Kemenkes Minta Masyarakat Hentikan Pesan Hoaks Lockdown Akhir Pekan di DKI Ilustrasi. (Pixabay)

Merahputih.com - Kementerian Kesehatan menyatakan kabar pemberlakukan Lockdown akhir pekan di DKI Jakarta tidak benar.

"Kami meminta masyarakat agar menghentikan pesan hoaks tersebut," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers daring yang diadakan Kemenkes, Jumat (5/2).

Baca Juga

Dipuji Satgas, Kalimantan Barat dan Riau Layak Jadi Acuan Penanganan COVID-19

Nadia menjelaskan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih diterapkan sampai 8 Februari 2021. Apakah kemudian PPKM akan dilanjutkan tergantung dari proses evaluasi.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, jangan mudah percaya informasi," ujar Nadia.

Nadia mengimbau masyarakat untuk tenang dan menyaring informasi yang tidak jelas sumbernya dan menghentikan penyebaran hoaks.

“Anjuran untuk tidak boleh keluar rumah sama sekali, menimbun bahan makanan, ancaman akan ditangkap dan dilakukan tes swab jika keluar rumah itu tidak benar,” tegasnya.

Ilustrasi (Foto: pixabay/fernandozshiminaichela)

Adapun, penyebaran kabar bohong bisa dikenakan Pasal 28 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, tentang informasi dan transaksi elektronik.

Selain itu, penyebaran kabar bohong juga diatur di UU KUHP Pasal 14 ayat 1 yaitu barang siapa yang menyiarkan berita bohong bisa dikenakan pasal tersebut dengan ancaman kurungan 10 tahun, dan Pasal 14 ayat 2 yang menyebutkan siapa yang mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran bisa dihukum penjara 3 tahun.

Baca Juga

12 Persen Tenaga Kesehatan DKI Penyintas COVID-19

Selanjutnya, pada Pasal 15, barang siapa menyiarkan kabar tidak pasti atau tidak lengkap, dan menerbitkan keonaran, bisa diancam kurungan 2 tahun.

Kendati demikian, menyambut libur Hari Raya Imlek pada 12 Februari mendatang, Kemenkes juga tetap mengingatkan masyarakat pentingnya melaksanakan protokol kesehatan dan mengimbau masyarakat tetap tinggal di rumah. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi: Pacu Anak Buah Kita Tempuh Jalan Lebih Cepat, 'Short Cut' dan 'Goal Oriented'
Indonesia
Jokowi: Pacu Anak Buah Kita Tempuh Jalan Lebih Cepat, 'Short Cut' dan 'Goal Oriented'

Ia pun meminta agar TNI serta Polri mengawal beberapa agenda yang mendesak dan sekaligus penting bagi negara

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Jiwasraya
Indonesia
Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Jiwasraya

Jaksa menegaskan, dakwaan terhadap Hary Prasetyo telah disusun secara cermat, jelas dan lengkap.

KPU dan Bawaslu Tidak Mandiri, Paslon Hingga Parpol Bisa Intervensi
Indonesia
KPU dan Bawaslu Tidak Mandiri, Paslon Hingga Parpol Bisa Intervensi

Ketidakmandirian penyelenggara pemilu dipastikan dampaknya akan merusak keaslian suara pemilih

[Hoaks atau Fakta]: Vtube Dilindungi Pemerintah dan Sudah Dapat Surat izin
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Vtube Dilindungi Pemerintah dan Sudah Dapat Surat izin

Vtube kemudian dilarang melakukan kegiatan investasi ataupun perekrutan anggota sampai mendapatkan izin resmi dari OJK

[HOAKS atau FAKTA] Jangan Makan Singkong dan Minum Alkohol Setelah Divaksin COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Jangan Makan Singkong dan Minum Alkohol Setelah Divaksin COVID-19

Beredar sebuah pesan di Whatsapp yang berisi larangan memakan singkong dan minum alkohol setelah divaksin COVID-19.

[Hoaks atau Fakta]: Wakil Wali Kota Terpilih Surabaya Meninggal
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Wakil Wali Kota Terpilih Surabaya Meninggal

Armuji diketahui masih dalam perawatan dan sudah membaik menuju kesembuhan.

Pemilihan Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Versi KLB Dinilai Sudah Di-setting
Indonesia
Pemilihan Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Versi KLB Dinilai Sudah Di-setting

Konflik di tubuh Partai Demokrat yang melahirkan dualisme kepengurusan sudah diprediksi sejak awal.

Ada Indikasi Penipuan dalam Kasus Gagal Bayar Jiwasraya
Indonesia
Ada Indikasi Penipuan dalam Kasus Gagal Bayar Jiwasraya

Terungkap fakta baru dalam Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya yakni adanya indikasi penipuan yang menguntungkan salah satu pihak.

Polisi Selidiki Video Viral Karyawan Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
Indonesia
Polisi Selidiki Video Viral Karyawan Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Setelah diselidiki, ternyata peristiwa tak terpuji itu terjadi di Sunter Mall Jakarta Utara pada (1/7).

Rumah Raffi Ahmad, Mamah Dedeh Hingga Ayu Ting Ting Disatroni KPU
Indonesia
Rumah Raffi Ahmad, Mamah Dedeh Hingga Ayu Ting Ting Disatroni KPU

Coklit serentak dilaksanakan di semua wilayah pemilihan