[HOAKS atau FAKTA]: Bersepeda Bisa Menyebabkan Impotensi Cek fakta tentang bersepeda (Foto: pixabay/skeeze)

DI TENGAH pandemi Virus Corona, tren bersepeda di Indonesia kian membara. Pemandangan banyak pengguna sepeda di jalan-jalan kini menjadi tak 'asing' lagi. Toko-toko sepeda pun lantas 'kaya mendadak' karena membludaknya permintaan pembelian sepeda dan spartpartnya.

Namun, disaat tren bersepeda yang tengah ramai, ada sejumlah rumor yang beredar soal bersepeda bisa menyebabkan impotensi atau ganguan pada organ intim pria.

Baca Juga:

Mengulas Sepeda Mewah Asal Inggris yang Ditunggangi Vanessa Angel


Fakta:

Dilansir dari laman alodokter, pria yang sering bersepeda, erat kaitannya dengan disfungsi ereksi atau impotensi. Kondisi itu bisa membuat organ intim pria sulit mengeras, ketika terjadi ereksi untuk mempertahankannya.

Tak hanya itu impotensi juga bisa meredupkan gairah seksual pria. Bila dilihat dari kacamata medis, anggapan tersebut benar adanya, tapi kondisi itu tak permanen.

Terlalu lama bersepeda bisa berdampak buruk bagi organ intim (Foto: pixabay/wiggijo)

Ketika kamu duduk, normalnya kamu akan membebankan berat badan pada tulang duduk. Bagian tubuh itu dikelilingi oleh lemak dan otot-otot serta tak memiliki organ saraf atau arteri. Area tersebut membantu kamu duduk dengan nyaman selama berjam-jam.

Tapi, sebagian besar pesepeda membebankan berat tubuh pada sadel sepeda, yang notabene tak cukup lebar untuk menopang tulang duduk. Alhasil, mereka membebankannya pada area yang terletak di sekitar samping luar perineum.

Baca Juga:

Rumit, Pembuatan Sepeda Brompton Harus Melalui 9 Tahapan

Risiko mengalami impotensi lebih tinggi ketika bersepeda lebih dari 3 jam setiap minggunya (Foto: pixabay/r17frances)

Area itu berbentuk kanal sepanjang ischiopubic rami (Struktur penghubungan antara tulang duduk dan tulang kemaluan). Pada area tersebut mengandung jaringan ereksi, arteri dan saraf ke organ intim pria. Tekanan pada area itu juga bisa merusak arteri dan saraf. Padahal arteri dan saraf mempunyai peranan penting dalam membantu proses ereksi.

Gejala awal yang menandakan arteri dan saraf yang sudah rusak, yaitu munculnya sensasi mati rasa atau kesemutan di daerah intim pria. Menurut penelitian, risiko pria mengalami impotensi lebih tinggi saat bersepeda dalam waktu yang lama, yakni lebih dari tiga jam setiap minggunya. (Ryn)

Baca Juga:

Mungil Tapi Mahal, 5 Merek Sepeda Lipat dengan Harga Fantastis

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH