17 Kriteria Orang Yang Dilarang Dapat Vaksin COVID-19 Sinovac Vaksinasi di Istana Negara. (Foto: Sekretariat Presiden)

MerahPutih.com - Pemerintah telah resmi memulai program vaksinasi COVID-19 yang diberikan secara gratis kepada masyarakat, Rabu (13/1). Pemberian vaksin tersebt ditandai dengan pemberian vaksin kepada Preside Joko Widodo (Jokowi) diikuti oleh sejumlah perwakilan dari berbagai latar belakang.

Pemerintah menargetkan vaksinasi pada 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 181,5 juta jiwa agar mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

Baca Juga:

Penyebaran COVID-19 Berpotensi Terjadi di Lokasi Bencana Alam

Pelaksanaan vaksisani dilakukan secara bertahap dengan prioritas pertama adalah tenaga kesehatan kemudian petugas pelayanan publik.

Pemerintah telah mengamankan 426 juta dosis vaksin yang berasal dari beberapa perusahaan dan negara yang berbeda. Dari total tersebut, telah tiba di Tanah Air vaksin COVID-19 produksi Sinovac Biotech Inc dengan rincian 3 juta dosis vaksin COVID-19 siap pakai serta 15 juta bahan baku vaksin COVID-19 yang langsung diolah oleh BUMN Bio Farma.

Untuk vaksin COVID-19 produksi Sinovac yang digunakan dalam vaksinasi tahap pertama ini, tidak dapat diberikan kepada orang-orang dengan kriteria tertentu, yaitu:

Presiden Jokowi tengah divaksin. (Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi tengah divaksin. (Sekretariat Presiden)

  1. Memiliki riwayat konfirmasi COVID-19;
  2. Wanita hamil dan menyusui;
  3. Berusia di bawah 18 tahun;
  4. Tekanan darah di atas 140/90;
  5. Mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir;
  6. Ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit COVID-19;
  7. Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah;
  8. Menderita penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung coroner);
  9. Menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya);
  10. Menderita penyakit ginjal;
  11. Menderita penyakit Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis;
  12. Menderita penyakit saluran pencernaan kronis;
  13. Menderita penyakit Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun;
  14. Menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi;
  15. Menderita penyakit Diabetes Melitus;
  16. Menderita HIV; dan
  17. Memiliki penyakit paru (asma, PPOK, TBC);

Hal tersebut tercantum dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). (Asp)

Baca Juga:

32 Ribu Vaksin COVID-19 Didistribusikan di Jakarta Pusat

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Muhammad Kace Dianiaya Sesama Tahanan, Polisi Buru Pelakunya
Indonesia
Muhammad Kace Dianiaya Sesama Tahanan, Polisi Buru Pelakunya

Penyidik juga sedang mengumpulkan alat-alat bukti lainnya

1.985 Personel Gabungan Amankan Sidang Tatap Muka Rizieq Shihab di PN Jaktim
Indonesia
1.985 Personel Gabungan Amankan Sidang Tatap Muka Rizieq Shihab di PN Jaktim

"Kekuatan yang kami siapkan 1.985 personel gabungan, dengan adanya kegiatan (sidang) offline besok," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Kamis (25/3).

Siswa Akui Belum Dapat Bantuan Kuota dari Pemerintah
Indonesia
Siswa Akui Belum Dapat Bantuan Kuota dari Pemerintah

siswa sekolah Yadika 5 Joglo, Putra mengaku, hingga kini belum mendapatkan mendapatkan bantuan kebijakan sekolah online dari pihak sekolah ataupun dari Kemendikbud.

Merasa Difitnah Disebut "Memenjarakan" Edhy Prabowo, Ali Ngabalin Lapor Polisi
Indonesia
Merasa Difitnah Disebut "Memenjarakan" Edhy Prabowo, Ali Ngabalin Lapor Polisi

Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengambil langkah hukum dengan melaporkan dua orang ke polisi.

Tujuh Fraksi Dituduh Terima Uang dari Anies, PAN: Itu Jahat Sekali
Indonesia
Tujuh Fraksi Dituduh Terima Uang dari Anies, PAN: Itu Jahat Sekali

Penyebutan nama parlemen jalanan kepada sejumlah anggota DPRD merupakan tindakan yang kurang baik.

Penyidik KPK Bawa Berkas dari Kantor KKP
Indonesia
Penyidik KPK Bawa Berkas dari Kantor KKP

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sejumlah berkas dari kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ini Penyebab Masyarakat Kesulitan Cari Obat Rujukan COVID-19
Indonesia
Ini Penyebab Masyarakat Kesulitan Cari Obat Rujukan COVID-19

Dinkes Kota Bandung telah berkoordinasi dengan BPOM perihal obat-obatan yang menjadi rujukan untuk pasien terpapar COVID-19 dengan gejala ringan.

249 Tentara Asal Papua dan Papua Barat Jalani Tugas di KRI Komando Armada III
Indonesia
249 Tentara Asal Papua dan Papua Barat Jalani Tugas di KRI Komando Armada III

Para bintara dan tamtama remaja mengenali data teknis dan taktis masing-masing kelas/tipe kapal, mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai ABK KRI

Sebagian Besar Wilayah Jakarta Diperdiksi Diguyur Hujan Siang Ini
Indonesia
Sebagian Besar Wilayah Jakarta Diperdiksi Diguyur Hujan Siang Ini

Memasuki malam hari, seluruh wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu diprakirakan berawan

Bom Berdaya Ledak Tinggi Milik Terduga Teroris Poso Dihancurkan
Indonesia
Bom Berdaya Ledak Tinggi Milik Terduga Teroris Poso Dihancurkan

Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sulawesi Tengah memusnahkan barang bukti berupa bom lontong berdaya ledak tinggi milik teroris Poso, Sabtu (28/8).