Dasar Orangethorpe di Fullerton, beberapa anak mengeluh tentang kesulitannya menulis huruf sambung.

Namun, guru bernama Pamela Keller bersabar menghadapinya.

“Kami memberi tahu anak-anak itu, 'pelajaran ini akan membuat kalian lebih pintar, otak kalian bakal lebih moncer, dan membantu kalian naik ke tingkat berikutnya'," kata Keller.

Hasilnya, anak-anak menjadi lebih bersemangat.

“Saya menyukainya, karena saya merasa cara menulisnya lebih menarik, dan mempelajari huruf-huruf baru itu menyenangkan,” kata Sophie Guardia, siswa kelas empat berusia 9 tahun.

Bagaimana dengan siswa-siswa di Indonesia ya? Apakah masih harus belajar menulis sambung lagi? (dru)

Baca juga:

Baiknya Menulis List untuk Kesehatan Mental

#Pendidikan #Anak-anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
28 Siswa TK di Solo Belajar di Ruang Kelas Rawan Roboh, Pemkot Gelontorkan Rp 150 Juta
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan apabila proses belajar-mengajar tetap berlangsung di ruang yang rusak.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
28 Siswa TK di Solo Belajar di Ruang Kelas Rawan Roboh, Pemkot Gelontorkan Rp 150 Juta
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Indonesia
Presiden Prabowo Soroti Lulusan Terbaik IPDN dari Keluarga Sederhana, Sebut Meritokrasi sudah Berjalan
Para lulusan terbaik IPDN berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari anak buruh, petani hingga putra anggota TNI berpangkat bintara.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
Presiden Prabowo Soroti Lulusan Terbaik IPDN dari Keluarga Sederhana, Sebut Meritokrasi sudah Berjalan
Fun
Museum Koleksi Dinosaurus Terbesar RI Mulai Dibuka, Pemkot Solo Umumkan Tiketnya Segini!
Tahir Solo Museum resmi dibuka di Solo dengan koleksi dinosaurus terbesar di Indonesia. Tiket Rp30 ribu untuk pelajar, Rp50 ribu dewasa, buka setiap hari 09.00–17.00 WIB.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Museum Koleksi Dinosaurus Terbesar RI Mulai Dibuka, Pemkot Solo Umumkan Tiketnya Segini!
Indonesia
UI Masih Teratas dari 7 Kampus RI di 500 Besar Dunia, Budaya Riset Jadi PR Besar
QS World University Rankings 2027 menempatkan 7 kampus Indonesia di 500 besar dunia. UI tetap teratas, namun budaya riset masih jadi pekerjaan rumah besar.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
UI Masih Teratas dari 7 Kampus RI di 500 Besar Dunia, Budaya Riset Jadi PR Besar
Indonesia
Indeks Kesiapan Masa Depan Dunia Kerja RI Lampaui Malaysia, Tetapi Lemah di Kualitas Lulusan PT
Indonesia naik ke posisi 32 QS World Future Skills Index 2027, unggul atas Malaysia di kesiapan pasar kerja. Namun, kualitas lulusan perguruan tinggi masih jadi tantangan.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Indeks Kesiapan Masa Depan Dunia Kerja RI Lampaui Malaysia, Tetapi Lemah di Kualitas Lulusan PT
Indonesia
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
QS Best Student Cities 2027 menempatkan Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya dalam 10 kota dengan biaya studi termurah dunia. Jakarta juga masuk daftar kota pelajar terbaik global.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
Indonesia
Pemerintah Siapkan Kuliah Gratis di Universitas Republik Indonesia, Biaya Ditanggung APBN
Pemerintah akan membuka program kuliah gratis di Universitas Republik Indonesia (URI). Mahasiswa S1 mendapat beasiswa penuh dengan seluruh biaya ditanggung APBN.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Pemerintah Siapkan Kuliah Gratis di Universitas Republik Indonesia, Biaya Ditanggung APBN
Indonesia
Universitas Republik Indonesia Siapkan 10 Kampus, Fokus Cetak SDM dan Pemimpin Masa Depan
Universitas Republik Indonesia (URI) resmi dipimpin Donny Ermawan Taufanto dan diproyeksikan menjadi pusat pendidikan kepemimpinan nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Universitas Republik Indonesia Siapkan 10 Kampus, Fokus Cetak SDM dan Pemimpin Masa Depan
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Bagikan