[HOAKS atau FAKTA]: Sejumlah Santri di Jember Bertumbangan Usai Divaksin Sinovac Tangkapan layar soal hoaks santri di Jember bertumbangan setelah divaksin COVID-19. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Akun Facebook Rahmat Lubis mengunggah ulang sebuah status dengan klaim narasi bahwa vaksin COVID-19 Sinovac memakan korban santri di Jember, Jawa Timur dari pengguna Facebook Misman.

Postingan yang diunggah pada 13 Januari 2021 ini telah mendapatkan sebanyak 4 komentar dan telah dibagikan sebanyak 1 kali oleh pengguna Facebook lain.

NARASI:

“Vaksin sinovac memakan korban lagi kali ini santri dari jember…. pekerjaan paling aneh org sehat kok disuntik macam gk ad kerjaan lain”

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Merokok Bisa Lawan Corona

FAKTA:

Setelah ditelusuri, peristiwa dalam video tersebut terjadi jauh sebelum munculnya COVID-19. Video tersebut ditemukan di kanal Youtube Jember 1Tv pada 28 Febuari 2018, dengan judul “Puluhan Santri Pingsan Usai Imunisasi Difteri”.

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa puluhan santri di Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Kecamatan Jenggawah itu pingsan karena dehidrasi usai disuntik vaksin difteri.

Dilansir dari akun Instagram Pondok Pesantren Madinatul Ulum @madinatululum_, pihak ponpes membagikan surat edaran YPP terkait video vaksinasi difteri 3 tahun lalu yang disebar ulang dan dikaitkan dengan vaksinasi COVID-19.

Tangkapan layar soal hoaks santri di Jember bertumbangan setelah divaksin COVID-19. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)
Tangkapan layar soal hoaks santri di Jember bertumbangan setelah divaksin COVID-19. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Berikut keterangan Surat Edaran YPP:

“Assalamualaikum Wr. Wb. Salam silaturahim kami sampaikan, semoga kesehatan dan kebaikan menaungi kita semua. Menanggapi tersebarnya kembali video vaksinasi di YPP. Madinatul Ulum, maka kami merasa perlu meluruskan beberapa hal:

1. Vakasinasi pada video tersebut merupakan vaksinasi difteri yang dilakukan oleh Puskesmas Jenggawah tiga tahun lalu pada tanggal 28 Februari 2018.

2. Tidak benar jika video tersebut dihubungkan dengan vaksinasi COVID-19 yang marak akhir-akhir ini.

3. Alhamdulillah, kondisi terkini seluruh santri YPP. Madinatul Ulum dalam keadaan sehat dan dapat beraktivitas seperti biasa

4. Seluruh kegiatan dan aktivitas yang berlangsung di lingkungan YPP. Madinatul Ulum dilakukan dengan mengikuti protokol COVID-19. 5. Oleh karena itu, dimohon untuk tidak memancing ketakutan dan kegaduhan dengan kembali menyebarluaskan video tersebut.

Demikian informasi ini kami sampaikan, atas kerjasamanya kami haturkan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb”.

Sebagai tambahan, pemberitaan terkait video tersebut terdapat dalam artikel Liputan6.com berjudull “73 Santri Jember Mual Massal Pasca-Imunisasi Difteri” terbit pada 1 Maret 2018.

Puluhan santri Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Jember, dirawat di Puskesmas Jenggawah. Sebagian besar santri juga dirawat secara intensif di pesantren karena mengalami mual, pusing, dan lemas pada 27 Februari 2018 malam.

Dengan demikian, klaim vaksin Sinovac memakan korban santri di Jember dengan video yang dibagikan adalah tidak benar karena video tersebut merupakan video vaksinasi difteri 3 tahun lalu.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Jenazah Korban Gempa Bumi di Mamuju Dibungkus Pakai Daun Pisang

KESIMPULAN:

Klaim tersebut masuk dalam ketegori konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

(HOAKS atau FAKTA) : Hirup Uap Air Panas Dua Kali Sehari Ampuh Tangkal COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
4.233 Kamar Hotel di 3 Provinsi Jadi Tempat Isolasi OTG COVID-19
Indonesia
4.233 Kamar Hotel di 3 Provinsi Jadi Tempat Isolasi OTG COVID-19

Sebanyak 2.015 kamar hotel di DKI Jakarta telah selesai dilakukan verifikasi oleh Kementerian Kesehatan sehingga telah dan juga siap digunakan sebagai lokasi isolasi pasien.

Pelawat Syekh Ali Jaber Diminta Patuhi Protokol Kesehatan
Indonesia
Pelawat Syekh Ali Jaber Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Istri dan anak-anak dari Syekh Ali Jaber masih berada di dalam RS Yarsi

Megawati Singgung Hoaks Puti Guntur Jadi Cawalkot Surabaya
Indonesia
Megawati Singgung Hoaks Puti Guntur Jadi Cawalkot Surabaya

Megawati Soekarnoputri geleng-geleng kepala terhadap dinamika yang terjadi menyangkut pengumuman calon wali kota Surabaya.

Menengok Makam Jakob Oetama di TMP Kalibata, Galinya Butuh Waktu 4 Jam
Indonesia
Menengok Makam Jakob Oetama di TMP Kalibata, Galinya Butuh Waktu 4 Jam

Jakob Oetama dimakamkan di Blok AA nomor 339 Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Ratusan Penerima Remisi Idul Fitri Rutan Surakarta tak Satupun Langsung Bebas
Indonesia
Ratusan Penerima Remisi Idul Fitri Rutan Surakarta tak Satupun Langsung Bebas

Narapidana kasus kriminal umum penerima remisi Idul Fitri terbanyak.

Menag Keluarkan Panduan Penyelenggaraan Peringatan Kenaikan Isa Almasih
Indonesia
Menag Keluarkan Panduan Penyelenggaraan Peringatan Kenaikan Isa Almasih

Umat Kristen dan Katolik akan memperingati Kenaikan Isa Almasih pada 13 Mei 2021, dalam suasana pandemi COVID-19.

Bibit Siklon 94w Berpotensi Jadi Siklon Tropis Sangat Tinggi
Indonesia
Bibit Siklon 94w Berpotensi Jadi Siklon Tropis Sangat Tinggi

Selain itu, ada pula wilayah dengan level waspada untuk potensi banjir bandang

Wanita Indonesia Harus Percaya Diri sebagai Kunci Kelestarian Bumi
Indonesia
Wanita Indonesia Harus Percaya Diri sebagai Kunci Kelestarian Bumi

Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan merupakan salah satu prioritas dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), yakni SDG 5 'Kesetaraan Gender'.

Polisi Petakan Persoalan Kamtibmas Tahun 2021 Dampak COVID-19
Indonesia
Polisi Petakan Persoalan Kamtibmas Tahun 2021 Dampak COVID-19

Persoalan keamanan lainnya adalah adanya potensi penyebaran paham-paham radikalisme

Masyarakat Masih Takut, Pengunjung Mal di Jakarta Hanya 30 Persen
Indonesia
Masyarakat Masih Takut, Pengunjung Mal di Jakarta Hanya 30 Persen

Sedangkan di hari libur masyarakat yang berkunjung paling banyak mencapai 40 persen.