Emas jadi Primadona Warga Yogyakarta Berinvestasi dimasa Pandemi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Maret 2021
Emas jadi Primadona Warga Yogyakarta Berinvestasi dimasa Pandemi

Emas. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wabah virus Corona berdampak positif pada pergerakan harga emas. Harga emas terkoreksi diangka USD 2.072 per troy ounce pada Agustus 2020 atau setara dengan Rp 1 juta lebih/gr. Tak pelak emaspun jadi primadona warga Yogyakarta untuk berinvestasi. Tak hanya berbentuk fisik, minat investasi emas dibursa berjangka turut naik.

Pimpinan Cabang perusahaan berjangka Rifan Financindo Berjangka (RFB) Yogyakarta, Dewi Diana Ningrum mengatakan, minat investasi masyarakat pada Locogold (emas) diperusahaannya meningkat tajam. Sepanjang 2020 banyak investor baru bermunculan yang menginvestasikan uangnya pada produk Locogold.

Baca Juga:

Politisi Senayan Dorong Pemerintah Bentuk Bank Emas

"Masyarakat mulai 'melek' perdagangan berjangka untuk menempatkan dana mereka di produk-produk yang profitable. Salah satunya adalah emas atau locogold. Ini karena harga emas yang menyentuh level tertinggi selama 10 tahun terakhir, "jelas Dewi di Yogyakarta seperti ditulis pada Selasa (23/03).

Tercatat selama 2020 terdapat penambahan nasabah baru sebanyak 323 nasabah. Jumlah ini naik 56,80 persen dari tahun 2019 yang berjumlah 206 investor. Tahun 2021, RFB Jogja menargetkan volume transaksi menembus 170 ribu lot dan jumlah nasabah baru sebanyak 700 nasabah.

"Produk emas masih menjadi andalan karena pergerakan harga emas yang paling stabil dan mudah diprediksi tren pergerakannya," tegas Dewi.

Untuk mencapai target tersebut sejumlah strategi akan dijalankan seperti memperbanyak edukasi online pada investor terkait mekanisme investasi dalam bursa berjangka.

Stephanus Paulus Lumintang - Dirut JFX, Fajar Wibhiyadi - Dirut KBI (Persero), Dewi Diana Ningrum - Kacab RFB YogYa. (Foto: MP/Teresa)
Stephanus Paulus Lumintang - Dirut JFX, Fajar Wibhiyadi - Dirut KBI (Persero), Dewi Diana Ningrum - Kacab RFB YogYa. (Foto: MP/Teresa)

"Kami lakukan zoom metting privat antara investor dengan broker kami untuk mengedukasi mereka. Juga kami buat video tutorial bermain saham di bursa berjangka. Karena banyak investor baru yang belum paham berinvestasi emas di bursa komoditi berjangka,"tutur dia.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang mengatakan tren harga emas masih akan terkerek naik 2021. Namun kenaikannya tidak setinggi tahun 2020.

Ia memprediksi, akhir tahun 2021 harga emas tertinggi tidak lebih dari USD 1.950/toz, larena vaksinasi dinilai dapat menekan wabah pandemi. Sehingga pemerintah mulai bisa mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi di Agustus 2021,"katanya.

"Sementara produk lainnya yang nilainya turut naik adalah Olain dan kopi dan perdagangan forex masih stabil," katanya. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

Hobi Baru Selama Pandemi, Memasukkan Barang ke Keranjang Online Tapi Tidak Beli

#Emas #Investasi #Bursa Efek Indonesia (BEI)
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Babak Belur Bikin Investor Jantungan, Pemerintah Diminta Lakukan Ini Pulihkan Kepercayaan Pasar Modal
Komisi XI DPR RI memegang peran sentral dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap setiap kebijakan pemulihan bursa
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
IHSG Babak Belur Bikin Investor Jantungan, Pemerintah Diminta Lakukan Ini Pulihkan Kepercayaan Pasar Modal
Indonesia
IHSG Babak Belur Pagi Ini, Ambles 3,99 Persen Akibat Sentimen Suku Bunga AS
Bank Indonesia bersama pemerintah merancang strategi pertahanan memperkuat nilai tukar Rupiah
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
IHSG Babak Belur Pagi Ini, Ambles 3,99 Persen Akibat Sentimen Suku Bunga AS
Indonesia
Update Harga Emas 8 Juni 2026: Antam, UBS dan Galeri24 Kompak Stabil, Intip Daftar Lengkapnya
Emas UBS bertahan pada angka Rp2.759.000 per gram, Antam menyentuh Rp2.848.000 per gram, dan Galeri24 bertengger di posisi Rp2.729.000 per gram
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
Update Harga Emas 8 Juni 2026: Antam, UBS dan Galeri24 Kompak Stabil, Intip Daftar Lengkapnya
Lainnya
BTC Price Game Kini Hadir di Pintu, Fitur Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Pengguna dengan kemenangan beruntun dapat melanjutkan ke babak berikutnya tanpa mengurangi kredit game
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
BTC Price Game Kini Hadir di Pintu, Fitur Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Indonesia
Harga Emas 7 Juni 2026: UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Turun, ini Daftar Lengkapnya
Harga emas 7 Juni 2026 untuk UBS, Antam, dan Galeri24 sama-sama turun. Berikut ini adalah daftar lengkapnya.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Harga Emas 7 Juni 2026: UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Turun, ini Daftar Lengkapnya
Indonesia
IHSG Terseok Jatuh ke Level 5.919,56
Purbaya menilai gejolak IHSG saat ini bersifat kekhawatiran jangka pendek, yang dipengaruhi oleh isu-isu negatif di dalam negeri.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Juni 2026
IHSG Terseok Jatuh ke Level 5.919,56
Indonesia
Harga Lengkap Emas 3 Juni 2026: UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Turun, Mana yang Paling Murah?
Sementara harga emas Antam di laman resmi Logam Mulia diperbarui setelah pukul 08.30 WIB
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
Harga Lengkap Emas 3 Juni 2026: UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Turun, Mana yang Paling Murah?
Indonesia
Aduh! Dalam 3 Bulan Emas Perhiasan Alami Deflasi
Pada Mei 2026, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya kembali mengalami deflasi yakni sebesar 0,74 persen dengan andil deflasi sebesar 0,05 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Aduh! Dalam 3 Bulan Emas Perhiasan Alami Deflasi
Indonesia
Update Harga Emas 2 Juni 2026: UBS, Antam, dan Galeri24 Mengalami Fluktuasi, Mana yang Paling Mahal?
Nilai investasi logam mulia mengalami dinamika menarik jika membandingkan dengan perdagangan Senin, 1 Juni 2026
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 Juni 2026
Update Harga Emas 2 Juni 2026: UBS, Antam, dan Galeri24 Mengalami Fluktuasi, Mana yang Paling Mahal?
Indonesia
IHSG Berpotensi Volatil, Kebijakan Ekspor Satu Pintu Kaburkan Kepercayaan Investor Pasar Saham
Meskipun bursa saham AS membaik, risalah rapat The Fed tetap menunjukkan nada ketat (hawkish)
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
IHSG Berpotensi Volatil, Kebijakan Ekspor Satu Pintu Kaburkan Kepercayaan Investor Pasar Saham
Bagikan