[Hoaks atau Fakta]: Orang Sudah Divaksin Tidak Perlu Patuhi Protokol Kesehatan Pesohor Raffi Ahmad divaksin di Istana Negara. (Foto: Tangkapan Layar)

MerahPutih.com - Akun Facebook Gaes Pardi menggunggah informasi yang mengklaim bahwa vaksin dibuat untuk membuat kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu.

Sehingga orang yang telah menjalani vaksinasi COVID-19 tidak perlu lagi mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker dan mencuci tangan karena sudah kebal terhadap virus COVID-19.

Baca Juga:

17 Kriteria Orang Yang Dilarang Dapat Vaksin COVID-19 Sinovac

'VAKSIN ITU ARTINYA ZAT YG SENGAJA DIBUAT UNTUK MEMBUAT KEKEBALAN TUBUH TERHADAP PENYAKIT TERTENTU. JADI,VAKSIN COVID19 YG DISUNTIKKAN KE DALAM TUBUH ANDA TUJUANNYA AGAR TUBUH ANDA KEBAL TERHADAP VIRUS COVID19. JIKA ANDA SUDAH DISUNTIK VAKSIN COVID19, MAKA ANDA TIDAK PERLU LAGI PAKEK MASKER,CUCI TANGAN DAN SEBAGAINYA KARENA ANDA SUDAH KEBAL TERHADAP VIRUS COVID19. TAPI,JIKA ANDA SUDAH DI SUNTIK VAKSIN COVID19, TAPI MASIH SAJA DISURUH PAKEK MASKER,DISURUH CUCI TANGAN,DUDUK BERJAUHAN DAN SEBAGAINYA,BERARTI YG DISUNTIKKAN KE ANDA ITU BUKAN VAKSIN TAPI VAKCIN(VALUTA KEUANGAN CINA)…”

FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran Mafindo, klaim tersebut adalah tidak benar. Meskipun vaksin dapat memberikan manfaat berupa menumbuhkan antibodi, namun belum diketahui efektivitasnya dalam mencegah transmisi atau penularan terhadap orang lain.

Oleh karena itu, seseorang yang telah di vaksin harus tetap mematuhi protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak).

Epidemiolog dari Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat Defriman Djafri mengatakan usai vaksinasi COVID-19, seseorang minimal membutuhkan waktu 14 hari untuk mengetahui apakah antibodi atau kekebalan telah terbentuk di dalam tubuh.

Tangkapan layar soal vaksinasi. (Foto: Mafindo)
Tangkapan layar soal vaksinasi. (Foto: Mafindo)

Sehingga, dalam kurun waktu tersebut peluang terinfeksi virus masih ada apalagi protokol kesehatan tidak dilakukan dengan baik dan benar sesuai anjuran pemerintah. Salah satu tujuan vaksinasi adalah untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

Sementara itu, kekebalan kelompok atau herd immunity ini baru bisa terjadi kalau 70 persen rakyat Indonesia divaksin, sehingga bisa melindungi 30 persen rakyat lainnya yang tidak bisa divaksin atau yang rentan kesehatannya.

KESIMPULAN

Dengan demikian, klaim bahwa setelah menjalani vaksinasi COVID-19 tidak perlu mematuhi protokol kesehatan adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

Apakah Vaksin COVID-19 Sinovac Aman? Begini Penjelasan Ahli Kedokteran

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
6 Laskar FPI Tersangka, Kabareskrim: Nanti Kita SP3
Indonesia
6 Laskar FPI Tersangka, Kabareskrim: Nanti Kita SP3

"Nanti kita SP3 karena tersangka meninggal dunia," kata Agus

Kerugian Banjir Bandang di Kawasan Wisata Landak River Capai Ratusan Juta
Indonesia
Kerugian Banjir Bandang di Kawasan Wisata Landak River Capai Ratusan Juta

Tidak ada korban jiwa maupun yang mengalami luka-luka akibat banjir bandang di sepanjang Sungai Landak.

 20 Pasien ODP dan PDP di RS Darurat Wisma Atlet Negatif Dipulangkan
Indonesia
20 Pasien ODP dan PDP di RS Darurat Wisma Atlet Negatif Dipulangkan

"Yang dinyatakan Positif covid-19 sebanyak 261, pasien ODP 185 dan pasien PDP 78 orang," kata Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Wapangkogasgabpad) Brigjen TNI M Saleh Mustafa

Wagub DKI Minta Semua Pihak Tegur Warga Pelanggar Protokol Kesehatan
Indonesia
Wagub DKI Minta Semua Pihak Tegur Warga Pelanggar Protokol Kesehatan

Keberhasilan PSBB masa transisi mengendalikan penularan COVID-19 dapat berjalan efektif tergantung dari kedisiplinan dan perilaku masyarakat.

KPK Cecar Edhy Prabowo soal Sumber Duit Belanja Barang Mewah di AS
Indonesia
KPK Cecar Edhy Prabowo soal Sumber Duit Belanja Barang Mewah di AS

Dalam pemeriksaan itu, penyidik mencecar Edhy Prabowo terkait aktivitas dan perjalanan dinasnya selama di Amerika Serikat (AS). Termasuk soal sumber duit yang digunakan eks elite Partai Gerindra tersebut untuk membeli barang-barang mewah di negeri Paman Sam.

Pemerintah Kembangkan Bisnis Wirausaha Muda Bidang Kriya
Indonesia
Pemerintah Kembangkan Bisnis Wirausaha Muda Bidang Kriya

Pada tahun ini, Kemenperin memberikan pendampingan kepada 29 tenant inkubator sebagai lanjutan program camp inkubator tahun 2019 .

Berangkat ke DPD PDIP Jateng, Gibran dan Teguh Kompak Satu Mobil
Indonesia
Berangkat ke DPD PDIP Jateng, Gibran dan Teguh Kompak Satu Mobil

"Saya tidak ada persiapan khusus, bismillah aja kita tunggu saja nanti acaranya di Semarang," ujar Gibran

KPK Jebloskan Eks Wali Kota Medan ke Lapas Tanjung Gusta
Indonesia
KPK Jebloskan Eks Wali Kota Medan ke Lapas Tanjung Gusta

KPK mengeksekusi mantan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin ke Lapas Tanjung Gusta, Medan, Kamis (16/7).

Kasus Jiwasraya Bukti Kemenkeu dan OJK Abai Lindungi Nasabah Asuransi
Indonesia
Kasus Jiwasraya Bukti Kemenkeu dan OJK Abai Lindungi Nasabah Asuransi

Budi mengatakan bahwa kasus ini tentu menjadi nestapa bagi para konsumen yang berinvestasi di Perusahaan asuransi pelat merah tersebut.

Kapolda Metro Minta Buruh dan Mahasiswa Batalkan Demo UU Ciptaker Besok
Indonesia
Kapolda Metro Minta Buruh dan Mahasiswa Batalkan Demo UU Ciptaker Besok

Buruh dan mahasiswa berencana melakukan aksi demo kembali tentang UU Ciptaker di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat pada Selasa, 20 Oktober 2020.