[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Bikin Otak Jadi Lelet Tangkapan layar Facebook soal hoaks dampak vaksin COVID-19. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Akun Anto Emha (fb.com/anto.barat.3705) pada 5 Februari 2021 mengunggah sebuah gambar tangkapan layar dengan narasi sebagai berikut:

“Setelah difucksin, otak jadi Lelet. BahaHaha..”

Di gambar tangkapan layar percakapan tersebut, tangkapan gambar status seseorang di Whatsaipp dan percakapan pesan.

Tulisan di status tersebut menyatakan, “Berasa lebih susah ngapalin nama obat baru”. Pengirim gambar tersebut menulis “status temen saya apoteker habis vaksin kmren”

Baca Juga:

Polri Buru Pembuat Hoaks Jakarta Lockdown saat Imlek

FAKTA:

Berdasarkan hasil penelusuran Mafindo, klaim adanya reaksi berupa gangguan otak seperti lamban berpikir dan sulit menghapal setelah divaksin adalah klaim yang menyesatkan.

Faktanya, vaksin COVID-19 sudah melalui serangkaian uji coba dan tidak mendapati efek samping berupa gangguan otak seperti lamban berpikir dan sulit menghapal.

Dilansir dari Kompas, ahli patologi klinis yang juga Direktur RS UNS Tonang Dwi Ardyanto menyatakan, vaksin COVID-19 menyebabkan gangguan otak seperti lamban berpikir dan sulit menghapal adalah klaim yang tidak benar.

Ia mencontohkan, program vaksinasi yang sudah berjalan puluhan bahkan ratusan tahun lalu.

“Yang jelas, anak-anak kita, yang bahkan kurang dari 1 tahun, sudah rutin mendapatkan vaksin termasuk yang metode pembuatannya sama: inactivated. Itu sudah bukti nyata,” kata Tonang saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/2/2021).

Tangkapan layar Facebook soal hoaks dampak vaksin COVID-19. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)
Tangkapan layar Facebook soal hoaks dampak vaksin COVID-19. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Selain itu, dalam Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 menyebutkan reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi COVID-19 hampir sama dengan vaksin yang lain. Beberapa gejala tersebut antara lain:

1. Reaksi lokal, seperti: Nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan. Reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.

2. Reaksi sistemik seperti: Demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, sakit kepala.

3. Reaksi lain, seperti: Reaksi alergi misalnya urtikaria, oedem, reaksi anafilaksis, syncope (pingsan).

Dari teknis pelaksanaan vaksin tersebut, tidak terdapat efek samping gangguan otak seperti lamban berpikir dan sulit menghapal seperti yang ada pada narasi sumber klaim.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Gubernur Kaltim Akan Merudal Kantor Buka Sabtu-Minggu

KESIMPULAN:

Vaksin COVID-19 sudah melalui serangkaian uji coba dan tidak mendapati efek samping berupa gangguan otak seperti lamban berpikir dan sulit menghapal. (Knu)

Baca Juga:

Kemenkes Minta Masyarakat Hentikan Pesan Hoaks Lockdown Akhir Pekan di DKI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Rayakan Ulang Tahun, Nike Bagikan Ribuan Sepatu dan T-Shirt
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Rayakan Ulang Tahun, Nike Bagikan Ribuan Sepatu dan T-Shirt

Beredar pesan berantai yang mengklaim bahwa Nike membagikan hadiah gratis dalam rangka ulang tahun.

Kejar Target, Polda Metro Jaya bakal Vaksinasi Door to Door
Indonesia
Kejar Target, Polda Metro Jaya bakal Vaksinasi Door to Door

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut dalam vaksinasi door to door, pihak kepolisian bersama dengan RT dan RW akan memasang stiker di rumah warga yang belum divaksin.

Wagub DKI Minta Warganya Tetap di Rumah saat Libur Natal dan Tahun Baru
Indonesia
Wagub DKI Minta Warganya Tetap di Rumah saat Libur Natal dan Tahun Baru

Dikhawatirkan jika warga lalai menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan liburan, tren kasus corona bakal melonjak kembali.

Wacana Amandemen UUD 1945 Terjebak di Isu PPHN, Pimpinan DPD: Saya Merasa Aneh
Indonesia
Wacana Amandemen UUD 1945 Terjebak di Isu PPHN, Pimpinan DPD: Saya Merasa Aneh

Mahyudin juga menyadari untuk terwujudnya amandemen khususnya Pasal 22D bukan perkara mudah

Presidential Threshold Dianggap Bikin Sosok Kredibel yang Tak Punya Kapital 'Gigit Jari'
Indonesia
Presidential Threshold Dianggap Bikin Sosok Kredibel yang Tak Punya Kapital 'Gigit Jari'

Lagipula, penghapusan PT memberikan peluang besar bagi partai politik untuk menjagokan figurnya sendiri

KBS dan Berdikari Logistik Kerja Sama Jaga Pasokan Pangan
Indonesia
KBS dan Berdikari Logistik Kerja Sama Jaga Pasokan Pangan

PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS) dan PT. Berdikari Logistik Indonesia menjalin kerja sama demi tercapainya stabilitas harga pangan di Indonesia, khususnya menjelang perayaan hari besar keagamaan nasional (HBKN) seperti Lebaran dan Natal.

Akun Farid Okbah Unggah Soal Kriminalisasi Ulama, Polisi Ungkap Siapa di Baliknya
Indonesia
OTT di Musi Banyuasin, KPK Amankan Barang Bukti Uang
Indonesia
OTT di Musi Banyuasin, KPK Amankan Barang Bukti Uang

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyampaikan, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam operasi senyap ini.

Vaksin Nusantara Diminati Turki, Ketua DPD Berharap Pemerintah Bergerak Cepat
Indonesia
Vaksin Nusantara Diminati Turki, Ketua DPD Berharap Pemerintah Bergerak Cepat

Ketua DPD La Nyalla Mattalitti menyambut positif kabar mengenai diminatinya vaksin Nusantara oleh Turki.

Polwan Berikan Trauma Healing untuk Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air
Indonesia
Polwan Berikan Trauma Healing untuk Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air

Polresta Bandara Soekarno-Hatta melakukan trauma healing kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.