Jangan Salah Kostum, Kenali Dulu Makna yang Terkandung Pada Motif Batik Kenali makna dibalik motif batik (Foto: instagram @batiksemarang16)

SELAMAT Hari Batik Nasional ya gengs. FYI aja nih peringatan Hari Batik Nasional sendiri berawal dari penetapan batik sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO tahun 2009.

Bicara soal Batik yang sudah diakui dunia, saat ini image kuno atau tua jika menggunakan batik tampaknya telah sirna. Karena seiring berjalannya waktu, dari mulai orang dewasa hingga anak-anak muda suka mengenakan batik.

Baca Juga:

Investasi Batik Tulis Bisa Raup Keuntungan Ratusan Juta Rupiah

Hal itu tak terlepas dari tangan dingin para desainer-desainer tanah air yang memberikan sentuhan desain modern pada batik agar lebih kekinian, stylish dan ready to wear.

Setiap motif batik mengandung filosofi tersendiri (Foto: europeanyouthvoice.eu)

Motif batik di Indonesia sendiri cukup beragam gengs. Namun tahukah kamu jika setiap motif pada batik mengandung filosofi tersendiri?.

Salah satunya ialah motif batik Kawung. Menurut pengamat mode Sonny Muchlison, Batik yang satu ini melambangkan jalan kehidupan atau kembali ke alam, dan biasanya diperuntukan untuk penutup jenazah.

"Semua batik itu diperuntukan dari masa fase di alam ini, ada kelahiran, ada peremajaan, ada perkawinan ada kematian, semuanya ada. maknanya the way of life itu seperti pada pada motif kawung, jadi kawung itu digambarkan pada circle of life, jadi orang mati itu tidak mati. dia akan ada pada kehidupan yang berikutnya. makannya dikasih tutup kainnya namanya motif kawung" ucap Sonny saat dihubungi merahputih.com via telepon.

Batik Tambal memiliki makna menambal hal-hal yang rusak (Foto: instagram @ayu_2703)

Selain Batik Kawung, batik yang memiliki makna dibaliknya ialah Batik Tambal. Batik ini biasanya digunakan untuk orang sakit. Mengapa demikian? Sonny menuturkan karena makna dibalik batik tambal ialah jika ada yang ditambal dia akan menjadi lebih sehat. Misalkan dikenakan oleh orang sakit jadi ditambal kesehatannya.

Salah satu motif batik sidomukti (Foto: instagram @batik_liya)

Setelah membahas batik untuk kematian dan orang sakit. Kita beralih ke batik yang cocok dikenakan untuk pernikahan nih gengs. Batik tersebut ialah Sidomukti, filosofinya pengantin yang mengenakan bisa diangkat derajatnya.

"jadi kalo pergi ke nikahan itu ada batik yang cocok untuk dikenakan. misalnya sidomukti, dalam bahasa jawa artinya diangkat derajatnya, jadi karena dia menjadi raja dan ratu sehari maka diangkat derajatnya" jelas Sonny.

Baca Juga:

Jangan Sampai Keliru, Ketahui Perbedaan Jenis Batik

Motif batik truntum (Foto: instagram @negerikitasendiri)

Namun untuk batik yang dikenakan oleh besan dan orang tua (bapa atau Ibu), rupanya beda lagi gengs batik yang cocok dikenakannya dari si pengantin. Untuk besan dan ortu batik yang cocok itu kain batik Truntum. Karena batik tersebut memiliki makna sebuah kebahagiaan.

"Sang besan dan sang orang tua bapa ibu itu biasanya mengenakan kain yang namanya truntum, itu artinya bersemi, jadi bersemi berbunga-bunga, artinya dia sedang berbahagia. jadi mereka pakai kain truntum dua duanya. atau bisa juga mereka pakai motif sidoasih, artinya saling mengasihi" lanjut Sonny.

Itu dia gengs beberapa motif batik yang ternyata memiliki makna dan filosofi tersendiri untuk digunakan pada beberapa momen penting. Sebetulnya masih banyak sekali filosofi dibalik motif batik-batik Indonesia, khususnya yang berasal dari pulau Jawa. Kalau dibahas semua, kayanya bisa sampai tujuh hari tujuh malam enggak kelar yah gengs.

Tapi kalau diliat-liat nih gengs, masyarakat mungkin banyak yang suka dan tau berbagai motif dari batik itu sendiri, tapi sepertinya arti pada motif batik masih segelintir orang saja yang mengetahuinya

Hal itu juga diakui oleh Sonny Muchlison. Bagi Sonny saat ini masih banyak orang yang tak mengapresiasi budaya sendiri, terlebih milenial yang sudah terkena terpaan budaya barat, korea dan sebagainya.

Pentingnya edukasi tentang batik dari mulai lingkup keluarga (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Melihat ironi tersebut, Sonny mengungkapkan jika sangat penting adanya perkenal budaya sejak dini. Khususnya dari lingkungan terdekat anak.

"Saya yakin apapun bentuknya berawal dari keluarga dari rumah sendiri, yang memperkenalkan kepada anaknya. kalau seseorang merasa tidak memiliki budaya itu, maka dia tak akan pernah merasa memiliki juga. karena itu sangat peran keluarga dirumah sangat penting" tegas Sonny.

Intinya sih gengs, semua daerah terutama yang ada di Pulau Jawa, semua memiliki motif batik dengan makna yang berbeda-beda. Jadi untuk para generasi muda khususnya milenial, jangan malas-malas untuk belajar yah, khususnya tentang batik. Karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan budaya yang ada di Indonesia. (Ryn)

Baca juga:

Butuh Waktu Lama Untuk Menghasilkan Kain Batik

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH