Fraksi PPP Tolak Revisi UU Sisdiknas Jika Kata Madrasah Dihilangkan Santri. (Foto: Kemenag)

MerahPutih.com - Pemerintah berencana melakukan revisi Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Tetapi, ajuan ini mendapat penolakan setelah dalam draf UU menghilangkan kata atau frasa madrasah.

Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi menegaskan, fraksinya akan menolak revisi jika menghilangkan frasa "madrasah" di dalamnya masuk prolegnas prioritas.

"Artinya, tidak ada revisi," kata Baidowi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29/3).

Baca Juga:

Komisi VIII tidak akan Bahas RUU Sisdiknas Jika Frasa Madrasah Hilang

RUU Sidiknas 2022, kata ia, seharusnya bertujuan memperbaiki dan menyempurnakan UU No. 20 tahun 2003. Saat ini, porsi Madrasah yang selama ini kurang mendapatkan perhatian, seharusnya lebih diperhatikan dan diberikan dorongan yang baik untuk lebih mengembangkan sistem pendidikan bukan dihilangkan dari RUU Sidiknas 2022.

"Dalam UU Sisdiknas, frasa 'madrasah' telah disebutkan beberapa kali yaitu Ketentuan Umum Pasal 1 nomor 25, Pasal 17 ayat 2, Pasal 18 ayat 3, Pasal 38 ayat 2, Pasal 51 ayat 1, Bagian ketiga, Pasal 56 ayat 1, ayat 3, ayat 4, Pasal 66 ayat 1," ujarnya.

Dia menjelaskan, menurut Data Statistik Pendidikan Islam Kementerian Agama pada tahun 2019/2020 terdapat 82.418 lembaga pendidikan dari tingkatan RA, MI, MTS dan MA. Dari jumlah tersebut, sebanyak 95,1 persen adalah swasta dan negeri hanya 4,9 persen, sedangkan jumlah siswa pada semester genap 2019/2020 ada 9.450.198 Siswa,

"Seharusnya Pemerintah harus berterima kasih dan bersyukur dengan adanya lembaga pendidikan seperti madrasah, karena sudah membantu mencerdaskan anak bangsa dengan amanat pasal 31 UUD 1945," katanya.

Baidowi mengingatkan, pemerintah untuk mematangkan konsep RUU Sisdiknas dan memastikan agar frasa “madrasah” jangan dihilangkan.

"Dari info yang didapatkan, dalam draf revisi UU Sisdiknas tidak memuat frasa madrasah. Menghilangkan “madrasah” dalam RUU Sisdiknas adalah bentuk diskriminasi dalam dunia pendidikan," katanya.

PTM. (Foto:Antara)
PTM. (Foto:Antara)

Ia menegaskan, selama ini fakta menunjukkan bahwa sangat besar peran madrasah dalam pendidikan di Indonesia. Peran madrasah yang sudah terbukti nyata terhadap pembentukan generasi bangsa.

"Maka seharusnya madrasah harus lebih diperhatikan, diperkuat dan dicantumkan dalam Undang-Undang bukan malah dihapus. Selama ini, sistem pendidikan madrasah sudah diakui dan berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan amanat UU no 20 tahun 2003." katanya.

Ia menegaskan, jika madrasah tidak masuk dalam sistem pendidikan nasional, para siswa akan kemana, apakah akan ditampung atau dialihkan ke sekolah-sekolah di luar madrasah.

"Sekolah yang ada saja tidak bisa menampung seluruh calon siswa yang ada saat ini," katanya.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Anindito Aditomo menegaskan sekolah dan madrasah tetap ada dalam RUU Sisdiknas.

Penamaan secara spesifik, seperti SD dan MI, SMP dan MTs, atau SMA, SMK, dan MA akan dijelaskan dalam bagian penjelasan agar penamaan bentuk satuan pendidikan tidak diikat di tingkat UU sehingga lebih fleksibel dan dinamis. (Pon)

Baca Juga:

Hilangnya Kata Madrasah Dalam Revisi UU Sisdiknas Tuai Kontroversi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolri, Panglima TNI dan Menkes Tinjau Vaksinasi Mahasiswa di Markas PMKRI
Indonesia
Kapolri, Panglima TNI dan Menkes Tinjau Vaksinasi Mahasiswa di Markas PMKRI

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendatangi vaksinasi yang diadakan Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Menteng, Jakarta Pusat.

Jabar Sumbang Kasus Aktif COVID-19 Harian Terbanyak
Indonesia
Jabar Sumbang Kasus Aktif COVID-19 Harian Terbanyak

Kasus harian positif COVID-19 di Indonesia bertambah 4.189 kasus, sehingga total kasus menjadi 5.995.876 per pada Sabtu (26/3).

Dua Wilayah DKI Ini Diperkirakan Hujan Disertai Petir Pada Sore Hari
Indonesia
Dua Wilayah DKI Ini Diperkirakan Hujan Disertai Petir Pada Sore Hari

Pada saat bersamaan, di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, diprakiarakan mengalami cuaca berawan

PSI Bandingkan Commitment Fee Formula E, Ini Jawaban Wagub DKI
Indonesia
Pemerkosa Santri di Bandung Divonis Penjara Seumur Hidup
Indonesia
Pemerkosa Santri di Bandung Divonis Penjara Seumur Hidup

"Tidak ada keadaan yang meringankan," ungkap Majelis Hakim.

Panja Surati Pimpinan DPR Minta RUU TPKS Dibawa ke Rapat Paripurna
Indonesia
Panja Surati Pimpinan DPR Minta RUU TPKS Dibawa ke Rapat Paripurna

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI akan mengadakan rapat pleno pengambilan keputusan tingkat 1 Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) pada Selasa (5/4) besok. "Kalau sesuai jadwal, besok sudah pleno pengambilan keputusan di tingkat 1 Baleg," kata Ketua Panitia Kerja RUU TPKS Willy Aditya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/4).

Solo Masih Level 4, Polresta Surakarta Larang Warga Adakan Lomba HUT RI
Indonesia
Solo Masih Level 4, Polresta Surakarta Larang Warga Adakan Lomba HUT RI

Masyarakat tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kerumunan, seperti malam tirakatan dan lomba-lomba seremonial di kampung.

Biaya Dikeluhkan, Pemerintah DKI Minta Pengelola Kremasi Umumkan Tarif Layanan
Indonesia
Biaya Dikeluhkan, Pemerintah DKI Minta Pengelola Kremasi Umumkan Tarif Layanan

Yayasan Kremasi agar bersurat ke RS terkait penjadwalan kremasi beserta tarifnya. Sehingga, tidak terjadi tawar-menawar di lapangan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab/oknum yang merugikan masyarakat.

Janji Ferdinand Marcos Jr setelah Dilantik jadi Presiden Baru Filipina
Dunia
Janji Ferdinand Marcos Jr setelah Dilantik jadi Presiden Baru Filipina

Seusai dilantik, ia menyuarakan slogan persatuan, Marcos Jr bersumpah untuk membawa Filipina lebih maju dengan berbagai kebijakan yang menguntungkan setiap orang.

Pemulihan Ekonomi Tak Ingin Terganggu, Pegawai Hotel di Cirebon Dapat Vaksin Booster
Indonesia
Pemulihan Ekonomi Tak Ingin Terganggu, Pegawai Hotel di Cirebon Dapat Vaksin Booster

"Pegawainya aman, tamunya juga aman kalau sudah divaksin booster," kata Eti.