Kafein Agen Anti Obesiti Teh Mate dapat menjadi agen anti obesitas. (Foto: Unsplash/Manki Kim)

PENELITIAN dari University of illinois melakukan penelitian pada the herbal bernama teh mate untuk mencari manfaatnya bagi kesehatan. Mereka menemukan kafein yang sama pada kopi dan memberikan dampak yang sama.

Penelitian yang dikepalai oleh Dr Elvira Gonzalez de Mejia mengatakan bahwa mencermati dengan temuan itu, the mate dan kafein dapat dikatakan sebagai agen anti obesitas.

Baca Juga:

5 Cara Rumahan untuk Mengatasi Neuropati Diabetik

teh
The Mate memiliki kandungan kafein yang sama dengan kopi. (Foto: Unsplash/Jorge Zapata)

Peneliti yang memakai tikus sebagai percobaannya itu membandingkan dengan kebutuhan bagi manusia pada umumnya. Mereka memahami adanya peran the mate dan kafein sebagai jalan untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas. Termasuk pula gangguan metabolik yang terhubung dengan kondisi itu.

Penelitian itu menemukan mengonsumsi kafein dari the mate atau sumber lainnya ternyata mengangkat kelebihan lemak dan gula.

Teh mate adalah minuman herbal dari Amerika Latin dan biasanya mengandung unsur lainnya seperti phytochemicals, flavonoids, dan asam amino. Dalam satu gelas the mate mengandung sekitar 65 sampe 130 mg kafein. Sementara dalam satu cangkir kopi mengandung 30 sampai 300 mg kafein.

Baca Juga:

Menggunakan Benang Gigi Penting Tidak Sih?

kopi
Kopi dikenal dengan kafeinnya yang tinggi. (Foto: Pixabay/couleur)

Para peneliti mengungkapkan bahwa tikus yang diberikan kafein mengalami penuruan lipid atau molekul lemak sebesar 21-41 persen.

Penelitian yang dipublikasikan pada The Journal of Function Foods ditegaskan sebagai agen anti obesitas. Ini terbukti pada dua tikus yang menjadi eksperimen dalam penelitian ini, satu diberikan kafein yang lainnya tidak.

Laman Daily Mail menuliskan, peneliti menjelaskan efeknya karena kafein dalam perhitungan gen Fasn dan Lpl. Fasn adalah gen sintase asam lemak yang 31-39 persen tidak aktif pada tikus yang diberi kafein yang berarti tubuhnya sedikit mengkonversi gula ke lemak. Kemudian Lpl atau gen lipase lipoprotein sekiar 51-69 persen tidak aktif pada tikus yang berarti mengurangi produksi lemak. Gen juga menunjukan produksi kolesterol yang minim pada liver. (psr)


Baca Juga:

Makan Pedas dapat Menunda Kematian. Serius!

Kredit : paksi


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH