[Hoaks atau Fakta]: Darurat Keuangan BI Cetak Uang Rp300 Triliun Bank Indonesia. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Akun Facebook bernama RA Kartini mengunggah artikel yang menyebutkan bahwa Bank Indonesia (BI) akan mencetak uang kartal sebesar Rp100 hingga Rp300 triliun.

Langkah itu diambil karena keadaan darurat keuangan negara yang semakin kritis.

"BI AKAN MENCETAK UANG 300 TRILIUNKabar menarik dan teranyar dari Bank Indonesia (BI). Bank sentral yang berkantor pusat di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat itu dikabarkan akan segera mencetak uang kartal Rp 100 triliun sampai Rp 300 triliun. Tentu, BI mengordernya ke Perum Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia). Langkah tersebut harus diambil karena keadaan darurat keuangan negara yang semakin kritis.Keadaan terpaksa, itulah yang diambil oleh otoritas moneter nanti. Sebab, jika tidak buru-buru mencetak uang, dalam beberapa bulan ke depan tidak ada lagi dana untuk membayar gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri.Apa betul sudah mulai tidak ada uang negara? Bisa benar, jika melihat kejadian terlambatnya pembayaran gaji ASN di beberapa daerah, pada Januari 2021.Biasanya ASN, sudah menerima gaji tanggal 1, tapi bulan ini ada yang mundur sampai tanggal 8. Ini dialami ASN di DKI Jakarta dan Banten, misalnya. Terlambat, karena alasan ada perbaikan sistem"

Baca Juga:

Hoaks Vaksinasi COVID-19 Dikemas Dengan Bahasa Emosional

FAKTA

Setelah ditelusuri Mafindo, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan kabar yang mengatakan BI akan mencetak uang sebesar Rp300 triliyun karena negara sedang kritis adalah tidak benar dan tidak didukung oleh data, fakta, dan informasi yang valid.

“Tugas BI dalam mencetak uang dilakukan di bawah amanat undang-undang dengan berbagai pertimbangan seperti kebutuhan likuiditas perekonomian, mengganti uang lusuh, dan lainnya. Jadi tidak bisa dilakukan tanpa perhitungan karena akan membahayakan perekonomian,” demikian penjelasan Erwin.

Pada awal pandemi pun, Gubernur BI Perry Warjiyo pun menolak usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI agar BI mencetak uang sampai Rp600 triliun.

Menurut Perry, hal itu tidak sejalan dengan kebijakan moneter yang prudent dan lazim. Pencetakan uang hanya dilakukan sesuai kaidah dan koordinasi antara Bank Indonesia dengan Kementerian Keuangan.

Tangkapan layar BI Cetak Uang. (Foto: Antara)
Tangkapan layar BI Cetak Uang. (Foto: Antara)

KESIMPULAN

Faktanya. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia yg Erwin Haryono mengatakan kabar tersebut tidak benar dan tidak didukung oleh data, fakta, dan informasi yang valid.

Sehingga klaim mengenai BI akan mencetak uang sebesar Rp300 triliyun termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Sinyal Internet Bakal Dimatikan Pukul 18.00-20.00, Semua Aktivitas Ponsel Dipantau

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tak Tanggung-tanggung, Pos Penyekatan Jawa hingga Bali Nyaris Seribu
Indonesia
Tak Tanggung-tanggung, Pos Penyekatan Jawa hingga Bali Nyaris Seribu

Korlantas Polri telah membangun sebanyak 347 pos penyekatan PPKM Darurat baru di sepanjang Pulau Jawa hingga Bali.

Warga dan Pedagang Pasar Kleco Solo Rela Antre Demi Sembako dari Jokowi
Indonesia
Warga dan Pedagang Pasar Kleco Solo Rela Antre Demi Sembako dari Jokowi

"Saya menunggu penumpang becak di pinggir jalan yang akan dilewati Presiden Jokowi. Tiba-tiba didatangi petugas dikasih paket sembako," kata Yanto

Ini Tampang dan Identitas Buronan Pengeroyok Polisi di TB Simatupang
Indonesia
Ini Tampang dan Identitas Buronan Pengeroyok Polisi di TB Simatupang

Seperti dikutip dari laman akun resmi Instagram Polres Metro Jakarta Selatan, Minggu (11/7), pelaku yang masih buron itu bernama Muh. Aldi Roya alias Penyok. Diketahui, DPO tersebut masih berusia 18 tahun.

Angka Kemiskinan DKI Melonjak, Komisi E Minta Anies Buka Lapangan Kerja Baru
Indonesia
Angka Kemiskinan DKI Melonjak, Komisi E Minta Anies Buka Lapangan Kerja Baru

"Rekrutmen orang-orang, makanya pak Anies memutuskan PJLP-PJLP itu tidak ada direview, tetap diperpanjang," ucap Iman di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (20/4).

[Hoaks atau Fakta]: Anies Dapat Rumah Mewah di Kebayoran Baru Dari Pengembang Reklamasi
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Anies Dapat Rumah Mewah di Kebayoran Baru Dari Pengembang Reklamasi

Salah satu politisi yang ikut mengunggah foto rumah mewah Anies Baswedan hadiah dari pengembang reklamasi adalah Ferdinand Hutahaean.

Pengusaha di Bandung Diajak Nyumbang Oksigen Medis
Indonesia
Pengusaha di Bandung Diajak Nyumbang Oksigen Medis

"Cadangan yang ada sekarang jelas masih sangat kurang. Oleh karena itu kita menggenjot, mengajak kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Bandung untuk membantu melalui program CSR nya," kata Wali Kota Bandung Oded.

 PPP: Presidential Threshold Hadiah Bagi Partai
Indonesia
PPP: Presidential Threshold Hadiah Bagi Partai

Sejauh ini belum ada rencana merevisi UU Pemilu sehingga ketentuan UU tersebut tetap berlaku sepanjang menyangkut pasal-pasal yang tidak dibatalkan MK.

Dukung Pengembangan Alat Tes Antigen Lokal, Moeldoko: Ada Marketnya
Indonesia
Dukung Pengembangan Alat Tes Antigen Lokal, Moeldoko: Ada Marketnya

Pemerintah menyebut standar biaya ini telah melalui pertimbangan yang matang

KPK Dalami Keterlibatan Azis Syamsuddin di Kasus Suap Eks Bupati Kukar
Indonesia
KPK Dalami Keterlibatan Azis Syamsuddin di Kasus Suap Eks Bupati Kukar

Tugas kita memahami betul kecukupan bukti apa yang dimaksud kecukupan bukti

KPK Sebut OTT Bupati Penajam Paser Utara Terkait Suap dan Gratifikasi
Indonesia
KPK Sebut OTT Bupati Penajam Paser Utara Terkait Suap dan Gratifikasi

Ghufron berjanji akan menjelaskan seluruh konstruksi perkara saat jumpa pers