Hoaks Vaksinasi COVID-19 Dikemas Dengan Bahasa Emosional Ilustrasi Hoaks. (Foto: Pixabay)

MerahPutih.com- Hoaks vaksinasi COVID-19 telah memicu kebingungan di tengah masyarakat. Sebab, masyarakat sulit membedakan infomasi yang benar dan bohong. Hal ini akan memengaruhi pengambilan keputusan masyarakat terkait vaksin Covid.

"Tentu saja yang paling utama adalah menghambat upaya mengatasi pandemi. Publik dibingungkan dengan banjir hoaks vaksinasi, sehingga (masyarakat) mengambil keputusan yang keliru," kata Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) Santi Indra Astuti, Kamis (21/1).

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Sinyal Internet Bakal Dimatikan Pukul 18.00-20.00, Semua Aktivitas Ponsel Dipantau

Kata Santi, hoaks vaksinasi menimbulkan penolakan terhadap vaksin-vaksin lainnya yang sudah lebih lama beredar dan sangat diperlukan untuk kesehatan masyarakat.

Hoaks vaksinasi COVID-19 beredar melalui beragam saluran. Santi menilai, hoaks yang tersebar di grup aplikasi percakapan seperti Whatsapp akan sulit dilacak.

Selain itu, hoaks tersebut akan mudah dipercayai oleh anggota grup. Ini karena tidak jarang hoaks disebar oleh seseorang yang dianggap tokoh dalam grup percakapan tersebut.

"Karakter grup aplikasi percakapan juga unik. Dalam grup, selalu ada opinion maker yang posisi sosialnya di grup sangat terhormat. Misalnya, yang sepuh-sepuh, yang senior, yang dianggap sangat berilmu, sangat beragama," katanya.

"Opinion leader justru pihak yang sangat rentan terpapar oleh hoaks. Maka, ketika hoaks beredar di grup aplikasi percakapan, anggota lain tidak berani mengklarifikasi karena takut dianggap 'cari perkara'," tambahnya.

Santi menyatakan, hoaks vaksinasi COVID-19 selalu dikemas dengan bahasa dan pendekatan emosional. Hoaks pun selalu berisi informasi yang menakutkan di tengah masyarakat.

"Yang ditonjolkan adalah fear atau ketakutan, dan ini nyambung pisan dengan psikologi publik saat berhadapan dengan ketidakpastian, ketidaktahuan, dan kecemasan di tengah situasi pandemi," ucapnya.

Santi memberikan cara mengatasi hoaks. Pertama, berhati-hatilah dengan narasi yang provokatif dan berlebihan. Hoaks kerap menggunakan kalimat-kalimat sensasional dengan maksud mendiskreditkan satu pihak.

Maka itu, kata Santi, jika melihat berita dengan narasi atau judul provokatif, masyarakat sebaiknya mencari informasi lain yang serupa dari situs daring resmi atau media arus utama. Ciri hoaks lainnya adalah ajakan untuk memviralkan.

"Selalu merujuk pada sumber yang kredibel, seperti otoritas kesehatan, dan tokoh-tokoh yang punya otoritas untuk bicara perkara vaksin. Sama-sama dokter, tapi bukan berarti dokter yang satu lebih menguasai persoalan vaksin dibandingkan dokter lainnya yang memang spesialisasinya pada vaksin dan epidemiologi," ucapnya.

Jika sulit membaca tanda-tanda hoaks, masyarakat sebaiknya mengklarifikasi informasi ke situs mauapun instansi cek fakta, salah satunya JSH.

"Rajin-rajin mengunjungi situs web pemerintah daerah untuk update situasi terkini. Jangan hanya terfokus pada 1-2 media saja," kata Santi.

Vaksinasi COVID-19 di Istanan Negara. (Foto: Antara)
Vaksinasi COVID-19 di Istanan Negara. (Foto: Antara)

Santi mengatakan, hoaks vaksinasi COVID-19 harus dilawan bersama-sama. Semua masyarakat dapat menjadi hoaxbuster dengan melakukan klarifikasi manakala melihat hoaks tersebar di media sosial atau aplikasi percakapan.

"Jadilah hoaxbuster. Menjadi bagian dari penangkal hoaks. Caranya, ikut mengawasi lalu lintas hoaks lewat Siskamling atau Ronda Anti Hoaks. Pokoknya kalau ada hoaks mampir di grupnya, tandai, cek faktanya dengan merujuk sumber-sumber kredibel tadi," tuturnya.

Selain itu anggota group bisa sampaikan klarifikasi yang didapat. Tidak diam saja dan mengambil peran mengamankan lingkungan dari hoaks.

"Jangan lupa lakukan edukasi pada yang lain agar tidak mudah termakan hoaks. Lakukan dengan santai, santun tapi asik," imbuhnya. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Menteri Airlangga: Vaksinasi COVID-19 Mandiri Bagi Karyawan Gratis

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pimpinan DPRD Dukung Pemprov DKI Lanjutkan Uji Sekolah Tata Muka
Indonesia
Pimpinan DPRD Dukung Pemprov DKI Lanjutkan Uji Sekolah Tata Muka

Pemerintah harus berani melanjutkan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Bajo Legowo dan Bakal Maju Lagi Pilwakot Solo 2024
Indonesia
Bajo Legowo dan Bakal Maju Lagi Pilwakot Solo 2024

Bagyo menegaskan tidak menyerah dan akan maju lagi sebagai Cawali di Pilwakot Solo pada 2024.

KPK Periksa Sekjen KKP Antam Novambar Terkait Kasus Benur
Indonesia
KPK Periksa Sekjen KKP Antam Novambar Terkait Kasus Benur

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Antam Novambar dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur.

Jembatan Bandung Hadir di Jerman Peringati 60 Tahun Kota Kembar
Indonesia
Jembatan Bandung Hadir di Jerman Peringati 60 Tahun Kota Kembar

Peresmian jembatan dilakukan bersamaan dengan peringatan 60 tahun kerja sama kota kembar (sister city) Bandung-Braunschweig.

Juliari Batubara Cs Jalani Sidang Perdana Kasus Bansos
Indonesia
Juliari Batubara Cs Jalani Sidang Perdana Kasus Bansos

Bekas Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara bakal menjalani sidang perdana kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 wilayah Jabodetabek tahun 2020 pada Rabu (21/4).

Wagub DKI Klaim Ajang Formula E Didukung Jokowi
Indonesia
Wagub DKI Klaim Ajang Formula E Didukung Jokowi

Semua program yang dapat mengharumkan nama Indonesia pasti mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

IDI Jawab Tudingan Tolak Vaksin COVID-19
Indonesia
IDI Jawab Tudingan Tolak Vaksin COVID-19

PB IDI memberikan saran kepada pemerintah mengenai pertimbangan dalam memilih vaksin

Pemkot Kehilangan Destinasi Wisata Unggulan Festival Imlek Solo
Indonesia
Pemkot Kehilangan Destinasi Wisata Unggulan Festival Imlek Solo

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah kehilangan destinasi wisata unggulan pada awal tahun 2021.

[HOAKS atau FAKTA]: ISIS Beri Racun di Makanan Pesan Antar Go Food
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: ISIS Beri Racun di Makanan Pesan Antar Go Food

Di lini masa media sosial kemarin masih banyak orang yang bertanya-tanya tentang kebenaran pesan tersebut.

Kasus Melonjak, PMI Solo Minta Pasien Sembuh COVID-19 Donorkan Plasma Darah
Indonesia
Kasus Melonjak, PMI Solo Minta Pasien Sembuh COVID-19 Donorkan Plasma Darah

Pendonor plasma masih merasa takut identitasnya diketahui publik jika mereka pernah terinfeksi COVID-19.