[Hoaks atau Fakta]: Raja Arab Resmikan Gereja Katolik Raja Salman dan Presiden Jokowi. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Akun Facebook bernama Wawan Ahiemza mengunggah sebuah foto dan narasi yang menyebut jika Raja Arab Saudi meresmikan gereja Katolik di negara Arab.

Postingan tersebut diunggah Wawan Ahiemza pada 4 Mei 2021 lalu.

NARASI

Sekertaris kardinal vatikan dan raja arab saudi, meresmikan gereja katolik pertama kali di arab saudi.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Raja Salman Jemput Paksa Rizieq

FAKTA

Foto itu bukan Raja Arab Saudi. Foto tersebut adalah foto seorang menteri Uni Emirat Arab (UEA) dan utusan Vatikan menghadiri acara pembukaan gereja Katolik kedua di Abu Dhabi pada tahun 2015.

Dilansir dari AFP, pencarian gambar terbalik di Yandex menemukan foto yang sama, yang diambil oleh AFP pada tanggal 11 Juni 2015.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan foto itu berbunyi: “(Dari kiri ke kanan) Menteri Luar Negeri Vatikan Kardinal Pietro Parolin; Menteri Pemuda, Kebudayaan dan Pengembangan Masyarakat UEA Sheikh Nahayan bin Mubarak Al-Nahayan; dan Nunsius Apostolik.

Tangkapan layar hoaks pada Raja Saudi. (Foto: Mafindo)
Tangkapan layar hoaks pada Raja Saudi. (Foto: Mafindo)

Kemudian utusan untuk Jazirah Arab Uskup Agung Petar Rajic ambil bagian dalam upacara pembukaan gereja Katolik kedua yang didedikasikan untuk St Paul di distrik industri Abu Dhabi, Musaffah, pada tanggal 11 Juni 2015.”

Gereja St Paul terletak di Musaffah, di ibu kota UEA, Abu Dhabi. Peresmian gereja tersebut juga dilaporkan oleh media UEA seperti Khaleej Times dan The National.

KESIMPULAN

Berdasarkan keterangan di atas, klaim yang menyatakan Raja Arab Saudi meresmikan gereja Katolik di negara Arab merupakan hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan. (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Habib Rizieq Dihadiahi Pesawat dari Raja Salman

Penulis : Asropih Asropih
Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Calon Independen Ini Bisa Batal Hadapi Gibran di Pilwakot Solo
Indonesia
Calon Independen Ini Bisa Batal Hadapi Gibran di Pilwakot Solo

"Kami masih berikaan waktu sampai 27 Juli 2020 bagi pasangan Bajo untuk menyerahkan 14.482 syarat dukungan," kata dia.

Omnibus Law Dinilai Ancam Pekerja di Sektor Kelistrikan
Indonesia
Omnibus Law Dinilai Ancam Pekerja di Sektor Kelistrikan

Omnibus Law berpotensi melanggar tafsir konstitusi

Sri Mulyani: Jika Ingin Ekonomi Pulih, Jangan Remehkan COVID-19
Indonesia
Sri Mulyani: Jika Ingin Ekonomi Pulih, Jangan Remehkan COVID-19

Masyarakat tidak meremehkan pandemi ini mengingat negara paling maju, disiplin, dan memiliki sistem kesehatan paling kuat seperti Jepang dan Korea Selatan harus menghadapi gelombang kedua.

Awas, Investasi Bodong Semakin Marak
Indonesia
Awas, Investasi Bodong Semakin Marak

Tercatat sepanjang tahun 2019 OJK telah menutup sebanyak lebih dari 400 praktik investasi bodong dengan total kerugian berkisar antara Rp45 miliar.

Dilaporkan ke Polisi, Hadi Pranoto Ancam Lapor Balik dan Tuntut 10 Miliar Dolar
Indonesia
Dilaporkan ke Polisi, Hadi Pranoto Ancam Lapor Balik dan Tuntut 10 Miliar Dolar

Hadi mengatakan bakal mengikuti aturan hukum karena yakin apa yang ia lakukan baik bagi bangsa.

Menteri Agama Umumkan Kepastian Penyelenggaraan Ibadah Haji 2021
Indonesia
Menteri Agama Umumkan Kepastian Penyelenggaraan Ibadah Haji 2021

Kementerian Agama akan mengumumkan keputusan penyelenggaraan ibadah haji 1442 H/2021 M.

Masyarakat Merasa Kebal Corona, Jumlah Kasus Tembus 340 Ribu
Indonesia
Masyarakat Merasa Kebal Corona, Jumlah Kasus Tembus 340 Ribu

Jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 340.622 orang per Selasa (13/10).

600 Nakes Meninggal akibat COVID-19, Senator Ini Beri Tiga Catatan Khusus
Indonesia
600 Nakes Meninggal akibat COVID-19, Senator Ini Beri Tiga Catatan Khusus

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) memberikan perhatian serius terkait angka kematian tenaga kesehatan termasuk dokter di Indonesia akibat COVID-19.

Polisi Bakal Gelar Perkara Kasus Pengumpulan Massa Tuntut Pembebasan Rizieq Shihab
Indonesia
Polisi Bakal Gelar Perkara Kasus Pengumpulan Massa Tuntut Pembebasan Rizieq Shihab

Penyidik Direktorat Reskrim berencana melakukan gelar perkara untuk menentukan penerapan pasal terkait kasus dugaan pelanggaran pidana dalam kerumunan massa Aksi 1812, di Jakarta.