Iiih Ngiler! Atasi dengan Jeruk

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 05 Juli 2022
Iiih Ngiler! Atasi dengan Jeruk

Ngiler sebenarnya wajar saja, namun tidak etis bila menginap di rumah orang. (Foto: Unsplash/Kinga Cichewicz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NGILER buat sebagian orang bukan hal yang asing. Tapi kalau menginap di tempat orang lain tetntu ceritanya jadi berbeda. Yang jadi pertanyaan adalah mengapa saat tidur mengeluarkan air liur? Ada yang mengatakan jika ngiler saat tidur tandanya telah melalui hari-hari yang melelahkan.

Sebenarnya, keluarnya air liur dari mulut saat tidur adalah hal yang sangat normal. Mulut terbuka saat tidur juga biasanya disebabkan karena tubuh ingin mendapatkan lebih banyak oksigen, sehingga dengan otomatis kita bernapas dari mulut.

Terlepas dari apapun itu, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi atau mencegah ngiler saat sedang tidur. Untuk mengurangi kemungkinan ngiler, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Seperti dikutip dari laman Insider, berikut cara untuk mengatasi ngiler saat tidur:

Baca Juga:

Cara Efektif Mengatasi Keratosis Piralis

tidur
Ada yang mengatakan jika ngiler saat tidur tandanya telah melalui hari-hari yang melelahkan. (Foto: Unsplash/Isabella and Zsa Fischer)

Salah satu cara untuk mencegah ngiler adalah dengan mengubah posisi tidur. Posisi tidur sangat mempengaruhi air liur yang keluar dari dalam mulut. Oleh sebabnya, kita disarankan untuk mengubah posisi tidur yang selama ini sudah biasa menyamping atau tengkurap.

Untuk mengatasi itu, kamu bisa mencoba posisi tidur telentang dengan menyisipkan guling atau bantal tebal di kedua sisi tubuh, sehingga tubuh kita tidak bergeser dan mudah mempertahankan posisi ini. Posisi tubuh ini bisa menampung air liur di tenggorokan dan gaya gravitasi membantu mencegah air liur keluar merembes dari mulut.

Ngiler menurut para ahli dapat disebabkan oleh efek samping obat. Obat antipsikotik (terutama clozapine) dan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati Alzheimer terbukti menyebabkan air liur yang berlebihan. Beberapa antibiotik juga dapat menyebabkan sialorrhea.

Baca Juga:

Memelihara Kucing Bantu Kesehatan

tidur
Tidur dengan posisi terlentang mencegah air liur keluar. (Foto: Pexels/Natalie)

Sebab lainnya ngiler adalah mulut kering. Otomatis bila mulut kering kelenjar ludah aktif untuk melumasinya. Jadi, jika kita mengalami dehidrasi atau tidur dengan mulut terbuka, kelenjar tersebut bisa menghasilkan lebih banyak air liur, yang membuat kita ngiler saat tidur.

Buah jeruk tak hanya enak untuk dikonsumsi dan membantu kesehatan tubuh dengan vitamin yang terkandung di dalamnya. Ternyata buah jeruk membantu mengencerkan air liur dan secara efisien dapat mencegah air liur. Kita bisa minum air lemon atau makan buah jeruk lainnya sebelum tidur.

Tak melupakan pula ada gangguan kesehatan lainnya yang mempengaruhi seperti alergi atau infeksi. Jika tubuh kita sedang mengalami alergi terhadap sesuatu atau mengalami infeksi, biasanya produksi air liur akan semakin banyak untuk mengeluarkan racun. (Mrf)

Baca Juga:

Menurut Sains Begini Meningkatkan Kebahagiaan

#Kesehatan #Tidur #Posisi Tidur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan