Musik

Hilang selama 51 Tahun, Gitar Paul McCartney Akhirnya Ketemu

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 17 Februari 2024
Hilang selama 51 Tahun, Gitar Paul McCartney Akhirnya Ketemu

Sebelum hilang pada 1972, gitar itu digunakan untuk merekam dua album pertama The Beatles. (Foto: YouTube/CBS Chicago)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gitar bass Hofner milik Paul McCartney hilang selama 51 tahun. Sebelum hilang pada 1972, gitar itu digunakan untuk merekam dua album pertama The Beatles.

Saking berharganya gitar bass itu, perburuan global pun dilakukan. Gitar itu dijuluki sebagai "alat musik hilang paling ikonik sepanjang masa" oleh tim perburuan, The Lost Bass Project.

Gitar itu digunakan dalam single The Beatles termasuk hits tahun 1963 "She Loves You" dan "All My Loving."

“Bass itu lah yang memulai Beatlemania,” kata Nick Wass, salah satu pendiri tim pencarian, kepada Reuters (17/2).

"Itulah mengapa alat tersebut penting, alat itulah yang mewujudkan Beatlemania," tambah Nick.

Baca juga:

Jhonny Cash Jadi Inspirasi Paul McCartney Membentuk Band Wings

Pengumuman proyek perburuan gitar tersebut dibagikan ke seluruh dunia tahun lalu.

"Sebagai hasil dari publisitas tersebut, seseorang yang tinggal di sebuah rumah bertingkat di Hastings di pantai selatan Inggris menghubungi perusahaan Paul McCartney dan kemudian mengembalikan bass tersebut kepada mereka," kata Lost Bass Project.

Alat tersebut sebenarnya dikembalikan tahun lalu, tapi baru diumumkan Kamis kemarin (16/2).

Instrumen tersebut dicuri dari sebuah van di kawasan Notting Hill di London pada Oktober 1972. "Gitar tersebut telah diautentikasi oleh Höfner. Paul sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat," kata juru bicara di situs McCartney.

Wass mengatakan bahwa gitar bass itu agak rusak dengan retakan di bagian leher, ada bagian yang perlu diganti, dan pickup yang tidak berfungsi lagi.

“Tapi itu bisa dibereskan, lehernya bisa diperbaiki, dan kami bisa membuatnya bisa dimainkan lagi,” kata Wass.

Pada 2015, sebuah gitar yang dicuri dari mendiang John Lennon pada tahun 1960-an terjual seharga USD 2,41 juta (Rp 37 M) di sebuah lelang di Beverly Hills, California.

Orang yang memilikinya mengatakan dia awalnya membeli tanpa tahu bahwa gitar itu milik Lennon. (dru)

Baca juga:

Paul McCartney Kagum dengan Lagu The Beatles Buatan AI

#Paul McCartney #The Beatles #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
'Feather Lungs' Laura Gibson menghadirkan nuansa folk yang lembut dan puitis, mengeksplorasi kerentanan, kerinduan, hubungan, serta perubahan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Agustus 2026
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
ShowBiz
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Lirik 'BISA GAK SIH?' mengajak pendengarnya untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan memberikan kesempatan beristirahat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
ShowBiz
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
'Head Over Heels' menjadi salah satu lagu JD McPherson dalam album Let The Good Times Roll yang memadukan rock and roll, rhythm and blues, dan nuansa retro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
ShowBiz
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
Lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang setelah kehilangan sang ibu.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
ShowBiz
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
Barry Can't Swim merilis single terbaru 'Dance Dance Dance!' yang terpengaruh French touch, dengan synth berkilau, keytar, dan vokal berbahasa Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
ShowBiz
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
Petra Sihombing kembali dengan single 'Bangga', lagu yang bercerita tentang rasa kagum dan bangga melihat seseorang yang dikenal lama akhirnya meraih impian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
ShowBiz
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
Budi Doremi mengangkat kisah seseorang yang mulai menyadari bahwa perasaan yang ia berikan tidak mendapatkan balasan yang setara.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
ShowBiz
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
510 kembali dengan 'Heavy Lies The Crown'. Single ini mengangkat tema spiritual dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
ShowBiz
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
NiMBY melanjutkan kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' bersama Ombags NTRL. Lagu ini mengajak pendengar berani bangkit dan mengejar mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
ShowBiz
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Icona Pop kembali dengan album 'Ritual' dan single 'Hurt'. Album electro-pop ini mengangkat persahabatan, motherhood, patah hati, penyembuhan, dan transformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Bagikan