[HOAKS atau FAKTA] Bank Indonesia Mengeluarkan Uang Pecahan 1.0 Uang Rp1.0 (foto; Shopee)

MerahPutih.com - Pengguna TikTok dengan nama pengguna PuspoTV mengunggah sebuah video (2/4) yang menunjukkan selembar uang pecahan 1.0 yang bergambarkan seorang penari pendet.

Unggahan tersebut juga disertai keterangan yang menyatakan bahwa uang tersebut adalah uang pecahan yang baru saja beredar.

Baca Juga

[Hoaks atau Fakta]: Saat Rakyat Dilarang, Jokowi Mudik ke Solo

Narasi:

“Kalian udah punya belum?”

Narasi dalam video:

“Ngasih THR pake uang pecahan ini lucu kali ya?”

Cek fakta:

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono menyatakan bahwa uang tersebut merupakan uang spesimen atau uang contoh yang dicetak dalam rangka uji cetak Perum Peruri, bukan merupakan alat pembayaran yang sah yang telah diedarkan oleh Bank Indonesia.

Foto: Mafindo

Uang spesimen sendiri merupakan uang yang tidak memuat ciri-ciri uang sah sesuai dengan yang diatur dalam UU Mata Uang No. 7 Tahun 2011, yaitu memuat gambar lambang negara Garuda Pancasila, frasa “Negara Kesatuan Republik Indonesia”, sebutan pecahan dalam angka dan huruf sebagai tanda nominal, tanda tangan pihak pemerintah dan Bank Indonesia, nomor seri pecahan, serta teks “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia mengeluarkan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai…”.

Kesimpulan:

Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna TikTok dengan nama pengguna PuspoTV tersebut dapat dikategorikan sebagai konten yang menyesatkan/misleading content. (Knu)

Baca Juga

[Hoaks atau Fakta]: Raja Arab Resmikan Gereja Katolik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Soroti Porsi Kredit Perbankan untuk UMKM
Indonesia
Jokowi Soroti Porsi Kredit Perbankan untuk UMKM

Kepala Negara menyoroti porsi kredit di perbankan yang masih kecil untuk UMKM

Tambahan Kasus COVID-19 Hari Ini Mencapai 4.425 Orang
Indonesia
Tambahan Kasus COVID-19 Hari Ini Mencapai 4.425 Orang

Penambahan kasus harian COVID-19 terus terjadi. Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia pada Senin (8/8) bertambah 4.425 kasus.

Anies Tonton Band Nidji ‘Tanpa’ Giring di JIS
Indonesia
Anies Tonton Band Nidji ‘Tanpa’ Giring di JIS

Band tersebut ada di JIS untuk melakukan uji coba perangkat pengeras suara di stadion kandang Persija Jakarta itu.

CdM Jamin Kontingen Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam Terlayani dengan Baik
Indonesia
CdM Jamin Kontingen Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam Terlayani dengan Baik

Chef de Mission (CdM) mendapatkan amanat dari pemerintah untuk mengurusi kontingen Indonesia dalam perhelatan SEA Games 2021 Hanoi Vietnam.

Bandung Raya Mulai Dilayani Bus Trans Metro Pasundan
Indonesia
Bandung Raya Mulai Dilayani Bus Trans Metro Pasundan

Wagub Uu berharap daerah lainnya di wilayah Jawa Barat bisa tersentuh program bus ini seperti Cirebon, Karawang, Bogor, Depok.

Bertemu Puan, Prabowo Sebut Sudah Tiga Generasi Dekat Dengan Keluarga Megawati
Indonesia
Bertemu Puan, Prabowo Sebut Sudah Tiga Generasi Dekat Dengan Keluarga Megawati

Prabowo membeberkan hubungannya keluarganya dengan keluarga Puan sudah terjalin baik sejak lama.

Kendaraan Paling Diwaspadai Menhub Saat Masa Libur Nataru
Indonesia
Kendaraan Paling Diwaspadai Menhub Saat Masa Libur Nataru

Kemenhub mengantisipasi pelaku perjalanan menggunakan kendaraan pribadi dengan menerapkan sistem ganjil-genap

Posisi Pole 1 Mandalika Lepas, Kans Rea Pertahankan Gelar Nyaris Mustahil
Olahraga
Posisi Pole 1 Mandalika Lepas, Kans Rea Pertahankan Gelar Nyaris Mustahil

Pemuncak klasemen sementara World Superbike Toprak Razgatlioglu berhasil mengunci posisi pole 1 balapan Mandalika.

Kapolres Nduga Pastikan Aktivitas Masyarakat di Kenyam Berlangsung Normal
Indonesia
Kapolres Nduga Pastikan Aktivitas Masyarakat di Kenyam Berlangsung Normal

Kapolres Nduga AKBP Komang Budhiarta menyatakan, aktivitas masyarakat di Kenyam, Selasa (29/3), berlangsung normal, termasuk di pasar.

Hitung Kerugian Pencurian Besi Kereta Cepat, Polisi Panggil PT WIKA untuk BAP
Indonesia
Hitung Kerugian Pencurian Besi Kereta Cepat, Polisi Panggil PT WIKA untuk BAP

Lima orang berinisial SA (25), SU, AR (30), MLR (24), dan DY (46) telah ditetapkan sebagai tersangka